Home / Internasional / Minyak Sawit Indonesia Jadi Posisi Tawar Kuasai Pasar Edible Oil di India
Minyak Sawit Indonesia Jadi Posisi Tawar Kuasai Pasar Edible Oil di India
Globoil India adalah konferensi dan pameran internasional. Foto Ist.
India, katakabar.com - Globoil India adalah konferensi dan pameran internasional minyak masak, minyak nabati dan oleokimia yang secara regular digelar setiap tahun.
Delegasi Kementan RI, khusus Ditjenbun diwakili Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Prayudi Syamsuri mengatakan, pasar Edible Oil di India cukup potensial untuk ditingkatkan oleh Indonesia sebagai produsen vegetable oil dunia.
"Potensi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa Indonesia bisa jadi posisi tawar Indonesia untuk menguasai pasar edible oil di India," ujarnya, dilansir dari laman website resmi Ditjenbun, pada Senin (9/10).
Menurutnya, India diketahui dapat menjadi jembatan perdagangan untuk negara-negara di Kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah bahkan Eropa.
"Globoil tahun ini diawali dengan kegiatan 52nd Solvent Extractors’ Association of India (SEA). Globoil India SEA adalah asosiasi pengusaha dan industri di India yang bergerak dalam bidang ekstraksi pelarut (solvent extraction) yang termasuk pengolahan minyak nabati," kata Prayudi.
Diceritakannya, SEA dibentuk pada 1963 lampau. Beranggotakan sebanyak 875 anggota, termasuk 350 pabrik pengolahan dengan total produksi mencapai 30 juta ton.
Untuk menjadi produsen edible oil yang lebih kompetitif, Indonesia terus mendorong Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk diimplementasikan pada skala-skala pekebun dan perusahaan untuk dapat memastikan seluruh praktik kelapa sawit Indonesia berkelanjutan.
Selain itu, untuk mencapai keberlanjutan kelapa sawit di pekebun sudah kewajiban pemerintah memfasilitasi perbaikan tata kelola terutama pada aspek regulasi hukum, peningkatan kapasitas pekebun, fasilitasi produksi dan produktivitas serta teknologi dan inovasi.
Perlu ditekankan lagi, tambah Prayudi, semangat kolaborasi antara negara-negara produsen dan konsumen edible oil, dan CPOPC.
"Saya kira bis jembatani itu semua, sekaligus mengatasi kampanye negatif industri kelapa sawit Indonesia. Di mana harus ada strategi-strategi jitu menggunakan informasi faktual di berbagai media tentang praktik sawit Indonesia sudah tahap berkelanjutan," sebutnya.








Komentar Via Facebook :