https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Ekonomi / Tinggalkan PNS Demi Singkong

Tinggalkan PNS Demi Singkong


, 11 November 2017 | 06:35 WIB  

Penulis : Sahdan
Editor : Abdul Aziz
Tinggalkan PNS Demi Singkong

Hasan Basri saat masih menjadi Camat Mandau kabupaten Bengkalis. foto.dok.katakabar.com

www.katakabar.com | Artikel ID: 9965 | Artikel Judul: Tinggalkan PNS Demi Singkong | Tanggal: , 11 November 2017 - 06:35

Kandis (katakabar) - Dua tahun lalu, banyak orang di Kabupaten Bengkalis kaget saat Hasan Basri mendadak berhenti jadi camat maupun Pegawai Negeri Sipil. Maklum, saat itu Hasan adalah Camat Mandau dengan penduduk sekitar 300 ribu jiwa. Ini setara dengan 60 persen penduduk Kabupaten Bengkalis.  

Setelah berhenti, lelaki 48 tahun ini langsung menghilang meski sebelumnya orang sudah banyak tahu kalau dia terpilih sebagai Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Provinsi Riau. 

www.katakabar.com | Artikel ID: 9965 | Artikel Judul: Tinggalkan PNS Demi Singkong | Tanggal: , 11 November 2017 - 06:35

"Saya memilih mengurusi kebun singkong saya di Pematang Duku Kecamatan Bengkalis. Kebetulan saya punya kebun singkong 9 hektar. Alhamdulillah dari hasil itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga saya," cerita Hasan Basri saat berbincang dengan katakabar.com kemarin. 

Sambil mengurusi kebun singkong tadi, Hasan mulai menjajaki keinginannya untuk membangun pabrik tapioka. "Saya punya kenalan orang Pekanbaru. Saya ceritakan kalau prospek pabrik tapioka sangat cerah. Kita punya lahan tidur yang banyak. Termasuk saya ceritakan juga tentang kebutuhan pabrik kertas di Riau yang mencapai 240 ribu ton pertahun. Alhamdulillah setelah 6 bulan saya bujuk-bujuk, teman itu akhirnya mau. Dia menyatakan kemauannya itu saat kami makan siang di Pondok Baung di Peknbaru," kenang Hasan. 

Hasan tak khawatir bahan baku untuk pabrik tapioka itu bakal sulit didapat. Selain lahan tidur yang sangat luas, hasil bertanam singkong pun sangat menjanjikan. "Kita sebenarnya butuh ubi racun untuk bahan baku tapioka itu. Tapi singkong biasa juga enggak persoalan," katanya. 

Bertanam singkong kata Hasan, butuh waktu 8-10 baru panen. Modal duit Rp30 juta, petani bisa menghasilkan duit Rp40 juta bersih. Itu baru dari hasil satu hektar. "Sebab kalau bibit bagus, satu hektar itu bisa menghasilkan 40-120 ton singkong," Hasan merinci. 

Lantaran hasilnya menggiurkan, Hasan yakin petani akan mau bertanam singkong. "Hasil dua hektar sawit hanya Rp4 juta sebulan. Sementara kalau bertanam singkong, bisa Rp8 juta sebulan," katanya. 

Bertanam singkongpun menurut Hasan sangat bersahabat dengan alam. Tanah menjadi gembur. Beda dengan bertanam sawit yang membikin air cepat mengering. "Sawit itu sangat rakus dengan air," ujarnya.


TOPIK TERKAIT

# Tinggalkan PNS Demi Singkong
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
  • Kapolres Kepulauan Meranti Tingkatkan Kebersamaan Lewat Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H

    Senin, 30 Mar 2026 | 13:44 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :