Home / Kesehatan / Pelatihan Maternal dan Neonatal Serta Sosialisasi Wa FJR, Ini Asa Dirut RSUD Mandau
RSUD Mandau Teken MoU Kerja Sama
Pelatihan Maternal dan Neonatal Serta Sosialisasi Wa FJR, Ini Asa Dirut RSUD Mandau
Dirur RSUD Kecamatan Mandau, dr Chairiah teken MoU kerja sama. Foto Amir.
Duri, katakabar.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau melaksanakan "penandatanganan kerja sama dan pelaksanaan pelatihan maternal dan neonatal serta sosialisasi Wa Mandau kepada Fasilitas Jejaring Rujuk (FJR)", di lantai 5 rumah sakit Jalan Stadion Ujung Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, pada Kamis (8/9).
Direktur RSUD Kecamatan Mandau, dr. Chairiah berharap dengan penandatanganan kerja sama dan pelaksanaan pelatihan maternal dan neonatal serta sosialisasi Wa Mandau kepada Fasilitas Jejaring Rujuk (FJR)" ini dapat menekan dan mengurangi kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bengkalis umumnya, dan khususnya di Duri meliputi empat kecamatan, yakni Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau.
"Wa Mandau kepada fasilitas jejaring rujuk khususnya mudah-mudahan bermanfaat. Apalagi program inovasi terbaru dengan jalur media WhatsApp RSUD Mandau yang terkoneksi sesuai dengan program yang dicanangkan Bupati Bengkalis menuju Bengkalis yang bermarwah maju sejahtera," ujarnya.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan RSUD Mandau kata dr. Chairiah, peningkatan kapasitas tenaga bidan sebagau ujung tombak pelaksana program kesehatan ibu dan anak.
Itu sebabnya, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi perlu dilaksanakan upaya yang terpadu dalam menangani permasalahan dan penyakit yang terjadi pada masa hamil, bersalin, nifas dan bayi neonatus, khususnya dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatus.
"Untuk itu, perlu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir dengan dilaksanakannya pelatihan ini," jelasnya.
Terkait itu sambung Dirut RSUD Kecamatan Mandau ini, managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau mempercayai Ketua Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) Mandau, dr. Fadrel Hidayat, SPOG (K) Obsos. MMR untuk menggelar Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bagi sejumlah Direktur dan Kepala Rumah Sakit yang beroperasi di kota Duri, bidan fasyankes primer di Puskesmas Duri sebagai peserta pelatihan Maternal dan Neonatal.
"Kematian ibu dan bayi terutama terjadi pada saat persalinan dan hari pertama kehidupan penting dilahirkannya sebuah kebijakan bantuan dari tenaga kesehatan yang terampil. Meski seorang ahli memang tidak dapat menjawab masalah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru, sehingga pekerjaan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tim dengan kerja sama," ulasnya.
Lantaran itu, perlu dilakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan khususnya fasilitas pelayanan kesehatan primer melalui pelatihan yang komperehensif dan tepat sasaran.
Salah satunya melalui pelatihan teknis yang disebut dengan pelatihan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar tenaga kesehatan punya pengetahuan dan kemampuan klinis, dalam melakukan resusitasi, stabilisasi dan transportasi saat memerlukan rujukan.
"Kompetensi yang diharapkan dalam pelatihan ini kompetensi tim tetap sesuai dengan kewenangannya masing-masing," bebernya.

Dengan dilakukan meningkatkan sistem kesehatan primer atau dasar diharapkan dapat diperluas untuk pelayanan kesehatan dan pelayanan terhadap akses terhadap kesehatan, tambah Dirut RSUD Kecamatan Mandau Kabid Humas RSUD Mandau, Iwan ridwan, SKM dan Kasie Humas RSUD Mandau, Ns, Mely syafitri S,Kep.
Sedanf dr. Fadrel Hidayat, SPOG (K) Obsos. MMR kepada wartawan menimpali, kegiatan pelatihan Instalasi Maternal dan Neonatal sebuah instalasi yang menjalankan program dalam rangka akselerasi penurunan AKI Angka Kematian Ibu (AKI) dan (Angka Kematian Bayi (AKB) yang terdiri dari tata laksana emergency hingga nifas dan bayi hingga umur 28 hari.
Pelayanan obsteri dan neonatal regional sebagai upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas.
Rumah Sakit PONEK 24 jam bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir, katanya.
Menurut dr. Fadrel, pekerjaan ini mesti bersama-sama. Untuk itu peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Apalagi, konsep sangat sederhana, perlu persiapan dan konsultasi sebelum dilakukan tindakan medis, sebutnya dihadapa peseta pelatihan dan sosialisasi meliputi tenaga medis RSUD Mandau, Kepala UPT Puskesmas, Direktur dan Perwakilan Rumah Sakit Swasta se Duri.
Diketahui, kegiatan itu dihadiri Camat Mandau, Riki Rihardi diwakili, Camat Pinggir, Zamar Riko D diwakili, Camat Bathin Solapan, M Rusdy, Kabid Pelayanan RSUD Mandau, Armen S.
Selain itu, Direktur RS Pertama Hati, Dr. Afriyanti, M.Kes, Direktur RS Thursina, dr. Devi Aswandi, Direktur RS Pertamina Hulu Rokan, Kepala UPT Puskesmas Kabupaten Bengkalis, Ketua IBI, Ketua DDC dan Ketua D3R Bengkalis turut hadir.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Dukungan Masyarakat Bukti Cinta
Kapolda Riau Bilang Layani Masyarakat Tanpa Pamrih, Mungkinkah?








Komentar Via Facebook :