Home / Nusantara / Pohon Sawit Sudah Tua Produksi Menurun, BRIN: Petani Mesti Lakukan PSR
Pohon Sawit Sudah Tua Produksi Menurun, BRIN: Petani Mesti Lakukan PSR
Tanaman kelapa sawit tua harus direplanting tingkatkan produktivitas. Foto Ist.
Jakarta, katakabar.com - Kala umur pohon tanaman kelapa sawit mulai menua, maka produktivitas kelapa sawit menurun. Lantaran itu, perlu dilakukan replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Beranjak dari situ, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberi pesan menohok sekaligus mengingatkan para petani untuk meremajakan kebun sawit. Apalagi kelapa sawit punya umur maksimum produktif hanya 25 tahun.
"Saat umur pohon kelapa sawit mulai tua, produktivitas sawit menurun. Untuk itu perlu dilakukan peremajaan,” ujar Periset Teknologi Pengujian dan Standar BRIN, Daryono Restu Wahono lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat, dilansir dari laman ANTARA, pada Sabtu (18/11).
Catatan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menunjukkan, dari total 6,7 juta hektar luas lahan kelapa sawit petani, ada sekitar 2,4 juta hektar luasnya wajib diremajakan disebabkan umur tanaman sudah lebih dari 15 tahun.
Pemerintah menargetkan peremajaan kebun kelapa sawit milik petani seluas 540.000 hektar hingga tahun 2024 mendatang.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menjelaskan, realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) baru mencapai 256.744 hektar terhitung dari tahun 2016 hingga 30 Juni 2022 lalu.
Itu sebabnya, Daryono menekankan betapa penting peremajaan menggunakan bibit unggul hasil pemuliaan tanaman. Pemuliaan itu telah melalui uji keturunan dengan metode yang telah diuji dalam SNI 8211:2023, yakni seleksi melalui pengujian progeny dengan metoda yang telah teruji secara ilmiah.
"Penelitian melalui pengujian progeny dengan metoda yang telah teruji secara ilmiah dapat menghasilkan kemurnian tidak kurang dari 98 persen kecambah kelapa sawit cangkang tipis," tuturnya.
Skema persilangan antar populasi, sebut Daryono, melalui uji keturunan dengan metode yang telah diuji memungkinkan terjadinya eksploitasi heterosis bakal meningkatkan kinerja persilangan kedua populasi tanaman.
Tapi, program pemuliaan tanaman melalui uji keturunan dengan metode yang telah diuji dilakukan untuk memperoleh bahan tanaman unggul tidak terlepas dari kegiatan persilangan tetua terpilih.
Jika intensifikasi yang dilakukan menggunakan benih yang berstandar SNI 8211:2023, lanjut Daryono, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, maka produksi kelapa sawit Indonesia bakal mampu mencapai 89,976 juta ton pada tahun 2025 mendatang.








Komentar Via Facebook :