Berkebun

Sorotan terbaru dari Tag # Berkebun

Terlanjur Berkebun Sawit di Kawasan Hutan, 600 Petani Daftar Program Perhutanan Sosial Nasional
Nasional
Rabu, 18 Oktober 2023 | 21:42 WIB

Terlanjur Berkebun Sawit di Kawasan Hutan, 600 Petani Daftar Program Perhutanan Sosial

Bengkulu, katakabar.com - Masyarakat dua desa di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terlanjur berkebun kelapa sawit di kawasan hutan. Luas kawasan hutan yang ditanami 'emas hijau' nama lai dari kelapa sawit 4.638 hektar. Rinciannya, seluas 2.312 hektar berada di Desa Lubuk Selandak dan 2.376 hektar lainnya di Desa Retak Mudik. Sementara, para petani yang terlanjur berkebun kelapa sawit di kawasan hutan sebanyak 600 orang, masing-masing 200 orang dan Desa Retak Mudik 400 orang. Lantaran terlanjur, merek mengusulkan dapat program perhutanan sosial ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Mukomuko, Aprin Sihaloho SHut mengatakan, saat ini usulan dari kedua desa masih menunggu verifikasi dari KLHK RI. "Saya belum dapat informasi pasti berapa luas lahan yang disetujui oleh kementerian. Masih menunggu verifikasi dari KLHK," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (18/10). Sebelumnya, kata Aprin, ada delapan desa yang mengajukan program perhutanan sosial. Tapi, hanya dua desa yang telah melengkapi berkas usulan. "Kita harapkan nanti desa yang belum melengkapi itu bisa segera mengajukan," jelasnya. Bila kedua desa ini dapat persetujuan program perhutanan sosial dari KLHK, para petani wajib patuhi sejumlah aturan yang ditetapkan. Salah satunya, warga yang dapat program ini hanya berhak mengelola kebun sawit dalam kawasan hutan selama 35 tahun. Setelah itu, tidak boleh dilakukan peremajaan sawit. "Nanti dibuat Peraturan Desa (Perdes) salah satunya menekankan kewajiban menjaga dan melindungi kawasan hutan yang ada di wilayah desa mereka," terangnya. Di Kabupaten Mukomuko sudah ada dua desa yang dapat program perhutanan sosial, yakni Desa Tunggang dan Desa Karya Mulya dengan luas lahan 203 hektar. "Kita berharap masyarakat dua desa bersabar, semoga KLHK segera memverifikasi dan menyetujui usulan yang diajukan," sebutnya.

Kata Rosmala Susah Berkebun Sawit Cuma Tiga Tahun Nikmati Hasil Jangka Panjang Nasional
Nasional
Minggu, 03 September 2023 | 17:05 WIB

Kata Rosmala Susah Berkebun Sawit Cuma Tiga Tahun Nikmati Hasil Jangka Panjang

Bengkulu, katakabar.com - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi ungkap fakta menarik tentang kehidupan para petani kelapa sawit di daerahnya. Dari data yang dikumpulkan menunjukkan, menjadi seorang petani kelapa sawit tidak cuma memerlukan kerja keras saat proses penanaman, tapi menawarkan imbalan jangka panjang yang mengesankan. "Seorang petani kelapa sawit di Bengkulu mesti bersabar 3 tahun lamanya sebelum benih kelapa sawit yang ditanam mulai menghasilkan. Proses ini memerlukan perawatan dan dedikasi yang tinggi agar tanaman dapat tumbuh subur dan sehat," ujar Rosmala dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (3/9). Kata Rosmala lagi, memang sebelum tanaman kelapa sawit menghasilkan, petani harus kerja keras dan bersabar merawat tanaman kelapa sawit 3 tahun lamanya. Setelah bertahun-tahun bekerja keras merawat kebun kelapa sawit tuturnya, petani kelapa sawit akhirnya memperoleh hasilnya. Tapi, kisah ini semakin menarik adalah setelah mencapai tahap ini, para petani bisa menikmati hasil TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit selama 25 tahun ke depan. "Dengan masa panen selama 25 tahun, para petani kelapa sawit memiliki stabilitas ekonomi yang kuat untuk masa depan," cetus Rosmala. Sejalan dengan Rosmala para petani kelapa sawit di Bengkulu merespon positif. Menurut seorang petani sawit berpengalaman, Slamet, merawat tanaman sawit hanya butuh waktu 3 tahun. Setelahnya tinggal menikmati hasil panen tanaman kelapa sawit. "Kita semangat untuk bekerja 3 tahun lamanya, setelah itu kita menghasilkan TBS kelapa sawit," terangnya. Meski menguntungkan, para petani sawit di Bengkulu menyadari pentingnya untuk tidak telat memberikan pupuk. Keterlambatan memberikan pupuk akan berpengaruh terhadap produksi TBS kelapa sawit. "Walaupun tanaman kelapa sawit telah berbuah tapi untuk meningkatkan produktivitas, petani tetap harus menjaga pupuk dan jangan sampai terlambat," pesannya.