Inhu, katakabar.com - Rahasia di balik gerakan Forum Tiga Desa Satu Kelurahan yang selama ini tampil mendukung PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, dibongkar oleh masyarakat setempat. 

Ialah Rozali Noor Rohman. Mantan Lurah Sekip Hilir sekaligus mantan anggota forum tersebut membeberkan dugaan praktik transaksional yang terjadi dalam mendukung korporasi sawit milik pengusaha asal Kota Pekanbaru almarhum nama Dedi Handoko (DH) tersebut. 
 
Rozali mengatakan, Forum Tiga Desa Satu Kelurahan dibentuk pada Januari 2026 yang beranggotakan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga dari empat wilayah binaan perusahaan yakni Desa Sungai Raya, Desa Paya Rumbai, Desa Talang Jerinjing, dan Kelurahan Sekip Hilir. 

Namun, kata Rozali, terselubung di balik misi dukungan itu sistem imbalan yang diatur secara rapi.
 
"Setiap anggota forum digaji Rp 1,5 juta per bulan. Kalau warga yang dikerahkan jadi massa saat ada aksi, mereka dibayar Rp 150 ribu per orang," ungkap Rozali kepada wartawan di Pematang Reba, Inhu Rabu (29/7) malam lalu. 
 
Ia memaparkan, pada awalnya honor diserahkan tunai oleh utusan PT SBP. Seiring berjalannya waktu, mekanisme berubah menjadi transfer yang dikoordinir oleh Supri Handayani alias Ando, yang juga disebut sebagai Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri.
 
Rozali mengaku berhenti menerima honor sejak Januari 2026, seiring berakhirnya masa jabatan sebagai lurah. Posisinya di forum pun digantikan oleh pejabat baru. Meski sudah keluar, mantan pengurus ini menyatakan aktivitas pembayaran kepada anggota lain masih berlangsung hingga kini.
 
Gerakan forum ini disebutnya berada di bawah kendali atas nama Zaudi Alamsyah selaku koordinator. Dalam struktur keanggotaan tercatat nama-nama pejabat desa setempat, seperti Kades Paya Rumbai Muksin, Pj Sekdes Talang Jerinjing Sarman, dan Kades Sungai Raya Erwanto, serta puluhan nama lainnya yang diduga menerima gaji bulanan.