Fondasi

Sorotan terbaru dari Tag # Fondasi

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi Nasional
Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 15:53 WIB

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan terus jaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Kurun tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian sebelas juta jam kerja selamat. Hal ini sebuah hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan melibatkan total 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan tidak lagi dimaknai sebatas kepatuhan terhadap prosedur, tetapi kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Transformasi itu ditopang dengan langkah modernisasi, di antaranya melalui implementasi SHIELD AI. Penerapan tersebut, yakni sebuah proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden. Di sisi lain, budaya pencegahan tumbuh semakin nyata di lapangan. Tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain. Pasalnya, keselamatan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pencapaian sebelas juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” kata Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya. Setiap laporan baik UA/UC, ulas Nyoman, setiap langkah inspeksi dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama. Transformasi HSE di Zona Rokan juga menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Ia menegaskan capaian ini bukanlah langkah terakhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. “Kami pastikan setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Di sisi lain, melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya. Di tengah dinamika industri migas yang kompleks, Zona Rokan menunjukkan keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya berjalan beriringan.saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Karena akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah upaya menekan insiden dan menjaga setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Freeport Indonesia Tetap Jadi Penopang dan Fondasi Ekonomi Papua Ekonomi
Ekonomi
Senin, 13 April 2026 | 18:03 WIB

Freeport Indonesia Tetap Jadi Penopang dan Fondasi Ekonomi Papua

Jakarta, katakabar.com - PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus menjadi penopang utama perekonomian di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika. Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika pada 2025 tercatat tetap tinggi sebesar Rp131,07 triliun. Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi. Pada 2025, kontribusi sektor ini tercatat sebesar Rp114,48 triliun. Porsi kontribusi dari sektor tambang terhadap total PDRB pun meningkat. Pada 2025, kontribusinya mencapai 14,51 persen, naik dari 12,35 persen pada 2024. Dari sisi kontribusi fiskal, pada 2025 PTFI mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 4 persen atau senilai 112,4 juta dolar AS, serta kontribusi untuk pemerintah daerah sebesar 6 persen atau 168,6 juta dolar AS. Total kontribusi langsung tersebut mencapai 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS). Selain itu, kontribusi royalti PTFI tercatat sebesar 345,8 juta dolar AS atau setara Rp5,9 triliun. Dari sisi ketenagakerjaan, pada 2025 total ekosistem tenaga kerja PTFI mencapai sekitar 34.000 orang, terdiri dari 6.630 karyawan langsung dan 27.707 tenaga kerja kontraktor. Sebagian besar tenaga kerja terserap di wilayah operasional Papua, serta fasilitas hilirisasi seperti smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) di Gresik. Selain kontribusi langsung, aktivitas PTFI juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui rantai pasok dan kegiatan ekonomi turunan lainnya. Di sisi sosial, belanja program pengembangan masyarakat pada 2025 mencapai 86,2 juta dolar AS, yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kontribusi PTFI dalam lima tahun terakhir semakin signifikan, terutama setelah proses divestasi yang membuat kepemilikan Indonesia mencapai 51 persen. “Kontribusi Freeport untuk negara itu besar sekali, baik dari dividen maupun pajak. Sekarang juga terus berekspansi hingga ke hilirisasi, sehingga tidak hanya kontribusi fiskalnya besar, tapi juga potensi serapan tenaga kerja,” ujar Ferdy. Menurutnya, keberadaan PTFI menjadikan Papua sebagai salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional, terutama melalui komoditas strategis seperti emas dan tembaga. “Tembaga itu penting untuk industri, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik. Ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” jelasnya. Ferdy menyoroti transformasi operasional PTFI di bawah MIND ID dari tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground) sebagai capaian besar dengan standar internasional dan nilai investasi yang signifikan. “Investasinya sangat besar, bisa mencapai 15 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia,” ucapnya. Dari sisi daerah, ia menambahkan kontribusi PTFI terhadap perekonomian Papua, khususnya Mimika, sangat dominan, termasuk melalui kepemilikan saham daerah sebesar 10 persen yang memberikan tambahan dividen bagi pemerintah daerah. Tetapu, Ferdy mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut. “Freeport sudah berkontribusi besar untuk negara dan daerah. Harapannya, dana itu benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Papua,” bebernya. Selain itu, ia menilai PTFI telah memberikan kontribusi sosial melalui pembangunan fasilitas seperti rumah sakit dan infrastruktur olahraga di Mimika, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat lokal. Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pendapatan daerah dalam APBD 2026 sebesar Rp2,43 triliun. Dengan kontribusi yang besar terhadap struktur ekonomi dan fiskal daerah, PTFI diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.

Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional Nasional
Nasional
Senin, 16 Februari 2026 | 12:10 WIB

Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, katakabar.com - MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia konsisten dukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan batu bara yang andal dan berkelanjutan. Melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID terus mendorong peningkatan kapasitas produksi yang menjadi salah satu penopang utama bauran energi nasional. Saat ini, Bukit Asam memiliki kapasitas produksi sebesar 43 juta ton per tahun dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga mencapai 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Sebagian besar produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana sekitar 52 persen produksi untuk mencukupi kebutuhan listrik domestik. Ke depan, permintaan batu bara domestik diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, serta pengembangan hilirisasi di dalam negeri. Untuk memastikan kelancaran pasokan tersebut, Bukit Asam memulai pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. Fasilitas ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Hingga periode 31 Januari 2026, progres pembangunan CHF dan TLS 6-7 mencapai 80,81 persen. Untuk memastikan penyelesaian proyek, PTBA telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank HIMBARA. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya energi yang besar. MIND ID sebagai salah satu pengelola cadangan batu bara nasional terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden. "Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” kata Tedy dalam Kunjungan Kerjanya ke Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Kamis (12/2) lalu. Tedy menambahkan, melalui pilar strategis optimalisasi logistik, PTBA akan terus didorong untuk melakukan peningkatan kapasitas angkutan sebagai prioritas utama. “Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Lindungan Baja Nasional Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri Nasional
Nasional
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:49 WIB

Lindungan Baja Nasional Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) sambut pernyataan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita soal pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, di pertengahan Desember 2025 lalu. Di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks dan tidak sepenuhnya simetris, sikap tersebut mencerminkan kesadaran negara dalam menjaga keberlanjutan industri nasional yang bersifat fundamental, termasuk industri baja. Sebagai industri hulu yang menopang berbagai sektor strategis, baja memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional. Proteksi Baja Sebagai Arus Utama Global Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan perlindungan industri baja bukanlah praktik eksklusif atau menyimpang, melainkan bagian dari arus utama kebijakan perdagangan internasional. “Pengalaman Korea Selatan menunjukkan bahwa bahkan kampiun baja dunia sekalipun tetap membutuhkan instrumen perlindungan perdagangan. Proteksi baja bukan tanda kelemahan industri, tetapi bagian dari tata kelola untuk menjaga keberlanjutan di tengah distorsi pasar global,” kata Widodo. Ia menjelaskan Korea Selatan secara konsisten menggunakan instrumen trade remedies, termasuk bea anti dumping, untuk menjaga pasar domestik dari tekanan impor yang merugikan produsen nasional. Pendekatan serupa juga dilakukan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga negara-negara ASEAN seperti Thailand dan Malaysia. Mewujudkan Persaingan Adil Bagi Krakatau Steel Group, sinyal kebijakan tersebut memiliki arti penting dalam menciptakan level playing field yang adil bagi industri baja nasional. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menerangkan industri baja nasional membutuhkan proteksi dalam negeri agar transformasi yang tengah dilakukan dapat berjalan optimal. “Industri baja adalah fondasi industrialisasi. Tanpa kebijakan yang adil dan berimbang, industri strategis nasional akan terus tertekan oleh praktik perdagangan global yang tidak simetris,” jelas Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Ia menambahkan Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta penguatan struktur bisnis, tetapi upaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan industri yang berpihak pada kepentingan nasional. “Proteksi yang terukur memastikan industri baja nasional tumbuh sehat, berkelanjutan, dan mampu menopang pembangunan jangka panjang,” tambahnya. Diketahui, industri baja merupakan tulang punggung pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, manufaktur, hingga pertahanan. Dengan demikian, menjaga keberlanjutan industri baja nasional berarti memastikan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional dalam jangka panjang. Dalam hal ini Danantara menjadi faktor yang kuat mendukung Krakatau Steel Group. Dan program ini menjadi bagian penting bagi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran bangsa.

Revisi UU P2SK Diharapkan Jadi Fondasi Penguatan Ekosistem Kripto Nasional Ekonomi
Ekonomi
Senin, 20 Oktober 2025 | 11:33 WIB

Revisi UU P2SK Diharapkan Jadi Fondasi Penguatan Ekosistem Kripto Nasional

Jakarta, katakabar.com -Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) tengah menjadi fokus utama antara regulator dan pelaku industri keuangan digital di Indonesia. Meski materi pembahasannya masih bersifat terbatas dan belum dapat dipublikasikan, sejumlah kalangan menilai langkah ini strategis untuk memperkuat ekosistem keuangan digital nasional, termasuk sektor aset kripto yang kian berkembang pesat. Pada draf yang tengah ditelaah, revisi Undang Undang P2SK disebut akan memperkuat landasan hukum bagi pengawasan dan pengaturan aset keuangan digital. Beberapa arah pembahasannya mencakup aspek perlindungan konsumen, pengawasan transaksi aset kripto, penguatan izin operasional lembaga jasa keuangan digital, serta koordinasi lintas lembaga antara otoritas moneter dan otoritas pengawas sektor keuangan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi regulasi yang lebih terintegrasi di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai pelaku industri, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai pembaruan regulasi di sektor keuangan ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan industri aset digital di Indonesia berjalan secara baik dan berkelanjutan dengan dukungan kepercayaan publik yang kuat. Menurutnya, kepastian hukum yang jelas akan membantu menjaga stabilitas pasar sekaligus menciptakan ekosistem yang sehat bagi inovasi teknologi finansial. “Kami menyambut baik inisiatif pemerintah dan regulator yang tengah menelaah revisi UU P2SK. Harapan kami, kerangka hukum yang sedang dibangun dapat menjadi dasar yang adaptif terhadap inovasi. Dengan kerangka hukum yang terarah, pelaku industri dapat beroperasi lebih optimal dan bertanggung jawab, sementara masyarakat juga terlindungi dari potensi risiko yang ada dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Calvin. Kontribusi Industri Kripto Calvin menambahkan, industri aset kripto telah terbukti memiliki kontribusi ekonomi yang nyata. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), aktivitas perdagangan aset kripto secara legal telah menyumbang Rp 70,04 triliun atau 0,32 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024. Angka ini melonjak signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,05 persen. Dari sisi ketenagakerjaan, industri kripto juga menciptakan 333.000 lapangan kerja, setara dengan 0,23 persen dari total angkatan kerja nasional pada 2024, meningkat tajam dibandingkan kontribusi tahun sebelumnya yang baru mencapai 0,04 persen. “Data tersebut menunjukkan bahwa industri kripto bukan lagi fenomena sementara, melainkan bagian dari ekonomi digital Indonesia yang nyata kontribusinya. Oleh karena itu, regulasi yang kuat dan adaptif menjadi kunci agar pertumbuhan ini bisa dikelola dengan baik, aman, dan berorientasi pada perlindungan konsumen,” jelasnya. Proses Dialog Terbuka Lebih lanjut, Calvin menekankan pentingnya proses dialog yang terbuka antara regulator dan pelaku industri, agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan di lapangan. “Kami memahami diskusi mengenai revisi undang-undang ini masih bersifat terbatas dan tertutup. Namun, kami berharap semangatnya tetap inklusif, agar semua pihak memiliki kesempatan untuk memberikan pandangan yang konstruktif demi kemajuan ekosistem keuangan digital Indonesia,” ucapnya. Calvin juga menyoroti dengan penguatan aturan di revisi Undang Undang P2SK, Indonesia berpotensi mempercepat transisi menuju keuangan digital yang lebih inklusif, transparan, dan terukur, termasuk mungkin dalam aspek tokenisasi aset, pengelolaan dana berbasis blockchain, serta inovasi stablecoin dan mengatur bentuk investasi dan produk turunan berbasis aset kripto yang dapat dilegalkan.

MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:47 WIB

MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bagian menyeluruh dari setiap proses bisnis pertambangan. Komitmen keberlanjutan dijalankan sejak tahap pratambang melalui program nursery bibit endemik dan studi baseline lingkungan hingga tahap operasi dan pascatambang melalui reklamasi terpadu serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyampaikan MIND ID sebagai strategic Active Holding konsisten mengintegrasikan seluruh program yang bertujuan untuk mampu memberikan manfaat berkelanjutan pembangunan masa depan. Implementasi prinsip ESG, kata Pria, dijalankan secara komprehensif ke dalam proses bisnis, dan diupayakan agar mampu memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Implementasi proses bisnis yang berlandaskan keberlanjutan adalah langkah strategi jangka panjang dalam membangun peradaban. Kami akan terus memastikan kegiatan tambang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya. Capaian nyata terlihat pada sejumlah anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID. PT Freeport Indonesia, misalnya, telah menanam 164 jenis tanaman pada lahan bekas pengendapan tailing dan area percobaan reklamasi. Sekitar 100 hektar areal tailing di MP21 dikelola menjadi lahan multi-pemanfaatan untuk perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan konservasi sebuah bukti rehabilitasi lahan yang memberi nilai tambah ekologis dan sosial setelah dua dekade pengelolaan. Dari 2005 silam, seluas 1.552 hektar lahan muara yang dialiri tailing juga telah direhabilitasi melalui penanaman mangrove, memperkuat fungsi kawasannya sebagai benteng alami pesisir dan daerah tangkapan karbon. Sebagai upaya transisi energi dan pengurangan emisi, PT Aneka Tambang Tbk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tambang emas Pongkor, yang berhasil menekan emisi CO₂ hingga puluhan ribu ton per tahun dan menjadi langkah konkret bagi transformasi energi di sektor pertambangan. Sementara, PT Timah Tbk terus bergerak aktif dalam pemberdayaan sosial ekonomi lokal di Bangka Belitung melalui program pembinaan UMKM, pembekalan digitalisasi usaha, dan akses permodalan. Program-program ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke rantai pasok tambang dan mendorong peningkatan kapasitas, serta pendapatannbeberapa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 30 persen. Pria Utama menegaskan bahwa program hilirisasi BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dirancang untuk memberikan manfaat yang inklusif tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan.

Ponton Kubus: Fondasi Serbaguna! Bukan Cuma Dermaga! Ekonomi
Ekonomi
Senin, 26 Mei 2025 | 11:37 WIB

Ponton Kubus: Fondasi Serbaguna! Bukan Cuma Dermaga!

Surabaya, katakabar.com - Ponton kubus hadir sebagai solusi praktis, dan serbaguna untuk kebutuhan platform apung modern, menggantikan metode konvensional yang mahal dan rumit. Dengan desain modular, ponton ini menawarkan kemudahan instalasi, daya tahan tinggi, serta fleksibilitas bentuk sesuai kebutuhan. Pernahkah Anda membayangkan punya dermaga pribadi di depan villa tepi danau Anda? Atau mungkin panggung terapung keren untuk acara spesial di atas air? Selama ini, mungkin Anda berpikir membuat struktur terapung itu rumit, mahal, dan butuh waktu lama. Nah, buang jauh-jauh pikiran itu! Kini hadir solusi revolusioner yang jauh lebih praktis dan serbaguna: ponton kubus. Kebutuhan akan platform atau struktur yang bisa mengapung dengan stabil di atas air terus meningkat, seiring berkembangnya pariwisata air, industri perikanan, hingga kebutuhan konstruksi dan event. Tapi, metode konvensional seringkali terkendala biaya tinggi, proses pembangunan yang kompleks, serta keterbatasan dalam hal fleksibilitas bentuk dan ukuran. Mencari solusi yang kuat, mudah dipasang, tahan lama, dan bisa disesuaikan bentuknya tentu menjadi dambaan. Di sinilah ponton kubus hadir sebagai jawaban cerdas. Mungkin istilah ponton kubus masih terdengar asing bagi sebagian orang. Bayangkan saja seperti balok LEGO raksasa yang dirancang khusus untuk mengapung di atas air. Ponton kubus adalah sistem modular yang terdiri dari blok-blok kubus berbahan plastik kuat (biasanya High-Density Polyethylene-HDPE) yang bisa dirangkai dengan mudah membentuk berbagai macam platform terapung sesuai kebutuhan Anda. Fleksibilitasnya luar biasa! Kubus Apung Hildan, sebagai penyedia terdepan untuk solusi ini, menghadirkan ponton kubus berkualitas tinggi yang menawarkan berbagai keunggulan: 1. Super Modular dan Fleksibel Ini adalah keunggulan utama ponton kubus. Anda bisa merangkainya menjadi dermaga lurus, dermaga bentuk L atau T, kolam renang apung, panggung, jembatan sementara, keramba apung, hingga platform kerja untuk proyek di atas air. Butuh perluasan atau perubahan bentuk di kemudian hari? Tinggal tambah atau susun ulang kubusnya, semudah itu!