AS-Iran

Sorotan terbaru dari Tag # AS-Iran

Bittime: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Dorong Sentimen Positif Pasar Kripto Internasional
Internasional
7 jam yang lalu

Bittime: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Dorong Sentimen Positif Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Platform pedagang aset kripto Bittime menilai meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk pasar kripto. Kesepakatan damai yang dicapai kedua negara dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko, setelah sebelumnya pasar dibayangi ketidakpastian akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif.  Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer secara permanen dan menjadi sinyal meredanya tensi geopolitik yang selama ini memengaruhi sentimen pasar global. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Iran telah rampung, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Pasar Keuangan Global Menguat dan Bitcoin Ikut Naik Respons positif langsung terlihat di berbagai pasar keuangan global per Senin (15/6) lalu. Dalam sehari terakhir, indeks Nasdaq menguat 0,31 persen, Dow Jones naik 0,70 persen, S&P 500 naik 0,50 persen, sementara NYSE Composite bertambah 0,78 persen. Sentimen serupa terlihat di pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,67 persen ke level 6.228. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Pasar kripto turut menunjukkan pergerakan positif. Data CoinMarketCap menunjukkan harga Bitcoin berada di kisaran US$ 65.636 atau naik 1,86 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,12 persen. Kenaikan harga Bitcoin tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global. Sebagai aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin kerap menjadi salah satu indikator utama yang mencerminkan minat investor terhadap aset berisiko ketika kondisi pasar global membaik. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan meredanya ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto seperti Bitcoin. “Ketika ketidakpastian geopolitik mulai mereda, kepercayaan investor umumnya ikut meningkat. Kondisi ini dapat mendorong aliran dana kembali masuk ke berbagai aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya yang selama ini sensitif terhadap perubahan sentimen global,” ujar Ryan. Menurut Ryan, penguatan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global. Namun, investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan harga aset digital. “Kabar perdamaian antara AS dan Iran dapat menjadi katalis positif bagi pasar kripto dalam jangka pendek. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor lain seperti arah suku bunga, kondisi likuiditas global, serta perkembangan ekonomi makro yang juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto,” jelasnya. Ryan menambahkan investor perlu tetap mengedepankan pendekatan investasi yang terukur di tengah dinamika pasar kripto yang masih tinggi. Pemahaman terhadap fundamental aset digital dan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan investasi. “Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas yang tinggi sehingga investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Penting untuk memahami fundamental aset yang dipilih, meningkatkan literasi investasi, serta terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak,” tambah Ryan. Sebagai platform aset global untuk Indonesia, Bittime melihat minat investor domestik terhadap aset global terus meningkat seiring semakin terbukanya akses terhadap berbagai instrumen investasi internasional. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa investor Indonesia semakin aktif mencari peluang diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Bittime menghadirkan akses ke berbagai aset global yang dapat membantu investor memperoleh eksposur terhadap perusahaan dan indeks global. Sejumlah aset tokenisasi berbasis real-world assets (RWA) yang saat ini banyak diminati pengguna Bittime antara lain Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX). Bittime juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital agar masyarakat dapat memahami peluang dan risiko investasi secara lebih komprehensif. Dengan pemahaman yang baik terhadap Bitcoin, aset kripto, dan perkembangan pasar global, investor diharapkan dapat membangun strategi investasi yang lebih matang dan berkelanjutan.

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru! Internasional
Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 19:00 WIB

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru!

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga Bitcoin kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mencatat kenaikan 1,0 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/4) ke level US$72.258. Kenaikan ini bahkan melampaui pertumbuhan total pasar kripto yang hanya naik 0,79 persen, menandakan adanya dorongan kuat dari faktor eksternal, khususnya sentimen global. Lonjakan harga ini terjadi di tengah kabar meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu reli luas pada aset berisiko, termasuk saham dan kripto. Sentimen Global Jadi Pemicu Utama Kenaikan Bitcoin kali ini tidak terlepas dari pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang berlangsung selama dua minggu pada awal April 2026. Kabar ini langsung menurunkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko. Efeknya terlihat jelas di berbagai pasar. Indeks S&P 500 naik 1,9 persen, sementara Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi sebesar 0,88 terhadap indeks tersebut, menegaskan bahwa pergerakan kripto saat ini sangat dipengaruhi kondisi makro global. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan peran Bitcoin sebagai aset berisiko dalam ekosistem keuangan global. “Reli Bitcoin saat ini lebih mencerminkan perubahan sentimen makro global, terutama meredanya risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya, bukan didorong oleh faktor fundamental internal semata,” ujar Fyqieh. Likuidasi Besar dan Breakout Teknikal Perkuat Kenaikan Selain sentimen geopolitik, kenaikan harga Bitcoin juga diperkuat oleh faktor teknikal dan aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi posisi short senilai US$427 juta, yang memicu efek domino berupa aksi beli paksa. Tekanan beli ini semakin memperkuat momentum setelah Bitcoin berhasil menembus level penting Fibonacci di kisaran US$71.515. Secara teknikal, indikator RSI 7 hari berada di level 67,49, yang menunjukkan tren bullish namun belum memasuki kondisi jenuh beli. Fyqieh menilai kombinasi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pergerakan harga. “Likuidasi di pasar derivatif menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan. Ditambah dengan breakout di level teknikal kunci, ini memberikan validasi bahwa tren naik masih memiliki kekuatan, setidaknya dalam jangka pendek,” jelasnya. Peran Data Inflasi dan Kebijakan The Fed Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Inflasi PCE Februari tercatat sebesar 2,8 persen secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar, sementara inflasi inti berada di level 3 persen. Stabilnya inflasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga tidak meningkat signifikan, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel. Tetapi, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI Maret yang diperkirakan naik menjadi 3,3 persen secara tahunan. Data ini menjadi penting karena mencerminkan dampak langsung dari konflik geopolitik terhadap inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi. “Pasar saat ini berada dalam fase yang sensitif terhadap data ekonomi. Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka narasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan bisa menekan Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan,” kata Fyqieh. Outlook Jangka Pendek: Peluang Naik Masih Terbuka Tapi Rapuh Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan selama mampu bertahan di atas level US$71.500. Jika level ini terjaga, harga berpeluang menguji resistance di kisaran US$72.545 hingga US$73.500. Tetapi, risiko koreksi tetap terbuka, terutama jika gencatan senjata antara AS dan Iran tidak bertahan atau ketegangan geopolitik kembali meningkat. Dalam skenario analisis Tokocrypto, Bitcoin berpotensi turun ke area support di sekitar US$68.700. Fyqieh menegaskan stabilitas makro menjadi kunci utama pergerakan pasar saat ini. “Tren saat ini memang bullish, tetapi sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Investor perlu tetap waspada terhadap perubahan sentimen yang bisa terjadi dengan cepat,” ujarnya. Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bagaimana aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika global. Reli yang terjadi bukan hanya hasil dari faktor internal, tetapi juga refleksi dari perubahan sentimen investor terhadap risiko global. Kombinasi sentimen geopolitik, tekanan derivatif, dan dukungan teknikal, Bitcoin memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. Tetapi, ketidakpastian yang masih tinggi membuat pasar tetap berada dalam kondisi yang rapuh. Pelaku pasar diharapkan tidak hanya melihat peluang, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu seiring perubahan kondisi global.