Gesa

Sorotan terbaru dari Tag # Gesa

Target Pasar Golobal, RSPO dan Apkasindo MoU Gesa Pertumbuhan Inklusif Pekebun Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 10 September 2025 | 13:00 WIB

Target Pasar Golobal, RSPO dan Apkasindo MoU Gesa Pertumbuhan Inklusif Pekebun Sawit

“Itu akan semakin mengukuhkan keunggulan kompetitif Indonesia,” ujarnya dilansir dari laman kaltimpost.id, Rabu (10/9). Menurutnya, investasi pada pekebun adalah kunci bagi pertumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target nasional 8 persen. Saat ini dunia membutuhkan sawit keberlanjutan, kemampuan telusur, dan kesetaraan. Itu sebagai aturan baru dalam perdagangan dunia internasional. "Tanpa tindakan inklusif, Indonesia berisiko kehilangan miliaran dolar setiap tahunnya,” jelasnya.

PT Inecda Gesa Perbaiki Jalan Poros Pemda Inhu Sawit
Sawit
Rabu, 04 Juni 2025 | 11:50 WIB

PT Inecda Gesa Perbaiki Jalan Poros Pemda Inhu

Indragiri Hulu, katakabar.com - Pengerjaan ruas badan jalan penghubung desa terus digesa mulai dari Desa Petaling Jaya menuju Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau. Jalan poros tersebut milik pemerintah daerah atau Pemda Indragiri Hulu diperbaiki oleh dua korporasi sawit diantaranya PT Inecda Plantations, dan PT Persada Agro Sawita atau PAS. Kepedulian manajemen dua perusahaan itu terhadap jalan, pasca Ade Agus Hartanto, Bupati Indragiri Hulu melakukan sidak ke lapangan. Beliau secara gamlang mengimbau kepada pihak korporasi untuk memperbaiki titik-titik akses jalan yang rusak berat. “Jalan poros yang murni diperbaiki Inecda Plantations kurang lebih 6,5 kilometer. Tapi, perbaikan bersama dengan PT PAS sekitar 3,5 kilometer,” terang Joko Dwiyono, humas PT Inecda kepada katakabar.com, Rabu (4/6). Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan pekerjaan tuntas dikerjakan lantaran badan jalan yang usai diperbaiki kembali berlobang akibat digilas angkutan. “Nah, ketika dibeberapa titik kembali belobang kami cepat lakukan perawatan,” jelasnya.

Gesa Pembangunan Daerah, Bupati Bengkalis Rapat Bersama Gubri dan Kepala Daerah se Riau Riau
Riau
Jumat, 18 April 2025 | 16:54 WIB

Gesa Pembangunan Daerah, Bupati Bengkalis Rapat Bersama Gubri dan Kepala Daerah se Riau

“Jadi mungkin Pak Gubernur, kita perlu melakukan konsolidasi ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk berdiskusi terkait kepastian proses dana pusat ke daerah, karena saat ini, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis tidak bisa hanya mengandalkan PAD karena yang di bangun terdapat 3 Pulau, diantaranya Pulau Sumatera yang terdiri dari 7 Kecamatan, Pulau Rupat 2 Kecamatan dan Pulau Bengkalis 2 Kecamatan, jadi kita sangat berharap dana transfer dari pusat ke Daerah,” terang Kasmarni.

Dinas PUPR Bengkalis Gesa Perbaikan Jalan Rusak dan Rampungkan Renovasi Mess Pemda Lingkungan
Lingkungan
Senin, 25 Maret 2024 | 08:44 WIB

Dinas PUPR Bengkalis Gesa Perbaikan Jalan Rusak dan Rampungkan Renovasi Mess Pemda

Bengkalis, katakabar.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bengkalis gesa perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak yang membahayakan pengguna jalan, di mana pengerjaan sesuai dengan prosedur. Begitu pula dengan renovasi Mess Pemerintah Daerah (Pemda) segera dituntaskan Telah tejadi sejumlah kerusakan di beberapa titik ruas jalan di dalam Kota Bengkalis, pulau seberang selepas musim hujan intensitas tinggi dan intensif serta pasang air laut tinggi sepanjang November 2023 hingga Februari 2024. Dampak dari kondisi cuaca tersebut memerlukan sejumlah perbaikan yang mendesak di sejumlah titik tertentu ruas jalan yang rusak. Lantaran kondisi jalan tersebut, kalau dilalui masyarakat sudah mulai membahayakan dan rawan terjadi kecelakaan di jalan raya. Apalagi dari memasuki bulan ramadhan dan menghadapi Idul Fitri 1445 hijiriah tahun 2024 masehi. Menyikapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis terus menggesa melakukan perbaikan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan lantaran adanya pemeliharaan yang dilakukan. Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, ST, MT menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan atau swakelola yang dilakukan dari tahun 2017 hingga tahun 2024 sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, serta bekerja sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis. "Pemeliharaan jalan yang kami lakukan langkah penting demi keselamatan pengguna jalan. Banyak spot atau titik jalan kota yang mengalami kerusakan, dan kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi keselamatan bersama," tegas Ardiansyah kepada katakabar com, pada Ahad (24/3) kemarin. Selanjutnya, ulas Ardiansyah, perbaikan jalan dengan pembetonan untuk mengejar elevasi jalan tidak hanya sampai di situ. Tapi, nanti konstruksi bakal ditutup dengan lapisan atas berupa aspal. Ini dilakukan lantaran jalan tersebut berada dalam Kota Bengkalis. "Bila dilakukan dengan menggunakan metode base a pada umumnya bakal mengganggu pengguna jalan, seperti batu pecah dan serpihan batu akan menimbulkan abu. Beton yang digunakan sebagai lapisan perkuatan di bawah aspal sehingga aspal di atasnya tetap terjaga," terangnya. Pihaknya, kata Ardiansyah, sedang merencanakan untuk melakukan overlay pada beberapa ruas jalan yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut. "Pekerjaan pemeliharaan yang kita lakukan sudah sesuai mekanisme dan ini penting dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. Apalagi sudah banyak spot jalan kota yang berlobang, dan kami lagi melakukan perencanaan untuk bagaimana melakukan overlay karena memang aspal jalan kota sudah sangat lama tidak dilakukan overlay," bebernya. Dengan demikian, sebut Kadis PUPR Kabupaten Bengkalis ini, langkah-langkah pemeliharaan jalan yang dilakukan Dinas PUPR di sejumlah ruas jalan di Kota Bengkalis diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan infrastruktur jalan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Isu Pemborosan Anggaran Pemeliharaan Gedung Di sisi lain, Kadis PUPR Kabupaten Bengkalis,m Ardiansyah tanggapi soal beberapa pemberitaan yang beredar, yakni Gedung Mess Pemda di Jalan Jenderal Sudirman tak difungsikan tiap tahun direhap dari anggaran APBD Bengkalis dan penanganan abrasi. Soal Mess Pemda tersebut, ujar Ardiansyah, gedung tersebut saat ini sedang proses serah terima pengelolaan kepada Bagian Umum pada Sekretariat Daerah, sementara pembangunan dan rehabilitasi dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis. "Sebagai upaya untuk mengaktifkan gedung tersebut, kami menemui beberapa kerusakan yang perlu diperbaiki sebelum proses serah terima pengelolaannya dapat dilakukan," ucapnya. Menurutnya, sesuai dengan tugas dan fungsi, pihaknya berupaya memanfaatkan aset dan bangunan yang ada untuk kepentingan masyarakat. Misalnya suksesnya transformasi gedung daerah menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP), yang merupakan inisiatif dari pemerintah daerah. "Guna menghadapi masukan dan kritikan, kami senantiasa terbuka. Pemerintah sering kali dihadapkan pada dua sudut pandang, positif dan negatif. Tapi, upaya kami untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan gedung demi fungsionalitasnya hal wajar sebagai bentuk kontrol," tandasnya.

Termasuk Sawit, Kementan RI Kebut Pendataan E-STDB Komoditas Unggulan Nusantara
Nusantara
Selasa, 07 November 2023 | 13:27 WIB

Termasuk Sawit, Kementan RI Kebut Pendataan E-STDB Komoditas Unggulan

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pertanian (Mentan) Repubik Indonesi, Andi Amran Sulaiman minta jajaran lingkup Kementerian Pertanian, terus mendorong digitalisasi pertanian bagian dari perbaikan tata kelola perkebunan nasional mesti segera dicapai. Sejalan dengan arahan Mentan RI itu, Direktorat Jenderal Perkebunan lakukan percepatan pendataan pekebun beserta komoditas ekspor unggulan perkebunan melalui Surat Tanda Daftar Budidaya (E-STDB). Untuk pendataan E-STDB ini, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengimbau agar saling berkoordinasi dengan pihak dinas dan Instansi terkait yang mengelola data geospasial agar pendataan dan pemetaannya akurat. Tahap awal pendataan E-STDB ini dipilih 4 provinsi dengan target sekitar 4 ribuan STDB. Setelah empat provinsi ini terdata secara terperinci, dilanjutkan ke provinsi lainnya untuk mendata komoditas perkebunan unggulan ekspor sesuai permintaan pasar dunia, contohnya kopi, kakao, karet pala dan lada. “Tolong untuk segera diterbitkan, koordinasikan dengan dinas perkebunan provinsi, dinas perkebunan kabupaten, pemerintah daerah, dan Badan Informasi Geospasial yang menangani pemetaan ini, serta pihak ketiga missal Perguruan Tinggi,” ujar Andi Nur Alam Syah. Dinas Provinsi yang membidangi Perkebunan, Sumatera Selatan, Lampung dan Bali dan Dinas Kabupaten yang membidangi Perkebunan, Kabupaten Bangli, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Halmahera Utara, sambut baik pelaksanaan pendataan E-STDB, dan telah menandatangani Berita Acara Kesanggupan Melaksanakan Kegiatan Penerbitan STDB Komoditas Perkebunan dengan Ditjen Perkebunan. E-STDB ini hasil kolaborasi antar Direktorat Tanaman Semusim dan Tahunan dan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan. “E-STDB ini nanti menjadi sistem rekam data geospasial komoditas perkebunan beserta pekebun nya dengan akurat,” ujarnya, dilansir dari laman website resmi Ditjenbun, pada Selasa (7/11. Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan (TST), Rizal Ismail menjelaskan, E-STDB menjadi kelengkapan untuk memenuhi permintaan akurasi data dalam kegiatan ekspor ke pasar dunia. “Komoditas kami (TST) banyak didominasi komoditas ekspor yang sudah genting harus dilakukan pendataan dan ketelusuran sesuai dengan pemenuhan dan tuntutan pasar saat ini. Ada kopi, kakao, karet, pala dan lada. Ke depannya, E-STDB ini dijadikan kelengkapan untuk mendapatkan bantuan dana APBN,” kata Rizal. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Prayudi Syamsuri menimpali, sejalan dengan terbitnya regulasi EUDR yang mempersyaratkan Geolocation dalam pernyataan uji tuntas, untuk 4 komoditas perkebunan, seperti sawit, kopi, kakao dan karet yang dianggap sebagai penyebab utama deforestasi di dunia. “Kita harus mengoptimalkan waktu dengan melakukan ketelusuran agar ekspor komoditas yang masuk dalam EUDR bisa berjalan dengan baik,” sebut Prayudi. Dari Badan Informasi Geospasial menekankan, perlu dibuat standar terkait Pedoman Standar Data dan Struktur Format Baku Metadata Spasial dan juga alternatif metode untuk percepatan pendataan. Dua metode tersebut, yakni Metode Digitasi Polygon Kebun Rakyat-STDB dengan GPS dan citra inderaja, dan yang ke dua Metode Digitasi Polygon Kebun Rakyat-STDB dengan interpretasi citra inderaja.