Home / Riau / Menyoal Orang Tua Bayar Lunas, Seragam Sekolah Menggantung di Tukang Jahit
Menyoal Orang Tua Bayar Lunas, Seragam Sekolah Menggantung di Tukang Jahit
Mandau (katakabar) - Tahun Pembelajaran 2018 - 2019 mendatang baik jenjang pendidikan SD, SMP mau pun SMA sederajat
sudah Empat Bulan berjalan terhitung dari Juli 2018 lalu hingga kini.
Itu artinya, Tahun Pembelajaran Tahun 2018 tinggal Dua Bulan lagi sudah satu semester. Pihak sekolah baik jenjang SD, SMP dan SMA sederajat mulai pasang kuda - kuda menyusun dan melaksanakan ujian semester ganjil sebelum tiba masa liburan sekolah di akhir Tahun 2018 nanti.
Tapi, Penerimaan Peserta Didik Baru jenjang SMPN dan SMAN yang dilaksanakan pada Juli 2018 lalu di daerah Duri khusus Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis masih menyisakan masalah.
Seragam sekolah siswa baru sebanyak Lima pasang pangkal bala timbulnya persoalan yang membuat para orang tua wali murid di daerah "Kota Minyak" nama lain dari Duri mengeluh karena sudah hampir satu semester anak - anak bersekolah seragam belum selesai di jahit.
Para orang tua wali murid membayar lunas sebesar Rp 1,4 Juta untuk membiayai sebanyak Lima pasang seragam sekolah rinciannya, putih biru, pramuka, batik, olahraga dan pakaian melayu kepada tukang jahit yang ditunjuk pihak sekolah.
"Ingat ya, orang tua wali murid bayar lunas bukan hutang kepada si penjahit. Kalau sempat orang tua wali murid baru hutang, si penjahit langsung menolak orang tua wali murid tersebut yang mau mengukur dan menjahitkan seragam sekolah anak".
Anehnya, anak - anak bersekolah sudah berjalan Empat Bulan dan tinggal Dua Bulan lagi libur semesteram kok Lima pasang seragam sekolah belum kelar di jahit si penjahit pakaian, cerita seorang wali murid yang anaknya duduk di kelas 7 SMPN di Kecamatan Mandau, Anto kepada katakabar.com rada kesal di Duri siang tadi.
Kata Warga Kelurahan Air Jamban itu, dari Lima Pasang seragam sekolah yang di jahit baru Tiga pasang diterima anaknya seperti, putih biru, batik dan olahraga.
Sementara, seragam pramuka dan melayu belum selesai di jahit dan masih proses menjahit di tukang jahit yang ditunjuk pihak sekolah.
Membuat Anto dan para orang tua wali murid lainnya tambah kesal, dalam penentuan dan penetapan biaya dan harga Lima pasang seragam sekolah siswa baru tanpa lewat muayawarah dan mufakat dengan orang tua wali murid.
"Pihak sekolah yang menetapkan dan memutuskan biaya pembelian bakal dan menjahit serta menunjuk langsung penjahit untuk menjahitkan seragam sekolah anak - anak tersebut".
Itu sebabnya, saat para orang tua mempertanyakan terkait belum diterima siswa seragam kepada komite sekolah.
Pengurus komite bilang, tidak tahu menahu soal seragam sekolah. Silahkan, tanya langsung kepada pihak sekolah yang mengurusi seragam sekolah.
Anto dan ribuan orang tua wali murid lainnya se Kecamatan Mandau berharap seragam segera kelar di jahit biar anak - anak senang dan merasa nyaman bersekolah.
Terkait penetapan biaya dan harga bakal dan menjahit Lima pasang seragam sekolah siswa tidak melibatkan dan tanpa musyawarah dan mufakat dengan orang tua wali murid.
Seorang komite di Kecamatan Mandau membenarkannya adanya keluhan para orang tua wali murid tersebut. "Memang benar, penetapan biaya dan harga Lima pasang seragam sekolah serta penunjukan penjahit tidak melibatkan komite sekolah apalagi para orang tua wali murid".
Pihak sekolah masing - masing dan bersangkutan yang menetapkan biaya dan harga serta menunjuk penjahit yang menjahit seragam sekolah.
Itu sebabnya, saat ada orang tua wali murid mengeluh tentang, seragam sekolah belum selesai di jahir ya jawaban komite sekolah tidak tahu.
Komite sekolah sebenarnya, tidak heran apalagi terkejut seragam sekolah bermasalah. Penjahit berseliweran di "Kota Duri" kok tempat usaha menjahit yang itu - itu saja.
"Monopoli" namanya, pihak sekolah mestinya berpikir realistis terkait menjahit seragam sekolah yang jumlahnya tidak sedikit", kata Refri AMD kepada katakabar.com sore tadi.
Kepada pihak dan oknum - oknum sekolah perlu merubah pola pikir dan cara berpikir terkait seragam sekolah siswa baru agar tidak menjadi persoalan setiap Tahun pembelajaran baru.
Kasihan orang tua wali murid dan siswa berbulan bulan sudah lamanya sekolah tapi belum memakai seragam sekolah, sebutnya.



Komentar Via Facebook :