Belum Optimal

Sorotan terbaru dari Tag # Belum Optimal

Potensi Ekspor CPO Besar Tapi Belum Digarap Optimal di Bengkulu Nasional
Nasional
Senin, 23 Oktober 2023 | 18:32 WIB

Potensi Ekspor CPO Besar Tapi Belum Digarap Optimal di Bengkulu

Bengkulu, katakabar.com - Potensi ekspor Crude Palm Oil (CPO) besar, tapi belum digarap dan dimanfaatkan secara optimal di Provinsi Bengkulu. Lihat, hingga saat ini belum ada eksportir CPO yang beroperasi di daerah itu. Kepala Karantina Pertanian Bengkulu, drh Bukhari mengamini hal itu. Faktanya, ujar Bukhari, belum ada pabrik yang mengekspor CPO ke luar negeri dari Bengkulu. Potensi ekspor CPO dari Bengkulu besar, tapi belum ada yang ekspor komoditas ini dari Bengkulu," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (21/10). Pengusaha di Bengkulu, harap Bukhari, dapat menjadi eksportir CPO dan menjadi pemain utama dalam bisnis ini. "Kita harap pengusaha di Bengkulu bisa berdagang lintas negara, tidak hanya lokal, biar untungnya lebih besar," katanya. Menurut hitung-hitungan Bukhari, menjadi eksportir CPO tidak rugi. Jika harga tender di KPBN Rp10.000 per kilogram, untuk membeli CPO sebanyak 1 ton, eksportir hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp10 juta. Lalu, CPO dapat dijual ke India dengan harga sekitar US$1.100 per ton atau setara dengan Rp16,5 juta (kurs US$1=Rp15.000), termasuk biaya, asuransi, dan pengangkutan untuk pengiriman. "Itu berarti eksportir dapat menghasilkan untung sekitar Rp6,5 juta," bebernya. Itu jadi bukti, tutur Bukhari, menjadi eksportir CPO lintas negara tidak rugi, terutama kalau pengusaha memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sendiri dapat untung yang lebih besar. Tap itu tadi, meski untung besar, banyak PKS di Bengkulu lebih memilih menjual CPO kepada eksportir dalam negeri. Alasnya, tidak ingin repot dalam pengurusan dokumen ekspor. "Memang, rata-rata memilih menjual kepada eksportir dalam negeri, seperti di Pelabuhan Telur Bayur Sumatera Barat, mereka nilai lebih sederhana lantaran tidak perlu mengurus izin dan dokumen ekspor," imbuhnya.

TKKS Melimpah Bisa Sumber Energi Terbarukan Penggunaan Belum Optimal Nasional
Nasional
Selasa, 26 September 2023 | 19:18 WIB

TKKS Melimpah Bisa Sumber Energi Terbarukan Penggunaan Belum Optimal

Bengkulu, katakabar.com - Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) termasuk limbah sangat melimpah di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) . Limbah ini sesungguhnya bisa diolah jadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti biogas dan listrik ramah lingkungan. Tapi Sayang, di Provinsi Bengkulu, salah satu sentra kelapa sawit di Pulau Sumatera, TKKS punya potensi sebagai sumber energi belum belum digunakan secara optimal. Mantan Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Ahyan Endu menjelaskan, salah satu alasan mengapa TKKS belum dimanfaatkan untuk sumber energi disebabkan biaya pengolahan yang tinggi. Bayangkan, butuh investasi berkisar Rp7 juta untuk menghasilkan 4,5 liter gas. Ini tantangannya bagi banyak pihak, terutama di daerah sumber daya terbatas. "Bisa jadi banyaknya TKKS belum dimanfaatkan maksimal menjadi biogas dan listrik di Bengkulu lantaran biaya pembangunan infrastruktur yang cukup mahal," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (26/9). TKKS ini bisa dimaksimalkan penggunaannya, tuturnya, kerja sama dengan investor langkah cukup bijaksana. "Keterlibatan investor, tidak hanya biaya infrastruktur bisa ditangani dengan lebih baik, tapi pengelolaan sumber daya dan produksi energi yang lebih efisien," bebernya. Pemangku kepentingan belum sepenuhnya memanfaatkan potensi TKKS, salah satunya pabrik kelapa sawit itu sendiri. Meski pabrik memiliki akses ke sumber daya ini, tapi belum mengeksplorasi potensi secara optimal. "TKKS bisa menjadi kesempatan untuk mengurangi biaya operasional pabrik dan mendukung energi terbarukan, tapi itu terlewatkan," terangnya. Pemerintah Daerah (Pemda) saran Ahyan, memberikan insentif dan dukungan kebijakan untuk mendorong pemanfaatan TKKS sebagai sumber energi terbarukan. "Langkah ini bisa motivasi investor untuk berinvestasi guna melakukan pengolahan TKKS menjadi biogas dan listrik," sebutnya. Selama ini TKKS sering diabaikan lantaran dianggap limbah. Kita bisa mengubahnya jadi sumber energi terbarukan dapat bermanfaat bagi lingkungan dan peningkatan perekonomian, tambahnya.