Home / Riau / Sejumlah Mahasiswa Terluka dalam Aksi Unras Omnibus Law di DPRD Riau
Sejumlah Mahasiswa Terluka dalam Aksi Unras Omnibus Law di DPRD Riau
Sejumlah Mahasiswa Terluka dalam Aksi Unras Omnibus Law di DPRD Riau
Pekanbaru, Katakabar.com - Sejumlah mahasiswa menjadi korban saat terjadi kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa dan buruh di DPRD Riau Pekanbaru, Kamis (8/10).
Selain sesak nafas lantaran terkena gas air mata yang dilontarkan petugas kepolisian, terdapat mahasiswa yang mengalami luka pada bagian kepala hingga berdarah-darah diduga lantaran terkena lemparan batu.
"Ada beberapa dari kita yang mengalami sesak nafas terkena gas air mata," terang Dewi salah seorang mahasiswa yang ikut hadir dalam aksi itu.
"Tadi kita gotong bersama-sama," katanya.
Selain diselamatkan rekannya, sejumlah massa juga sempat diselamatkan menggunakan ambulan dan dibawa ke gedung MUI yang tak jauh dari lokasi aksi massa tersebut digelar. Sementara massa yang mengalami luka mendapatkan perawatan di RS Awal bross yang juga berada di jalan Jenderal Sudirman itu.
Aksi massa itu awalnya berjalan damai, namun lantaran ditolak memasuki gedung DPRD Riau, massa marah dan melempari petugas yang berjaga dengan batu, kayu dan botol mineral.
Sontak petugas gabungan yakni terdiri dari Polresta Pekanbaru, Polda Riau, Satpol PP dan juga sejumlah personel TNI mencoba meredam massa dengan memberikan peringatan. Namun karena semakin tak terkendali water Canon yang telah bersiaga di dalam lataran DPRD Riau pun dikerahkan.
Semprotan air dari dua mobil water canon itu justru membuat marah massa dan membalasnya dengan lemparan batu, kayu dan botol mineral tadi ke arah petugas. Tidak ada jalan lain, petugas kemudian membariskan peringatan dengan menembakkan gas air mata.
Dalam kejadian itulah muncul korban baik dari pihak massa maupun petugas kemanan.
Meski begitu hingga saat ini belum diketahui pasti jumlah korban dalam aksi penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu.



Komentar Via Facebook :