Home / Riau / Tinjau Jalan Sungai Juling Ambruk, Bupati Kepulauan Meranti Instruksikan Perbaikan Sementara
Tinjau Jalan Sungai Juling Ambruk, Bupati Kepulauan Meranti Instruksikan Perbaikan Sementara
Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar tinjau ruas jalan ambruk. Foto Nur/katakabar.com.
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Asmar bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti tinjau kondisi Jalan Sungai Juling yang alami rusak parah, Selasa (4/3).
Beberapa ruas jalan di titik tertentu di kawasan Pasar Sungai Juling alami ambrol di beberapa sisi dengan lubang yang cukup besar. Kondisi ini meresahkan para pedagang karena lokasinya yang berdekatan langsung dengan laut.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, Asmar segera turun ke lokasi bersama Dinas PUPR untuk melihat kondisi jalan yang ambruk.
"Bupati beserta rombongan melakukan peninjauan agar jalan yang ambruk ini segera bisa digunakan kembali oleh masyarakat dan mencegah adanya korban. Untuk sementara, perbaikan darurat akan dilakukan agar aktivitas tetap berjalan," ujar Bupati.
Sebagai langkah awal, Bupati menginstruksikan Dinas PUPR untuk memasang papan satu inci guna memastikan pedagang di Pasar Modern tetap bisa beraktivitas seperti biasa.
"Ke depan, pemerintah melihat ketersediaan anggaran. Jika memungkinkan, Jalan Sungai Juling inivdirenovasi secara menyeluruh," jelasnya.
Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan, pelantar di kawasan tersebut sebenarnya bukan diperuntukkan sebagai pasar, melainkan sebagai jalan penghubung. Tapi, masyarakat telah terbiasa berjualan di sana, pihaknya tidak bisa serta-merta melarang aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
"Pak Bupati tetap berkeinginan membenahi pelantar ini secara maksimal. Jika memungkinkan, pengajuan anggaran untuk perbaikan Jalan Sungai Juling akan dilakukan pada 2026 nanti melalui perencanaan di Bappeda, mengingat peranannya dalam mendukung perekonomian masyarakat," katabperwakilan Dinas PUPR.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindak) Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan menimpali, meski kawasan tersebut bukan pasar resmi, masyarakat nelayan setempat sudah terbiasa berjualan di sana.
"Sejauh ini, masyarakat enggan dipindahkan ke Pasar Modern lantaran sudah nyaman berjualan di lokasi tersebut. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam penataan kawasan pasar," terangnya.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Sambut Ramadhan 1446 H
AKBP Kurnia S Lepas Konvoi Baksos Polri Presisi Bersama Mahasiswa, Aliansi BEM dan OKP








Komentar Via Facebook :