Kometa

Sorotan terbaru dari Tag # Kometa

Ramaikan NLP Expo 2025  Kometa, Ekosis.id, dan Prestige Indonesia Siap Hadirkan Ekosistem Pertanian Digital di ICE BSD November 2025 Default
Default
Minggu, 11 Mei 2025 | 20:40 WIB

Ramaikan NLP Expo 2025 Kometa, Ekosis.id, dan Prestige Indonesia Siap Hadirkan Ekosistem Pertanian Digital di ICE BSD November 2025

Jakarta, katakabar.com - Di acara Launching NLP Expo 2025 yang digelar di The Westin Jakarta oleh Debindo Global Expo, tiga pelaku utama di sektor pertanian modern, yakni Kometa, Ekosis.id, dan PT Prestige Indonesia mengonfirmasi partisipasinya dalam NLP Expo 2025 bakal digerla pada 6 hingga 9 November 2025 di ICE BSD, Tangerang. Ketiganya tampil dalam satu booth kolaboratif untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pertanian Indonesia: dari peningkatan hasil produksi, pemanfaatan teknologi, hingga distribusi langsung ke pasar tanpa perantara. Ekosistem dari Hulu ke Hilir Kometa akan perkenalkan sistem koperasi multi pihak berbasis digital yang sudah mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Sistem ini tidak hanya menaungi petani, tapi mengintegrasikan mitra teknologi, pembeli, dan pembiayaan ke dalam satu rantai nilai yang efisien. “Petani kita selama ini kalah bukan karena tidak mampu, tapi karena sistemnya timpang. Kami hadir untuk membangun sistem baru koperasi digital yang kuat dari hulu ke hilir,” tegas Roy Faizal Prasetyanugraha, Ketua Kometa. “Di NLP Expo nanti, kami ingin tunjukkan koperasi bukan masa lalu ini masa depan," tegasnya. Ekosis.id akan menampilkan platform digital yang telah digunakan ratusan ribu pengguna untuk menghubungkan produsen lokal langsung ke pasar nasional dan B2B. “Distribusi produk pertanian tidak boleh lagi lewat rantai panjang yang menyulitkan petani. Ekosis adalah jalan pintas yang adil: dari petani langsung ke pembeli, tanpa mark-up berlapis,” timpal Herson Sentosa, CEO Ekosis.id. PT Prestige Indonesia membawa teknologi pupuk organik yang telah diuji coba di berbagai daerah dan terbukti meningkatkan produktivitas hingga hampir dua kali lipat. “Tanpa tanah yang sehat, tidak ada pertanian. Pupuk kami bukan cuma menumbuhkan, tapi memulihkan. Kami bawa solusi nyata hasil panen naik, tanah makin subur,” jelas Muhammad Nendi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Prestige Indonesia. NLP Expo 2025 atau Nusantara Logistics & Pangan Expo akan menjadi pameran berskala nasional yang menghadirkan pelaku logistik, agrikultur, teknologi, dan distribusi dari seluruh Indonesia.

Taja 'Gebyar Petani' di Tanggamus, PT PI bersama Kometa Edukasi Pertanian Organik dan Teknologi IoT Nusantara
Nusantara
Rabu, 07 Mei 2025 | 06:21 WIB

Taja 'Gebyar Petani' di Tanggamus, PT PI bersama Kometa Edukasi Pertanian Organik dan Teknologi IoT

Tanggamus, katakabar.com - PT Prestige Indonesia atau PI bersama Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara atau Kometa sukses gelar acara 'Gebyar Petani' di Desa Sudimoro, Kelurahan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Acara ini menjadi bagian dari roadshow nasional Kometa yang menyasar berbagai daerah agraris di Indonesia untuk mempercepat adopsi pertanian cerdas dan berkelanjutan. Dihadiri oleh lebih dari 500 petani, kegiatan ini menghadirkan edukasi langsung tentang pemanfaatan pupuk organik berbasis teknologi, serta penggunaan Internet of Things atau IoT untuk analisis tanah secara digital. IoT Gratis untuk Petani Kometa sebagai bentuk nyata dukungan terhadap transformasi pertanian. Kometa memberikan fasilitas perangkat IoT untuk petani kometa wilayah tanggamus. Teknologi ini memungkinkan petani memantau pH, kelembaban, dan kandungan unsur hara tanah secara real-time mendorong efisiensi pemupukan, irigasi, dan meningkatkan produktivitas. Ketua Kometa, Roy Faizal Prasetyanugraha, menyampaikan pentingnya pertanian yang tidak hanya mengejar hasil, tapi menjaga warisan tanah untuk generasi mendatang. “Tanah adalah aset kehidupan. Kita harus merawatnya, bukan mengeksploitasinya. Kometa hadir tidak hanya sebagai koperasi, tapi sebagai gerakan untuk memastikan petani punya akses teknologi, pengetahuan, dan pasar yang adil,” ujarnya. Lonjakan Produksi Panen dan Perbaikan Tanah Dalam sesi edukasi pertanian, Muhammad Nendi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Prestige Indonesia menjelaskan, pupuk organik Prestige telah berhasil meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 ton menjadi 9 ton per hektar. Pupuk ini terbukti memperbaiki struktur dan kesehatan tanah, menjadikannya solusi jangka panjang bagi pertanian berkelanjutan. “Kami merayakan keberhasilan teknologi pupuk ini yang sudah terbukti di berbagai daerah. Kini, saatnya lebih banyak petani merasakan dampaknya,” ulas.Nendi.

KOMETA dan Ekosis.id Bangun Aliansi Digital Nasional, Ini Targetnya Tekno
Tekno
Sabtu, 03 Mei 2025 | 19:01 WIB

KOMETA dan Ekosis.id Bangun Aliansi Digital Nasional, Ini Targetnya

Jakarta, katakabar.com - Menjawab tantangan kemiskinan struktural yang dihadapi Indonesia, Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara (KOMETA) dan Ekosis.id menandatangani kerja sama strategis untuk memperkuat sistem distribusi produk lokal berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro dan komunitas ekonomi akar rumput. Kemitraan ini diluncurkan seiring dengan rilis World Bank Macro Poverty Outlook April 2025, yang menyebutkan bahwa 60,3 persen dari penduduk Indonesia tahun 2024 sekitar 171,9 juta jiwa masuk kategori miskin. Fakta ini menunjukkan kemiskinan kini tidak hanya menyentuh kelompok bawah, namun juga kelas menengah yang rentan secara ekonomi. CEO Ekosis.id, Herson Sentosa, menyatakan sinergi ini diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi dan koperasi komunitas: “Kami melihat KOMETA sebagai mitra strategis karena ekosistem multi pihak yang mereka bangun sejalan dengan misi kami: memberdayakan produsen lokal lewat digitalisasi rantai pasok. Dengan integrasi ini, kami menargetkan peningkatan volume distribusi produk lokal hingga 40 perse kurun 6 bulan. Ini bukan hanya kerja sama, tapi langkah konkret menjawab krisis distribusi dan pendapatan di tingkat akar rumput," terangnya. Mengapa Koperasi Multi Pihak? Model koperasi konvensional sering kali gagal menjawab tantangan lintas sektor, seperti keterputusan antara produsen, distributor, konsumen, dan pendana. KOMETA hadir sebagai koperasi multi pihak (multi-stakeholder cooperative) yang menyatukan seluruh aktor ekonomi petani, nelayan, UMKM, pekerja, konsumen, pemodal, dan penyedia teknologi dalam satu wadah kolaboratif dan setara. Model ini, produsen memperoleh akses teknologi dan pasar tanpa perantara yang merugikan. Investor mendapatkan dividen sosial dan ekonomi, berbasis kinerja komunitas. Penyedia teknologi dapat langsung mengintervensi titik-titik krusial produktivitas. Konsumen menikmati produk lokal yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dengan sistem kepemilikan bersama dan distribusi nilai yang adil, koperasi multi pihak menjadi fondasi ekonomi kolektif yang resilien, menjawab krisis kemiskinan struktural secara sistematis. Ketua KOMETA, Roy Faizal Prasetyanugraha, menegaskan bahwa KOMETA bukan hanya koperasi, tetapi mesin transformasi produktivitas dan distribusi nasional. “Kemiskinan sebesar 60,3 persen itu mencerminkan masalah sistemik produktivitas rendah, akses pasar terbatas, dan ketergantungan pada jalur distribusi yang tidak adil. KOMETA menjawab ini dengan sistem dan teknologi yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, dan UMKM ke pasar nasional, dan memastikan semua pihak mendapat nilai secara adil,” ulasnya.