Kasipute, katakabar.com - Staf Ahli Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Muslihin SP buka Focus Group Discussion atau FGD Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan atau RAD-KSB, di Hotel Gren Lampusui Bombana, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bombana melalui Dinas Pertanian atau Distan, Jumat (29/11) lalum

Kabupaten Bombana, tegas Muslihin, punya potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Tapi, di tengah persaingan global terkait komoditas minyak nabati, kelapa sawit sering menjadi sorotan negatif, terutama terkait isu keberlanjutan.  

“Pemkab Bombana punya komitmen tinggi pembangunan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan. Dengan menjaga keseimbangan lingkungan hidup, kami ingin menjadikan Bombana sebagai pionir kabupaten lestari di Indonesia,” ujar Muslihin lewat keterangan resmi Pemkab Bombana, dilanair dari laman EMG, Minggu (1/12).

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif SH mengajak seluruh peserta FGD untuk mengikuti kegiatan dengan serius, dan memberikan masukan membangun sehingga menghasilkan arah kebijakan pengembangan daerah kelapa sawit di Bombana ke depan. 

“Hasil FGD ini sangat penting untuk sempurnakan penyusunan langkah strategis dalam dokumen RAD KSB. Ini upaya kita bersama untuk menjawab tantangan sekaligus mematahkan propaganda negatif terkait isu kelapa sawit seperti deforestasi, kebakaran lahan, pekerja anak, dan pelanggaran hak asasi manusia atau HAM,” jelasnya. 

Kegiatan FGD turut menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga akademis dan profesional. Selain itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana, Bappeda Bombana, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, BPN Bombana, PT GAS, serta para pemangku kepentingan lainnya turut hadir.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, Muh. Arwin menekankan, kegiatan ini bertujuan menyusun dokumen rencana aksi daerah yang strategis untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Bombana. 

"Dokumen yang disusun ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam menjawab tantangan global sekaligus meningkatkan citra positif kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang ramah lingkungan," ucapnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, harapnya, Pemkab Bombana berharap dapat memperkuat posisi kelapa sawit sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang tetap menjaga prinsip keberlanjutan.