Irigasi

Sorotan terbaru dari Tag # Irigasi

Kementerian PU Sukses Uji Coba Pengaliran Air Daerah Irigasi Jambo Aye di Provinsi Aceh Nasional
Nasional
Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kementerian PU Sukses Uji Coba Pengaliran Air Daerah Irigasi Jambo Aye di Provinsi Aceh

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemulihan infrastruktur sumber daya air (SDA) pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Sebagai wujud langkah percepatan pemulihan layanan pertanian, Kementerian PU sukses melaksanakan uji coba pengaliran air di Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, di penghujung Januari 2026 lalu. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen Kementerian PU untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi, khususnya di wilayah yang menjadi sentra produksi pangan nasional. Menurutnya, pemulihan fungsi irigasi adalah prioritas utama karena berdampak langsung pada ketahanan pangan dan penghidupan para petani. "Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera cepat ditangani agar saluran kembali berfungsi," ujar Dody. Dijelaskannya, di Jambo Aye yang berlokasi di Kecamatan Langkahan memiliki luas layanan sekitar 19.473 hektare dengan sumber air utama dari Sungai Jambo Aye (Arakundo). Operasional sistem irigasi ini sempat terhenti total akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada bangunan utama bendung, jaringan irigasi, serta sejumlah sarana pendukung lainnya. Merespons kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh bergerak cepat melakukan penanganan darurat sejak masa tanggap bencana. Upaya fisik yang dilakukan meliputi pembersihan sedimen dan material banjir pada bangunan bendung, kantong lumpur, dan saluran irigasi untuk memulihkan aliran air ke areal persawahan. Pada uji coba pengaliran air pada 31 Januari 2026 lalu, air berhasil dialirkan melalui saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang kurang lebih 15 kilometer. Untuk mendukung kelancaran proses ini, Kementerian PU mengerahkan 9 unit alat berat yang tersebar di berbagai titik penanganan jaringan irigasi. Kementerian PU menargetkan pemulihan fungsi layanan irigasi dilakukan secara bertahap. Sub Daerah Irigasi (Sub DI) Panton Labu dengan luas layanan sekitar 2.700 hektare ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Februari 2026. Fungsionalisasi Sub DI akan dilanjutkan pada tiga sub daerah irigasi lainnya dengan target operasi pada akhir Maret 2026, yaitu untuk Sub DI Lhoksukon (±1.381 hektare), Sub DI Monsukon (±590 hektare), dan Sub DI Arakundo (±2.375 hektare). Dengan tahapan tersebut, total luas areal irigasi yang diproyeksikan kembali berfungsi normal hingga akhir Maret 2026 mencapai kurang lebih 7.046 hektare. Percepatan pemulihan di Jambo Aye Langkahan ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan aktivitas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan sawah, serta memperkuat kembali ketahanan pangan masyarakat Aceh Utara dalam masa pemulihan pascabencana. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Dukung Pertanian Bali, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi di Tabanan Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 30 September 2025 | 11:00 WIB

Dukung Pertanian Bali, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi di Tabanan

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi untuk sektor pertanian di Provinsi Bali. Di antaranya adalah rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungi, Kabupaten Tabanan. Tujuan proyek yang dijalankan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk memastikan distribusi air ke lahan persawahan menjadi lebih efisien. “Rehabilitasi jaringan irigasi ini bagian dari transformasi sistem irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Kita bukan sekadar memperbaiki, tetapi juga memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo, lewat keterangan resmi Senin siang kemarin. DAS Sungi kawasan vital yang menaungi sembilan daerah irigasi (DI) total luas area mencapai 3.885 hektar. Kesembilan daerah irigasi tersebut adalah DI Pame Palean, DI Bunyuh, DI Cangi, DI Tinjak Menjangan, DI Tungkub, DI Mudeh, DI Gadon I, DI Gadon II, dan DI Baru Kedokan. Pada tahun ini, fokus pekerjaan rehabilitasi dipusatkan pada tiga titik, yaitu DI Mudeh, DI Tinjak Menjangan, dan DI Tungkub. Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro, memberikan rincian terkait progres pekerjaan yang sedang berjalan. “Jaringan irigasi yang sedang ditangani sepanjang 1,35 km dengan luas area sekitar 84 hektar. Progres pekerjaannya saat ini sudah 91 persen, tinggal merapikan betonnya,” timpal Gunawan Suntoro. Rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan sebagai respons atas penurunan fungsi dan kerusakan sarana pengairan yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian di Bali. Program rehabilitasi yang dilakukan ubah saluran irigasi semula berupa saluran alami atau tanah menjadi saluran teknis yang lebih modern. Lingkup pekerjaannya mencakup peningkatan jaringan irigasi primer dan sekunder menggunakan material beton precast dan pasangan batu kali, serta pemasangan pintu air baru di DI Tinjak Menjangan. Dengan terselesaikannya proyek rehabilitasi ini, diharapkan tidak ada lagi air yang terbuang sia-sia, terutama saat debit air sedang tinggi. “Kami berharap dengan adanya peningkatan jaringan irigasi ini, seluruh aliran air dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan irigasi persawahan di wilayah ini, sehingga produktivitas pertaniannya juga dapat semakin meningkat,” ucap Gunawan.

Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di Halmahera Default
Default
Senin, 01 September 2025 | 18:00 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di Halmahera

pembawa sekunder sepanjang 1,4 km di Daerah Irigasi (DI) Akedaga-Tutiling-Meja. Pasokan air untuk jaringan ini berasal dari Bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai Dodoga. 2. Jaringan Irigasi Opiyang: Mencakup perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, serta saluran pembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km di DI Opiyang-Mancalele. Hingga akhir Agustus 2025, progres seluruh pekerjaan konstruksi dilaporkan telah mencapai 70 persen, dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Desember 2025.

Kementrian PU Kembalikan Fungsi Irigasi Cikeusik di Cirebon dan Kuningan Nasional
Nasional
Minggu, 24 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Kementrian PU Kembalikan Fungsi Irigasi Cikeusik di Cirebon dan Kuningan

proyek ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Tercatat, sebanyak 137 tenaga kerja lokal terserap dalam pekerjaan ini, sekaligus memberdayakan pemasok material setempat. Di kunjungan kerja yang sama, Menteri Dody juga meninjau pekerjaan penguatan tebing Sungai Cisanggarung dan Babakan, yang berada di perbatasan Kuningan, Cirebon (Jawa Barat) dan Brebes (Jawa Tengah). Proyek yang dikerjakan sejak 2024 dan ditargetkan selesai 2026 ini meliputi pekerjaan normalisasi, turap beton, tanggul tanah, bronjong, revetment, retaining wall, krip beton, dan kolam retensi. Proyek ini juga memiliki kaitan erat dengan pengamanan Daerah Irigasi (DI) Cikeusik.

DKPP Rohul Gagas Musyawarah Penertiban Air Irigasi Osaka Dukung Program SPN Riau
Riau
Jumat, 06 Juni 2025 | 09:11 WIB

DKPP Rohul Gagas Musyawarah Penertiban Air Irigasi Osaka Dukung Program SPN

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Guna mendukung program Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto dan program Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T, M.M, serta Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM yakni Swasembada Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan atau DKPP Rokan Hulu gagas Musyawarah Penertiban Pemakaian Air Irigasi Usaha Budidaya Perikanan, di MDTA Baitul Ulum, Desa Suka Maju Kecamatan Rambah, Rabu (4/6). Di kegiatan itu hadir PLT Kadis DKPP, Zulfikar, S.P, Dinas PUPR Rokan Hulu diwakili Kabid Pengairan, Rasqi Rades, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura diwakili Kasi Bidang Pangan, Roni Gunawan, Balai Wilayah Sungai Sumatra III, Nurwahidayah, Danramil 02 Rambah, Kapten Armed Alza Septendi, Satpol PP dan 29 para budidaya ikan di aliran irigasi Okan Samo Kaiti atau Osaka. PLT Kadis DKPP, Zulfikar mengutarakan, diskusi ini berfokus pada pemanfaatan air irigasi Osaka yang mengalir di Kecamatan Rambah, dan Rambah Samo sepanjang 60 kilometer agar sampai ke ujung hilir irigasi untuk pengairan persawahan. "Sesuai dengan fungsi utama irigasi osaka ini adalah diutamakan untuk sawah, tapi seiring berjalanya waktu daerah hilir irigasi tidak teraliri air yang membuat aktifitas pertanian menjadi terganggu," ucap Zulfikar. Kata Zulfikar, air irigasi dimanfaatkan sebagai saluran irigasi untuk kepentingan budidaya perikanan yang dialiri oleh warga sekitar irigasi sehingga debit air berkurang membuat bagian hilir tidak mendapatkan aliran air. “Kita tidak melarang budidaya perikanan, tapi penggunaannya harus sesuai aturan. Irigasi utama untuk pertanian, khususnya tanaman pangan, diskusi ini untuk mencari solusi terbaik antara budidaya ikan dan pertanian.” tutur Zulfikri.