Menanti

Sorotan terbaru dari Tag # Menanti

Tugas Berat Menanti Direktur Baru Perusda Indragiri Riau
Riau
Kamis, 18 September 2025 | 10:35 WIB

Tugas Berat Menanti Direktur Baru Perusda Indragiri

Indragiri Hulu, katakabar.com - Saat ini kondisi Perusahaan Daerah atau Perusda Indragiri terbilang belum menunjukkan hasil signifikan mengelola bisnis. Tidak hanya itu, masih minim pengembangan potensi padahal sangat banyak peluang. Terkait itu, tugas berat menanti Direktur Perusda Indragiri, Yogi Susilo yang baru saja dilantik Rabu (17/9) kemarin di Lantai 4 Gedung Kantor Bupati Indragiri Hulu. Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto menyatakan, perusahan yang tumbuh dari minus seyogyanya ke depan harus bisa menjadi surplus dalam menggenjot penerimaan yang tidak terhingga. “Kembangkan segala potensi yang ada di Inhu, jangan berkutat pada Wisma Embun Bunga. Tak perlu dijaga itu, perlunya diperbaiki dan diperbaharui sehingga dapat ingkam karena orang baru mau menginap disana,” terangnya saat pelantikan Direktur Perusda Indragiri, Direktur PDAM Tirta Indra, dan Dewan Pendidikan. Menurutnya, sektor pengembangan perlu diperhatikan untuk menutupi kondisi perusahan daerah saat ini. Sebab kalau dilihat kultur daerah Inhu sangat banyak potensi yang luar biasa misalkan, sektor kelapa sawit di mana jumlah pabrik kelapa sawit yang telah beroperasi saat ini kurang lebih dari 30 unit. Terus bidang pertambangan mulai dari batubara hingga pertambangan emas, kata Ade, sehingga mesti cepat pejabat baru saja dilantik sangat diharapkan guna mencari peluang-peluang bisnis. “Perusda ini harus menyesuaikan potensi yang ada di Inhu, contoh pertambangan maka jangan fokus perhotelan dan perdagangan, itu kurang tepat,” tegasnya. Dia mengingatkan, bila dalam jangka satu tahun kedepan Perusda ini tidak menghasilkan perkembangan makan akan ditutup daripada membebani pemerintah daerah terus menerus.

Di Jabungan Total15 Ribu Pohon Ditanam, Warga Menanti Manfaat Ekonomi Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 17:00 WIB

Di Jabungan Total15 Ribu Pohon Ditanam, Warga Menanti Manfaat Ekonomi

Semarang, katakabar.com - Dari 2022 lalu, Desa Jabungan di pinggiran Kota Semarang menjadi salah satu lokasi penghijauan yang digagas bersama LindungiHutan. Di lahan Perhutani seluas sekitar 32 hektar, lebih dari 15 ribu pohon ditanam. Mayoritas tanaman yang ditanam adalah alpukat dengan harapan menghijaukan kembali kawasan berbukit sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tapi perjalanan tidak mudah. Ahmad Rozin 45 tahu, anggota kelompok tani setempat, mengenang momen awal penanaman pada Juli 2022. “Sayangnya, waktu itu musim kemarau panjang. Banyak yang mati,” ujarnya. Hanya sebagian tanaman bertahan berkat inisiatif warga mengalirkan air dengan pipa sederhana dari sumber terdekat. Meski tingkat keberhasilan belum maksimal, diperkirakan sekitar 85 persen pohon mampu bertahan hingga kini, sejumlah perubahan positif sudah terasa. Udara di sekitar Jabungan lebih sejuk, tanah yang dulu sulit ditanami perlahan subur, bahkan muncul sumber air baru akibat resapan. “Dulu nanam singkong nggak bisa tumbuh. Sekarang sudah banyak perubahan,” kata Rozin. Catatan kelompok tani menyebutkan bahwa keterlibatan warga cukup luas, dengan sekitar 30 orang aktif di Kelurahan Jabungan dan lebih dari 80 orang di tingkat Kabupaten. Mereka bergantian melakukan penyiraman dan perawatan tanaman, meski belum sepenuhnya berjalan konsisten. Kondisi geografis menjadi kendala utama. Kontur tanah yang labil dan cuaca tidak menentu membuat perawatan ekstra diperlukan. Pada 2023, misalnya, sebuah penanaman besar-besaran seribu pohon yang melibatkan media nasional hanya menyisakan sekitar 30 persen pohon hidup karena dilakukan menjelang kemarau. Selain itu, perawatan alpukat dinilai lebih rumit dibanding tanaman keras lain.

Menanti Kepastian Tarif AS–Tiongkok, Emas Bergerak Hati-hati Internasional
Internasional
Selasa, 12 Agustus 2025 | 15:41 WIB

Menanti Kepastian Tarif AS–Tiongkok, Emas Bergerak Hati-hati

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAU/USD membuka pekan dengan langkah berat. Di perdagangan Senin (11/8) kemarin, minat lindung nilai memudar seiring membaiknya sentimen risiko global, sehingga sebagian aliran dana bergeser ke aset berisiko dan menekan kinerja bullion. Optimisme atas kemajuan diplomatik untuk meredakan ketegangan Rusia–Ukraina, beriringan dengan reli ekuitas lintas kawasan, ikut mempersempit ruang reli emas dan menjaga pergerakan dalam kisaran sempit. Dari sudut pandang teknikal, analisis Dupoin Futures Indonesia yang dipaparkan Andy Nugraha menunjukkan sinyal pelemahan makin jelas. Kombinasi formasi candlestick dengan pergerakan Moving Average mengonfirmasi bias bearish yang kian menegas. Peta level harian yang disorot Andy menempatkan $3.325 sebagai target penurunan terdekat jika tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, setiap kenaikan intraday dinilai berpotensi tertahan di sekitar $3.365. Menurutnya, tanpa katalis fundamental yang nyata mendukung, pantulan harga cenderung bersifat teknikal sekadar kesempatan mengatur ulang posisi ketimbang penanda perubahan tren. Faktor makro pun belum memberi dorongan yang meyakinkan. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas 98, terakhir sekitar 98,60, merefleksikan absennya pelemahan signifikan pada greenback. Di pasar obligasi, reli imbal hasil jeda setelah empat hari kenaikan: tenor 10 tahun berada di kisaran 4,262 persen dan tenor 30 tahun melunak ke 4,825 persen. Stabilnya yield menahan penurunan biaya peluang memegang emas, sehingga dorongan dari sisi suku bunga riil belum cukup kuat untuk memicu reli berkelanjutan. Sisi risiko global justru berkontribusi menekan permintaan safe-haven. Bursa saham Asia, Eropa, hingga India bergerak positif didorong ekspektasi diplomasi dan hasil kinerja perusahaan yang solid. Tapi, tema perdagangan tetap menjadi sumber ketidakpastian. Tarif timbal balik AS yang efektif per 7 Agustus mengangkat rata-rata tarif ke level tertinggi sejak 1934 (perkiraan 18,6 persen) dan mencakup lebih dari 60 mitra dagang. Pasar juga menunggu keputusan kelanjutan gencatan senjata tarif AS–Tiongkok selama 90 hari.

Kemarau Tiba! Kapolres Bengkalis: Stop Bakar Lahan dan Hutan Pidana Menanti Pelaku Hukrim
Hukrim
Rabu, 28 Mei 2025 | 14:30 WIB

Kemarau Tiba! Kapolres Bengkalis: Stop Bakar Lahan dan Hutan Pidana Menanti Pelaku

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan seru masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam membuka lahan agar tidak dengan cara membakar. "Musim kemarau sudah tiba! Untuk itu, Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam praktik membuka lahan agar tidak dengan cara membakar," imbaunya kepada wartawan, Rabu (28/5) siang. Ditegaskan mantan Kapolres Indragiri Hilir ini, stop membakar lahan dan hutan! Pidana menantimu! Selain itu, terang AKBP Budi, hindari membakar di area lahan dan hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera lapor petugas jika melihat kebakaran lahan dan hutan ke Nomor Kontak: 0821 7198 0943. Menurut Kapolres Bengkalis, bagi pelaku pembakar hutan dan lahan bisa dipenjara 10 tahun, dan denda Rp10 miliar. "Ancaman pidana bagi pelaku pembakar hutan dan lahan tersebut ancaman pidana kurangan tidak main-main. Jadi, Bak pepatah lama 'lebih baik mencegah daripada mengobati' hindari membakar di area lahan dan hutan," jelasnya. Diketahui, BMKG prediksi Musim Kemarau 2025 di Indonesia diprediksikan mulai sama hingga lebih lambat dari normalnya, mencakup 409 ZOM (59 persen) yang tersebar di Indonesia. Akumulasi curah hujan musim kemarau di sebagian besar ZOM diprediksikan pada kategori Normal atau sama dengan biasanya (tidak lebih basah atau tidak lebih kering).

Polsek Kuantan Mudik Menanti Masa Panen Jagung Pipil Riau
Riau
Rabu, 19 Februari 2025 | 14:48 WIB

Polsek Kuantan Mudik Menanti Masa Panen Jagung Pipil

Teluk Kuantan, katakabar.com - Program ketahanan pangan jagung pipil milik petani binaan Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Sengingi (Kuansing), Riau tinggal menunggu masa panen raya di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik. Itu terungkap saat personel melaksanakan pengecekan ke lokasi untuk memastikan perkembangan tanaman holtikultura tersebut, Senin (17/2). Kapolsek Kuantan Mudik, AKP Hendra Setiawan, melalui press release Kasi Humas Polres Kuansing, Iptu Aman Sembiring mengatakan, kroscek itu dilakukan personel Bhabinkamtibmas, Aiptu Didit S. Barus dengan tujuan memastikan perkembangan tanaman jabung program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Apa yang Menanti Ethereum di November 2024? Inilah Prediksi Terbaru! Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 06 November 2024 | 07:50 WIB

Apa yang Menanti Ethereum di November 2024? Inilah Prediksi Terbaru!

Jakarta, katakakabar.com - Ethereum, sebagai salah satu aset digital terbesar di dunia, telah mengalami fluktuasi harga yang signifikan sepanjang tahun 2024. Menyusul pergerakan harga yang terbatas sepanjang Oktober, banyak yang menantikan pergerakan harga Ethereum di bulan November. Apakah Ethereum akan menguat atau malah turun lagi? Berikut prediksi harga Ethereum pada bulan November 2024.

Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed, Begini Strategi Investasi Saham Tepat Ekonomi
Ekonomi
Senin, 15 Juli 2024 | 17:06 WIB

Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed, Begini Strategi Investasi Saham Tepat

Surakarta, katakabar.com - Pelaku pasar menantikan kepastian penurunan suku bunga The Fed. Penurunan suku bunga bisa jadi titik balik pasar saham kembali bergairah. Berikut ini strategi investasi saham yang bisa dilakukan investor ritel. Pasar saham Indonesia mengalami fluktuasi yang cukup tinggi sepanjang 2024. Sempat mengalami euforia setelah harga saham Big Bank mencatatkan all time high pada awal 2024, pelaku pasar langsung dibuat frustasi sepanjang Mei hingga Juni 2024 setelah IHSG turun 8 persen dalam sebulan.

Kebun Raya Sambas Diresmikan, Ini Berkah CSR 13 Perusahaan Sawit Serba Serbi
Serba Serbi
Jumat, 18 Agustus 2023 | 20:33 WIB

Kebun Raya Sambas Diresmikan, Ini Berkah CSR 13 Perusahaan Sawit

Sambas, katakabar.com - Butuh 21 tahun lamanya masyarakat Kabupaten Sambas menantikan Kebun Raya Sambas di Desa Sabung Kecamatan Subah diresmikan. Dan akhirnya Bupati Kabupaten Sambas H Satono MH meresmikan Kebun Raya Sambas, pada Senin (14/8) lalu. Dengan peresmian ini Kebun Raya Sambas resmi telah terbuka untuk umum. Kebun Raya Sambas pertama di Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki luas 300 hektar, dan seluas184,5 hektar sudah bersertifikat. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset Dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Hendrian, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, dan tokoh adat dan tokoh masyarakat turut hadir di acara seremoni peresmian Kebuna Raya Sambas. "Terima kasih atas kerja sama BRIN dengan Pemkab Sambas mewujudkan Kebun Raya Sambas," kata Hendrian dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (18/8). Diceritakan Hendrian, Indonesia punya 46 kebun raya, Kebun Raya Sambas punya kelebihan dibanding kebun raya yang lain, yakni beberapa jenis tumbuhan yang ada di Sambas tidak dimiliki kebun raya yang lain. Untuk itu, Kebun Raya Sambas hendaknya jadi laboratorium alam untuk mengembangkan kawasan konservasi insitu sekaligus adi destinasi wisata yang patut dikembangkan, harapnya. Terima kasih kepada seluruh pihak baik di pemerintahan maupun masyarakat yang membantu mewujudkan kebun raya ini, ucap Satono. "Kebun Raya Sambas titik awal mewujudkan pembangunan di Kecamatan Subah, seperti berbagai infrastruktur penunjang terus dilengkapi," jelasnya. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat wakili Gubernur Kalimanatan Barat, Heronimus Hero sampaikan penghargaan kepada 13 perusahaan perkebunan kelapa sawit sudah berkontribusi dan berkolaborasi bersama Pemkab Sambas memperbaiki jalan menuju Kebun Raya Sambas. "Ini bagian dari CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TJSBL) pihak perusahaan perkebunan turut ambil bagian berpartisipasi di sektoe pembangunan Kebun Raya Sambas," ulasnya. Menurutnya, Kabupaten Sambas memiliki 30 perusahaan perkebunan sawit. Total 13 perusahaan adanya di Kecamatan Subah, di mana wilayahnya berada di sekitar area Kebun Raya Sambas. "Luas keseluruhan perusahaan perkebunan sawit sudah kantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 177.002,36 ketar dengan total penanaman 75.911,33 hektar," bebernya. Kebun Raya Sambas adalah konservasi exsitu tumbuhan riparian atau tumbuhan pasang surut air sungai alami pertama di Indonesia. Di kawasan ini tercatat berisi 493 Nomor Koleksi (specimen) dengan 23 Vak areal petak koleksi yang membatasi areal satu dengan yang lainnya. Kebun Raya Sambas dirintis tahun 2002 dan mulai dibangun tahun 2008. Pembangunan ini dimulai dari penandatanganan MoU, analisis vegetasi, pembuatan masterplan, sarana dan prasarana dan pengelolaan koleksi.