Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan  (BPDP) buka kembali Program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2025, sebagai bagian dari pendanaan untuk mendukung penelitian, dan pengembangan perkebunan kelapa sawit.

Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh ke dalam penelitian yang lebih aplikatif guna mewujudkan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Nah, untuk pelaksanaan Program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2025, BPDP mengundang mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mengajukan usulan proposal paling lambat 31 Maret 2025 melalui laman https://lombariset.bpdp.or.id.

Berikut topik Penelitian dan pengembangan sawit yang menjadi
prioritas BPDPKS per bidang untuk Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2025, yakni:

Bidang Riset Prioritas Riset

1. Lahan/Tanah/Bibit/
Budidaya
a. Monitoring dan pengendalian penyakit busuk pangkal
batang kelapa sawit Ganoderma boninense melalui
berbagai pendekatan

b. Inovasi teknik pengelolaan perkebunan kelapa sawit
(pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, panen, transportasi panen)

c. Pengembangan Toolkits untuk Early Warning System (EWS) perkebunan kelapa sawit untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

2. Pasca panen/Pengolahan

a. Perbaikan proses produksi minyak sawit secara fisik, kimia dan biologi (enzimatik).

b. Pengembangan teknologi panen dan pasca panen TBS (sistem panen, transportasi, dan logistik yang
dapat diintegrasikan dengan teknologi IoT dan AI).

c. Pengembangan sistem traceability buah sawit dengan memanfaatkan IoT dan AI.

d. Pengembangan alat deteksi kematangan buah sawit dan kualitas minyak sawit (smart indicator).

3. Bio-material/Oleokimia

a. Pengembangan teknologi pemanfaatan biomassa sawit menjadi beragam produk bio-material bernilai
tambah tinggi dan berpotensi untuk dikomersialkan.

b. Pengembangan aplikasi berbagai jenis bio-material dari sawit untuk beragam aplikasi di industri.

c. Pengembangan produk turunan dari minyak sawit (CPO, PKO, RBDPO, RBDPKO, olein, stearin, PFAD, fatty acid, fatty alcohol, alkil ester, gliserol)
menjadi produk oleokimia, termasuk beragam produk emulsifier, surfaktan, demulsifier, dan beragam aditif
yang bernilai tambah tinggi dan berpotensi untuk dikomersialkan.

d. Aplikasi berbagai jenis produk oleokimia sawit pada beragam aplikasi di industri (personal care product,
cosmetic, cleaning product, dan produk emulsi lainnya).

4. Pangan/Kesehatan a. Pengembangan teknologi produksi pangan dan pangan fungsional berbasis minyak sawit dan inti sawit.

b. Aplikasi produk oleofood sawit pada berbagai produk pangan (shortening, specialty fat, non-dairy creamer, minyak makan merah, CBS, frying fat, dll).

c. Pengembangan teknologi produksi pangan (fungsional) berbasis biomassa sawit termasuk nira sawit sebagai sumber protein dan karbohidrat/gula
mendukung swasembada pangan di Indonesia.

d. Pemanfaatan komponen bioaktif (fitonutrient, antioksidan dsb) dari minyak sawit dan biomassa
sawit pada pengembangan produk nutrasetikal, kosmosetikal/kosmetik kesehatan, personal care products dan farmasetikal mendukung bahan baku
pendukung kesehatan berbasis sumberdaya lokal (substitusi impor) dan herbal.

e. Kajian mutu dan keamanan pangan serta pengembangan inovasi dalam meminimalisir kontaminan pangan diantaranya trans fat, residu
pestisida, logam berat pada industri kelapa sawit.
5. Bioenergi

a. Perbaikan proses dan pengembangan produk turunan dari minyak sawit menjadi produk bioenergi
(biodiesel, bioethanol, bioavtur, biogasoline dan biohidrokarbon lainnya/greenfuels) yang berpotensi dikomersialkan.

b. Pengembangan produk turunan dari biomassa sawit menjadi produk bioenergi (bio-pellet, biochar,
biobriket, bio-oil, biodiesel, bioethanol, bioavtur, biogasoline dan biohidrokarbon lainnya/greenfuels)
yang berpotensi dikomersialkan.

c. Pengembangan limbah cair industri sawit (POME) menjadi produk bioenergi (biogas, bio-electric, bioCNG, bio-LNG) yang berpotensi dikomersialkan.

d. Aplikasi produk bioenergi berbasis sawit pada mesin otomotif, mesin industri dan alsintan yang berpotensi
dikomersialkan.

6. Penanganan Limbah/Lingkungan

a. Pengembangan pengelolaan keanekaragaman hayati, fungsi dan layanan ekosistem.

b. Teknologi penurunan emisi Gas Rumah Kaca.

c. Pengelolaan biomassa, land application, dan POME yang memenuhi standar lingkungan.
d. Automatic Weather Monitoring System dan Water Management di lahan gambut.

e. Teknologi pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan (teknik broadcasting, pencegahan
kebakaran, monitoring dan fire spots, dan apps).

7. Sosial/Ekonomi/  Manajemen-Bisnis/
Pasar/ICT

a. Pengembangann sistem otomasi (Android dan IOS).

b. Pengembangan aplikasi untuk digitalisasi dan efisiensi. Sosial ekonomi industri sawit (efisiensi, supply chain,
sirkular ekonomi, tenaga kerja, carbon trading, kebijakan).

d. Tantangan dan peluang sertifikasi (ISPO, RSPO, ISCC), EUDR dan dampaknya terhadap masa depan
sawit.

Topik-topik yang diusulkan dengan mempertimbangkan potensi efektifitas biaya dan potensi implementasi industri.

Hal-hal yang terkait dengan persyaratan, kriteria, format dan mekanisme pengajuan proposal hingga sistem monitoring dan evaluasi program terangkum
dalam Buku Panduan Teknis tentang Tata Cara Pengajuan Lomba Riset Sawit yang dapat diakses melalui website resmi di www.bpdp.or.id dan https://lombariset.bpdp.or.id.

Disampaikan dengan semangat sawit BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen menjaga integritas serta mewujudkan kepuasan layanan para stakeholder untuk mewujudkan
Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

Untuk pertanyaan terkait dengan tugas,
fungsi, program BPDPKS dan penyimpangan prosedur yang dilakukan pegawai kami dapat disampaikan ke call center kami dengan mengakses hai.kemenkeu.go.id /hubungi 14090.