Trotoar Jalan Hang Tuah Duri Perlahan Luput Dari Pandangan

Duri, katakabar.com - Trotoar Jalan Hang Tuah Duri, persis pada jalur sebelah kiri dari arah simpang lampu merah, Pokok Jengkol, yang berada di kawasan Kelurahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, sepanjang 80 meter mulai hilang dari pandangan.

Soalnya, trotoar itu telah semak ditutupi ragam reremputan setinggi 30 centimeter hingga 50 centimeter. Bahkan trotoar sepanjang 80 meter mulai hilang dari pandangan tadi, sekitar 20 meter sudah ditutupi tanah campur pasir ditumbuhi rerumputan bak bukit kecil.

Trotoar Jalan Hang Tuah Duri kondisinya makin parah lantaran terlihat tumpukan sampah rumah tangga di titik tertentu. Meski tumpukan sampah diangkut petugas kebersihan setiap hari, sampah tersebut tetap menumpuk jadi lokasi lalat-lalat berpesta pora, berdansa dan bercanda caca-caca.

Hal itu sudah berlangsung lama, entah sudah berapa orang Camat Mandau bergonta ganti dan entah sudah berapa orang pula Kepala Unit Pelayanan Tekhnik Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Mandau silih berganti, datang dan pergi.

Tapi, trotoal mulai hilang dari pandangan gegara ditutupi ragam rerumputan, Sampah, dan tanah campur pasir masih begitu-begitu saja dari dulu, sejak era Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh hingga kini.

"Kalau tak salah, ragam rerumputan pernah dibersihkan. Seingat saya sudah lumayan lama, beberapa bulan atau setahun lalu, ujar warga tak mau ditulis namanya saat ditanya wartawan, pada Sabtu (4/12) weekend lalu.

Kapan trotoar Jalan Hang Tuah itu terlihat seperti dulu? Apakah kita tidak rindu melihat warga berjalan kaki dan berlari-lari kecil diatas trotoar yang telah menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis, notabene uang rakyat!

Padahal, di lokasi yang sama tak jauh dari trotoar hilang dari pandangan tadi, persis di depan gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau trotoar tampak bersih dan rapi.

Warga berlatar belakang ragam profesi dari sopir truk, tukang ojek serta lainnya senang nongkrong sambil menikmati air kelapa muda dan minuman lainnya yang dijual sejumlah kaum ibu rumah tangga di sana.

Kaum ibu rumah tangga yang mengais rezeki dengan berjualan di bibir Jalan Hang Tuah di depan gedung LAMR Kecamatan Mandau layak diucapkan terimakasih dan diberi apresiasi. Lantaran berkat sentuhan lembut jari jemari mereka suasana Jalan Hang Tuah sebelum ke lokasi trotoar mulai hilang dari pandangan jadi hidup dan menjadi pusat perputaran ekonomi warga kelas bawah.

Kita cuma bisa berharap dan berharap lagi kepada pemerintah dan dinas terkait membersihkan dan merawat trotoar agar bermanfaat dan bisa digunakan sesuai tujuan awal pembangunan trotoar Jalan Hang Tuah Duri.

Untuk masyarakat, khususnya oknum-uknum warga yang sembarangan membuang sampah rumah tangga, sudahilah. Mari bersama-sama tanamkan rasa memiliki terhadap daerah ini. Duri adalah milikku, milikmu dan milik kita. Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan daerah ini, siapa lagi! Tak mungkin orang atau warga dari luar membersihakan daerah ini.

Untuk itu, penting kesadaran ditanamkan dari lubuk hati yang paling dalam tidak lagi membuang sampah sembarangan. Apalagi di lokasi dan titik-titik keramaian kawasan perkotaan Duri. Bila kita bersama pasti bisa menjadikan daerah tempat tinggal kita beranak pinak bersih, asri dan indah, serta elok dipandang mata.

Editor : Sahdan

Berita Terkait