Pekanbaru, katakabar.com - Pengrajin bisa naik kelas lewat batik sawit lantaran pasar terbuka luas, apalagi batik saat ini sudah digandrungi generasi Milenial, Gen Z, dan Alpha.
Itu sebabnya, Workshop Praktek dan Produksi Batik Sawit dinilai menjadi langkah awal para pengrajin batik untuk menghadirkan produk baru. Bahkan batik berbahan 'malam' kelapa sawit ini dapat mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas.
Hal itu ditekankan Andiny Yuliani salah satu desainer di Provinsi Riau dalam gelaran yang ditaja Elaeis Media Group (EMG) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Pekanbaru, Selasa (21/4) lalu.
"Menurut saya workshop ini sangat bermanfaat untuk para pelaku UMKM fashion khusus pengrajin batik Riau. Kita bisa lihat antusias dari 52 peserta yang mengikuti kegiatan hari ini sangat tinggi," ujarnya disela gelaran berlangsung.
Pada gelaran sebelumnya telah sukses ditaja di Kota Dumai, November 2025 lalu itu, pelatihan, serta praktek pembuatan batik menggunakan 'malam' kelapa sawit adalah sesuatu hal yang baru, dan menjadi inovasi para Pengrajin untuk meningkatkan kreativitas produk kain batiknya.
"Kegiatan ini sinergi kolaborasi yang membuat mereka semangat, merasa didukung untuk naik kelas," sambung Andiny.
Dipaparkan Andiny, bisnis fashion adalah bisnis up to date yang menuntut pelaku bisnis fashion untuk terus belajar upgrade skill. Sehingga bisnis yang dijalankan semakin berkembang. Tidak terkecuali para pengrajin rumahan atau UMKM.
"Market batik sendiri sangat berpeluang. Karena saat ini pakaian batik sangat diminati, tidak hanya untuk pakaian kerja tapi juga untuk daily outfit. Artinya punya market yang luas," jelasnya.
Diketahui, selain bekerja sama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) kegiatan ini disponsori Dekranasda Kota Pekanbaru, PTPN IV, API, APR, Grand Suka Hotel, Astutik, Nusantara Mandiri Printing dan Koperasi Mahligai Mayang Riau. Di mana kegiatan ini diikuti para pelaku usaha UMKM dari berbagai daerah di wilayah Riau.
Sepanjang kegiatan, peserta dapat berdiskusi interaktif bersama tiga narasumber yang berpengalaman di bidang batik. Mereka adalah Miftahudin Nur Ihsan, Ketua Umum Paguyuban Batik sawit, Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta dan Andiny Yuliani salah satu desainer di Kota Bertuah.
Pengrajin Bisa Naik Kelas Lewat Batik Sawit Lantaran Pasar Terbuka Luas
Diskusi pembaca untuk berita ini