Home / Ekonomi / Sawit Masih Berkontribusi untuk Kenaikan NTP Riau Januari 2024, Begini Penjelasan BPS
Sawit Masih Berkontribusi untuk Kenaikan NTP Riau Januari 2024, Begini Penjelasan BPS
Pekanbaru, katakabar.com - Kelapa sawit, yang merupakan komoditas unggulan dari Provinsi Riau ternyata masih berkontribusi positif untuk kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) di Januari 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, NTP Riau Januari 2024 sebesar 156,59 atau naik sebesar 0,19 persen dibanding NTP Desember 2023 sebesar 156,29.
"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,39 persen yang relatif lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,20 persen," kata Kepala BPS Riau, Asep Riyadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/2).
Asep menjelaskan, kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan Januari 2024 terjadi pada 4 dari 5 subsektor penyusun NTP.
"Kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor Hortikultura yang naik sebesar 1,03 persen, diikuti oleh subsektor Peternakan yang naik sebesar 0,28 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang naik sebesar 0,18 persen, dan subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,13 persen," ujarnya.
Sementara itu, NTP pada subsektor Tanaman Pangan mengalami penurunan sebesar 0,23 persen.
Khusus untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, kata Asep, mengalami kenaikan indeks sebesar 0,18 persen menjadi 168,85. Hal ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima sebesar 0,39 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen.
"Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,39 persen, khususnya karet, kelapa sawit, kelapa dan pinang," jelasnya.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan dan daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
"Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani," ujarnya
Asep melanjutkan pada Januari 2024, 8 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan NTP. Riau tercatat sebagai provinsi dengan kenaikan NTP terbesar ke-7.
Di mana kenaikan tertinggi terjadi di Lampung sebesar 1,90 persen, Jambi sebesar 1,75 persen, Bengkulu sebesar 1,08 persen, Sumatera Barat sebesar 0,98 persen, Bangka Belitung sebesar 0,86 persen, dan Aceh sebesar 0,26 persen.








Komentar Via Facebook :