Pasok

Sorotan terbaru dari Tag # Pasok

Perkuat Rantai Pasok Nasional, KS Group dan Kerismas Group Teken Perjanjian Pasokan Jangka Panjang Nasional
Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 09:09 WIB

Perkuat Rantai Pasok Nasional, KS Group dan Kerismas Group Teken Perjanjian Pasokan Jangka Panjang

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) perkokoh sinergi industri baja dalam negeri melalui penandatanganan perjanjian pasokan jangka panjang atau Long Term Supply Agreement (LTSA) dengan PT Kerismas Witikco Makmur beserta grup usahanya. Kerja sama ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan bahan baku baja jenis Cold Rolled Coil (CRC) dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO) dengan total sebesar 36.000 ton hingga satu tahun ke depan. Adapun penandatanganan komitmen ini dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk diwakili Hernowo selaku Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio. Sedang, PT Kerismas Witikco Makmur diwakili Lau Beng Sing selaku Presiden Direktur. Melalui kesepakatan ini, Krakatau Steel Group menjamin stabilitas pasokan CRC dan HRPO untuk mendukung kelancaran produksi hilir di seluruh unit usaha Kerismas Group, yang meliputi PT Kerismas Witikco Makmur, PT Tumbakmas Inti Mulia, PT Semarang Makmur, dan PT Poli Contindo Nusa. Keberlanjutan Strategi Penguatan Industri Langkah strategis ini merupakan manifestasi nyata dari konsistensi perusahaan dalam menjaga ekosistem industri baja nasional. Sebelumnya, Februari 2026, Krakatau Steel Group telah meresmikan kerja sama serupa dengan PT Fumira. Dalam kesepakatan tersebut, Krakatau Steel berkomitmen memasok kebutuhan CRC PT Fumira dengan volume minimum sebesar 3.500 Metric Ton (MT) per bulan sepanjang tahun 2026. Rentetan kerja sama jangka panjang ini menegaskan posisi strategis Krakatau Steel Group sebagai penopang utama kebutuhan bahan baku industri manufaktur nasional. Jamin Stabilitas Pasokan untuk Performa Terbaik Mitra Keberhasilan penandatanganan LTSA ini didorong oleh dukungan modal kerja dari Danantara. Dukungan tersebut dialokasikan secara khusus untuk mengamankan ketersediaan material bahan baku secara berkelanjutan, yang menjadi fondasi utama bagi Krakatau Steel Group dalam memproduksi produk baja bernilai tambah tinggi (high value-added products). “Dukungan modal kerja dari Danantara merupakan penggerak utama dalam memastikan rantai pasok bahan baku kami tetap terjaga dan stabil. Dengan ketersediaan material hulu yang terjamin, Krakatau Steel dapat memberikan kepastian pasokan bagi mitra loyal kami," ujar Hernowo. Ia menambahkan stabilitas pasokan ini akan berdampak langsung pada performa mitra di pasar. "Melalui dukungan produk CRC dan HRPO yang berkualitas tinggi, kami optimistis Kerismas Group dapat terus meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produknya, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun merambah pasar internasional,” jelas Hernowo. Menurutnya, penguatan ketersediaan bahan baku ini merupakan implementasi nyata dari pilar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat hilirisasi industri domestik. Dengan memastikan bahan baku baja tersedia di dalam negeri, Krakatau Steel Group yang dipimpin Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menyatakan siap berperan aktif dalam menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan berdaya saing tinggi. “Kami menyelaraskan operasional perusahaan dengan visi Asta Cita untuk memperkokoh kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi. Melalui jaminan pasokan bahan baku yang didukung Danantara, kita memastikan bahwa nilai tambah ekonomi sepenuhnya dinikmati oleh industri dan tenaga kerja nasional,” imbuh Hernowo. Komitmen Kemitraan Jangka Panjang Lau Beng Sing sambut baik kolaborasi ini sebagai fondasi utama stabilitas operasional grup. "Kami mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Krakatau Steel. Jaminan pasokan bahan baku ini sangat krusial bagi keberlangsungan produksi di grup kami, sehingga kami bisa fokus pada pengembangan pasar dan kualitas produk akhir bagi konsumen," ulasnya. Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan struktur industri baja nasional dan program substitusi impor, di mana pemanfaatan produk baja lokal menjadi prioritas utama bagi para pelaku manufaktur di Indonesia. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus bersinergi menghadapi tantangan industri baja global dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Perkuat Rantai Pasok Hilirisasi, Indonesia Semakin Gencar Optimalkan Bauksit Nusantara
Nusantara
Jumat, 09 Januari 2026 | 14:30 WIB

Perkuat Rantai Pasok Hilirisasi, Indonesia Semakin Gencar Optimalkan Bauksit

Jakarta, katakabar.com - Pemanfaatan dan hilirisasi bauksit semakin krusial guna perkuat rantai pasok industri dalam negeri. Bauksit yang diolah menjadi alumina dan aluminium merupakan bahan baku strategis bagi berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, konstruksi, transportasi, hingga energi terbarukan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sumber daya bauksit Indonesia mencapai sekitar 7,4 miliar ton, dengan cadangan sekitar 2,7 miliar ton di antaranya berstatus siap ditambang. Besarnya cadangan tersebut menunjukkan Indonesia memiliki modal mineral yang sangat kuat untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional. Tetapi, pemanfaatan cadangan bauksit tersebut selama ini belum optimal. Hal ini tercermin dari pola produksi yang masih sangat bergantung pada ekspor bijih mentah. Produksi bijih bauksit nasional sempat mencapai 31,8 juta ton pada 2022. Setelah penerapan larangan ekspor bahan mentah, produksi menurun menjadi sekitar 19 juta ton pada 2023 dan kembali menyusut menjadi 16,8 juta ton pada 2024. Kondisi tersebut menegaskan percepatan pengembangan fasilitas pengolahan bauksit di dalam negeri menjadi semakin mendesak. Hilirisasi dipandang sebagai langkah strategis agar cadangan mineral nasional mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian, sekaligus memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (ISEW), Ferdy Hasiman menilai program hilirisasi bauksit nasional memasuki fase krusial pada 2026. Menurutnya, Indonesia perlu terus mempercepat transformasi ekonomi dari pola pertambangan ekstraktif menuju ekosistem industri terintegrasi berbasis nilai tambah. “Indonesia mulai menunjukkan langkah progresif yang sangat berarti. Pola lama pertambangan ekstraktif mulai ditinggalkan, dan hilirisasi menjadi instrumen penting untuk menekan defisit neraca pembayaran melalui pengolahan berbagai komoditas mineral di dalam negeri,” ujar Ferdy. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang semakin mengoptimalkan peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID integrasikan rantai hilirisasi bauksit, mulai dari pengolahan menjadi alumina hingga aluminium. Integrasi ini dinilai penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri nasional tanpa ketergantungan pada pasokan luar negeri. Bahan baku aluminium yang dihasilkan dari pengolahan terintegrasi tersebut diharapkan menjadi fondasi terbentuknya rantai pasok industri yang kuat, mendukung sektor manufaktur, transportasi, hingga pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwandi Arif. Ia menjelaskan kebutuhan aluminium bersifat lintas sektor dan terus meningkat seiring perkembangan ekonomi global. “Di negara berpendapatan tinggi, aluminium banyak digunakan untuk sektor transportasi. Sementara di negara berpendapatan rendah dan menengah, penggunaannya lebih dominan untuk sistem transmisi listrik, barang manufaktur, dan konstruksi,” kata Irwandi dalam bukunya Bauksit Indonesia. Kajian International Aluminium Institute juga menyebutkan bahwa kapasitas pemurnian alumina merupakan indikator utama dalam memperkuat daya saing industri suatu negara. Dengan terealisasinya pengolahan bauksit terintegrasi di Mempawah, Indonesia kini berada pada posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan aluminium, baik bagi pasar domestik maupun global. Ke depan, penguatan proyek hilirisasi bauksit diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan cadangan nasional, memperkuat struktur industri dalam negeri, serta menjadikan aluminium sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan industrialisasi masa depan Indonesia.

WSBP Pasok Spun Pile untuk Gedung Mandiri Financial Center PIK 2, Wujud Komitmen Proyek Nasional Nasional
Nasional
Jumat, 17 Oktober 2025 | 11:00 WIB

WSBP Pasok Spun Pile untuk Gedung Mandiri Financial Center PIK 2, Wujud Komitmen Proyek Nasional

Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus memperkuat kiprahnya dalam penyediaan material beton berkualitas untuk proyek-proyek strategis nasional. Kali ini, WSBP turut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Mandiri Financial Center PIK 2, yang berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Proyek ini menjadi salah satu gedung perkantoran representatif yang akan memperkuat aktivitas bisnis dan layanan keuangan di kawasan pengembangan baru tersebut. Dalam proyek yang dikerjakan PP–WIKA KSO ini, WSBP dipercaya untuk menyuplai Spun Pile Diameter 600 dan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sebagai pondasi utama bangunan dengan nilai kontrak sebesar Rp10,31 miliar. WSBP mengerahkan tiga Precast Plantnya yakni Precast Plant WSBP Karawang, Precast Plant WSBP Subang, dan Precast Plant WSBP Bojonegara untuk menjamin ribuan batang Spun Pile yang dibutuhkan tersuplai secara aman, tepat mutu, dan tepat waktu. Seluruh produk telah terselesaikan 100 persen dengan baik sesuai target. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada WSBP untuk berkontribusi pada pembangunan Gedung Mandiri Financial Center PIK 2. Produk Spun Pile dan CCSP yang kami hasilkan telah melalui proses kontrol kualitas yang ketat, sehingga mampu memenuhi standar kekuatan dan ketahanan yang dibutuhkan untuk proyek-proyek gedung bertingkat,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP. Keterlibatan WSBP dalam proyek Gedung Mandiri Financial Center PIK 2 bentuk kepercayaan dari mitra kerja terhadap kualitas produk dan kinerja perusahaan. Proyek ini menjadi momentum penting bagi WSBP untuk memperluas portofolio pasokan di sektor gedung komersial dan finansial, sejalan dengan upaya perusahaan meningkatkan kontribusi dari kontrak eksternal. “Kehadiran proyek ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian target nilai kontrak baru (NKB) perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi WSBP sebagai penyedia solusi beton terintegrasi yang andal untuk berbagai kebutuhan infrastruktur nasional, termasuk proyek-proyek komersial berskala besar,” tambahnya. Sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas produksi besar dan jaringan wilayah operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, WSBP berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik, mulai dari proses produksi, logistik, hingga pengiriman ke lokasi proyek. Keberhasilan penyelesaian suplai untuk proyek Gedung Mandiri Financial Center PIK 2 menjadi bukti nyata kemampuan WSBP dalam menjaga kualitas, ketepatan waktu, serta efisiensi proses kerja. Sebagaimana diketahui, WSBP juga mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan bersama mitra kerja dan pelanggannya melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Melalui inisiatif ini, atas proyek Gedung Mandiri Financial Center PIK 2 yang dikerjakan, WSBP bersama PP–WIKA KSO telah menanam 143 pohon trembesi atas seluruh produk Spun Pile yang telah terkirimkan ke proyek. Program ini menjadi wujud nyata komitmen WSBP bersama dengan mitra kerja dan pelanggan menghadirkan pondasi yang tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui berbagai proyek yang tengah berjalan, WSBP terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, tidak hanya di sektor transportasi dan energi, tetapi di sektor gedung komersial dan publik. Sejalan dengan itu, WSBP secara konsisten menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), manajemen risiko yang terukur, serta melakukan pemilihan proyek dengan pendanaan yang sehat.

Luncurkan 'Prospek', Perusahaan Raksasa Sawit Perkuat Jaringan Rantai Pasok Sasar 26 Ribu Petani Sawit
Sawit
Kamis, 26 September 2024 | 19:04 WIB

Luncurkan 'Prospek', Perusahaan Raksasa Sawit Perkuat Jaringan Rantai Pasok Sasar 26 Ribu Petani

Palembang, katakabar.com - Perusahaan raksasa yang bergerak di sektor kelapa sawit, Wilmar luncurkan Program Sinergi dan Pemberdayaan Petani Kecil (Prospek), guna perkuat jaringan rantai pasok bakal menjangkau 26.000 mitra petani plasma kelapa sawit di seluruh Indonesia. Program 'Prospek' komitmen jangka panjang Wilmar penguatan praktik berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini kelanjutan dari program yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan bersama mitranya.

Dukung Transisi Energi, PLN EPI Pasok Cangkang Sawit dan Woodchip ke PLTU Sintang Tekno
Tekno
Minggu, 17 Desember 2023 | 15:14 WIB

Dukung Transisi Energi, PLN EPI Pasok Cangkang Sawit dan Woodchip ke PLTU Sintang

Jakarta, katakabar.com - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dukung PLN Indonesia Power menjalankan pembakaran (Firing) 100 persen biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang Unit 1 selama 24 Jam Non Stop. Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menuturkan, PLN EPI bakal memasok kebutuhan biomassa dari cangkang sawit dan kepingan-kepingan kayu atau woodchip dari Sintang dsk. Di mana, PLN EPI sediakan stock 1000 ton cangkang kelapa sawit dan woodchip sebesar 250 ton. "PLN EPI sebagai Sub Holding Penyediaan Energi Primer mensupport pelaksanaan Firing Biomassa 100 persen ini dengan menyediakan pasokan harian cangkang kelapa sawit sebesar 150 ton dan woodchip sebesar 15 ton," kata Iwan lewat keterangan tertulis, dilansir dari laman warta ekonomi, pada Ahad (17/12). Dijelaskan Iwan, pelaksanan Firing biomassa ini butuh sebanyak 180 ton biomassa per hari. Maka, dengan volume penyediaan dan stok biomassa yang tersedia implementasi Firing biomassa 100 persen direncanakan selama 20 hari atau hingga 2 Januari 2024 nanti. "PLN EPI dukung Program Transisi Energi PLN Grup melalui program Co-Firing PLTU PLN dengan penyediaan pasokan bahan bakar biomassa dengan kualitas dan volume yang cukup," ucapnya. Hasil implementasi Firing biomassa 100 persen di hari ke dua menunjukkan hasil yang positif, seperti pemakaian rata-rata bahan bakar turun 10 persen, biaya bahan bakar turun 20 persen dan penurunan kadar emisi SOx, NOx dan CO2. PLTU Sintang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terletak di Kalimantan Barat untuk memasok kebutuhan listrik di Sistem Khatulistiwa, dengan daya terpasang pembangkit 3 x 7 MW. Beroperasi dari tahun 2018, dan telah melaksanakan Co-Firing Biomassa dari tahun 2021. PLTU Sintang ini jadi percontohan untuk implementasi Firing biomassa 100 persen menggunakan biomassa berkualitas tinggi dan menjadi PLTU Hybrid yang bisa secara flexible switching dari bahan bakar batubara ke bahan bakar biomassa.