Perkebunan Sawit di Lahan Gambut Bagian Restorasi Lahan Gambut Berkelanjutan Sawit
Sawit
Selasa, 08 April 2025 | 10:29 WIB

Perkebunan Sawit di Lahan Gambut Bagian Restorasi Lahan Gambut Berkelanjutan

katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit di lahan gambut telah lama, dan menjadi bagian dari sejarah perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Indonesia di antara negara yang memiliki lahan gambut. Berdasarkan data Wetland International (2008), lahan gambut global tercatat seluas 381,4 juta hektar yang tersebar di kawasan Eropa dan Rusia (44,08 persen); Amerika (40,50 persen); Afrika (3,41 persen); Indonesia (6,95 persen), Asia lainnya (2,74 persen); Australia dan Pasifik (1,91 persen); serta Antartika (0,41 persen). Sedang, berdasarkan negara urutan terbesar adalah Rusia (137,5 juta hektare); Kanada (113,4 juta hektar), Amerika Serikat (22,4 juta hektar); dan Indonesia (18,5 juta hektare). Dengan demikian, Indonesia bukan pemilik lahan gambut terbesar dunia, namun termasuk dalam empat besar negara yang memiliki lahan gambut. Pemanfaatan lahan gambut global untuk berbagai tujuan telah lama terjadi bahkan seumur dengan peradaban pertanian. Selama periode tahun 1990-2008, gambut dunia mengalami konversi menjadi lahan budidaya pertanian dan penggunaan lain sebesar 3,83 juta hektar (Joosten, 2009). Dari luasan tersebut sekitar 37 persen terjadi di Rusia dan 33 persen terjadi di kawasan gambut Eropa. Konversi gambut juga terjadi di Indonesia yakni sebesar 13 persen pada periode yang sama. Dari data Wetland International (2008), lahan gambut dunia sebagian besar (80 persen) dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan hanya 20 persen digunakan untuk hutan gambut. Pemanfaatan gambut untuk pertanian di berbagai kawasan terbesar adalah di kawasan Afrika (65 persen), kemudian disusul di Amerika (75 persen), Eropa (67 persen), dan Asia (89 persen).

Anak Usaha Astra Agro Pelalawan Seru Pentingnya Merawat Gambut dan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 25 Februari 2025 | 19:42 WIB

Anak Usaha Astra Agro Pelalawan Seru Pentingnya Merawat Gambut dan Lingkungan

Pelalawan, katakabar.com- Lahan gambut memegang peranan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam. Pada isu perubahan iklim, gambut berperan strategis untuk menjaga keberadaan carbon, habitat beberapa satwa liar sekaligus sebagai pengendali banjir. Mengingat pentingnya hal tersebut, PT Sari Lembah Subur (PT SLS), perusahaan perkebunan kelapa sawit group Astra Agro Lestari taja kegiatan edukasi bertajuk “Duta Sustainability” di Aula SMAN 1 Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya ekosistem gambut serta mengampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kepala SMAN 1 Pangkalan Lesung, Rifa Suryasi, S.Pd mengatakan, kegiatan ini sangat positif sesuai dengan latar belakang siswa yang tinggal di sekitar area lahan gambut. Menurutnya, edukasi yang diberikan PT SLS menambah wawasan siswa, khususnya terhadap kegunaan dan pentingnya tanah gambut. “Dengan memahami sifat dan karakteristik tanah gambut, siswa-siswi diharapkan mampu memahami peruntukan dan cara mempertahankan kelestariannya,” terang Rifa.