Binjai, Katakabar – Dugaan pengeroyokan terhadap Dedi, Ketua Aliansi Pemuda dan Tukang Parkir (PETIR), sesaat sebelum aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, memunculkan pertanyaan baru terkait persoalan tata kelola parkir yang selama ini menjadi sorotan.
Dedi mengaku menjadi korban pengeroyokan dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh dua orang berinisial MI dan SI. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Binjai dengan nomor LP/B/339/VI/2026/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 11 Juni 2026.
Insiden itu terjadi ketika PETIR bersama sejumlah mahasiswa bersiap menyampaikan aspirasi terkait kebijakan kenaikan setoran parkir yang dinilai tidak sejalan dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Binjai.
Dalam aksi tersebut, mereka mempertanyakan tidak tercapainya target PAD sektor parkir selama periode 2022 hingga 2024 meski setoran dari juru parkir disebut terus meningkat. Sorotan terhadap sektor parkir bukan tanpa alasan.
Selama beberapa tahun terakhir, pengelolaan perparkiran berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai. Namun hingga kini, persoalan dugaan kebocoran PAD parkir yang sempat menjadi perhatian publik masih belum menemukan kejelasan.
Ketua PETIR Diduga Dikeroyok Jelang Demo Parkir, Praktisi Hukum Desak Polisi Bertindak
Diskusi pembaca untuk berita ini