Batas

Sorotan terbaru dari Tag # Batas

Batas Gencatan Senjata Amerika vs Iran 21 Hingga 22 April, Trading USDT IDR Bittime Meroket 85 Persen Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 19 April 2026 | 13:10 WIB

Batas Gencatan Senjata Amerika vs Iran 21 Hingga 22 April, Trading USDT IDR Bittime Meroket 85 Persen

Jakarta, katakabar.com - Ketegangan politik internasional antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya sempat mereda pasca kebijakan gencatan senjata kedua belah pihak. Tetapi, mendekati batas waktu perjanjian Amerika-Iran belum juga menunjukkan sinyal perdamaian. Bertepatan dengan ini volume trading USDT/IDR di Bittime terpantau meroket 85 persen dalam 24 jam terakhir, Jumat (17/4). Sebelumnya, menurut laporan dari CNBC Indonesia, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran semakin dekat mencapai kesepakatan besar terkait konflik dan program nuklir Iran. Ia menyebut Iran setuju menyerahkan uranium yang diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan. Meski klaim ini memberikan harapan baru bagi perdamaian dunia, pasar global tetap merespons dengan kewaspadaan yang tinggi. Sebab, apabila kesepakatan tersebut gagal dicapai Amerika Serikat akan kembali memberikan ancaman militer dan blokade ekonomi yang ketat terhadap Iran. Selaras dengan ini, banyak analis memprediksi bahwa jika upaya gencatan senjata diplomatik ini kembali gagal, nilai Dollar Amerika Serikat (USD) akan berpotensi meningkat lebih jauh, sehingga banyak investor Investor yang semakin berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. Salah satu aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah Tether ($USDT) karena likuiditas harga nya berbanding 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (USD), sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil dan berpotensi meningkat. Selain itu sebagai aset kripto, $USDT bersifat fraksional sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah. Sejalan dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan volume perdagangan USDT/IDR yang terpantau meroket hingga ke level 85 persen. Fenomena ini dipandang sebagai bentuk respon pasar terhadap nilai tukar rupiah yang tidak dapat diprediksi dan cenderung tertekan di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini. Tetapi perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Apalagi aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Untuk itu, sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS Internasional
Internasional
Jumat, 15 Agustus 2025 | 11:41 WIB

Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS

Jakarta, katakabar.com - Harga emas bergerak datar di pasar spot, sementara kontrak berjangka di Comex sempat mencetak rekor baru di sekitar $3.534 per 100 troy ons setelah muncul laporan rencana Amerika Serikat menerapkan tarif pada impor batangan emas. Di tengah kabar tersebut, fokus pelaku pasar beralih ke rangkaian data inflasi yang akan rilis pekan ini. Volatilitas pun meningkat di area psikologis $3.400, apalagi pada awal sesi Asia XAU/USD sempat menarik minat jual di sekitar $3.390 seiring pemulihan moderat Dolar AS yang menekan komoditas berdenominasi greenback. Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia menilai sinyal teknikal mulai kehilangan tenaga. Kombinasi pola candlestick dan pergerakan Moving Average menunjukkan momentum bullish melemah dibanding pekan lalu. Ia menekankan $3.400 sebagai rintangan terdekat yang perlu ditembus agar reli berlanjut. Selama dorongan fundamental baru belum hadir, reli cenderung terbatas. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mencuat, area $3.350 dipandang sebagai penopang awal yang layak diawasi untuk mengukur kekuatan buyer jangka pendek. Dari sisi fundamental, sentimen emas masih ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas pasar yang tinggi tercermin dari respons terhadap data tenaga kerja yang mengecewakan serta revisi turun untuk Mei hingga Juni mendorong persepsi nada kebijakan The Fed kian seimbang. Komentar Gubernur The Fed Michelle Bowman mengenai kerentanan pasar tenaga kerja dan peluang penurunan suku bunga lebih lanjut pada 2025 ikut memperkuat pandangan tersebut. Tapi, pemulihan Dolar AS dan potensi kenaikan imbal hasil bila inflasi kembali kaku berisiko membatasi kenaikan bullion. Dukungan struktural datang dari Tiongkok. Data resmi menunjukkan People's Bank of China menambah cadangan emas pada Juli, memperpanjang rangkaian pembelian hingga sembilan bulan berturut-turut. Arus pembelian bank sentral ini menjadi bantalan penting bagi harga emas di tengah ketidakpastian kebijakan dan gejolak tarif global.