Pendanaan

Sorotan terbaru dari Tag # Pendanaan

Biaya Hidup Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 26 April 2026 | 21:29 WIB

Biaya Hidup Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Jakarta, katakabar.com - Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen. Di tengah kondisi tersebut, pinjaman bank yang selama ini menjadi solusi utama mulai menghadapi tantangan. Selain proses yang relatif panjang, persyaratan yang ketat serta faktor penilaian kredit membuat tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses pembiayaan konvensional, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak. Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen. Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup kuat dan relatif stabil, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen likuiditas jangka pendek. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan tren ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset yang dimiliki. Menurutnya, aset tidak lagi hanya diposisikan sebagai barang konsumsi atau simbol gaya hidup, melainkan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan. “Di kondisi seperti sekarang, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memilih untuk tidak menjual asetnya. Mereka mencari cara agar tetap bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tanpa kehilangan kepemilikan,” ujar David lewat keterangan resmi. Ia menambahkan kebutuhan likuiditas yang cepat menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif di luar pinjaman bank. Pada praktiknya, proses penilaian aset dinilai lebih sederhana dan dapat memberikan kepastian dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berbasis gadai barang luxury, deGadai mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan gadai untuk aset bernilai tinggi. Aset seperti jam tangan premium dan tas branded disebut memiliki karakteristik likuiditas yang baik karena didukung oleh pasar sekunder yang aktif. Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, aset dengan nilai intrinsik dan pasar yang jelas dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemiliknya dalam mengelola kebutuhan finansial. Tetapi, para pengamat mengingatkan bahwa penggunaan skema pembiayaan apa pun tetap perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban pelunasan serta pemahaman terhadap skema pembiayaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Dengan tekanan biaya hidup yang masih berlangsung, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat dan fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Pada konteks ini, pemanfaatan aset sebagai sumber likuiditas menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Eratani Raih Pendanaan Seri A Senilai 6,2 Juta USD, Dorong Masa Depan Revolusi Pertanian Indonesia Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 26 April 2025 | 13:38 WIB

Eratani Raih Pendanaan Seri A Senilai 6,2 Juta USD, Dorong Masa Depan Revolusi Pertanian Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Di tengah menurunnya pendanaan startup secara signifikan di Indonesia, Eratani berhasil mengumpulkan pendanaan Seri A senilai 6,2 juta USD atau setara dengan Rp105 miliar, yang dipimpin oleh Clay Capital dengan partisipasi dari TNB Aura, SBI Ven Capital, AgFunder, Genting Ventures, dan IIX. Pendanaan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemampuan Eratani dalam mentransformasi sektor pertanian padi di Indonesia, sekaligus mendukung percepatan target swasembada pangan nasional pada tahun 2027, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2021, Eratani telah membuktikan dampak nyata melalui platform end-to-end yang dirancang khusus untuk petani kecil di sektor padi: Memberdayakan lebih dari 34.000 petani di Jawa dan Sulawesi, banyak di antaranya memperoleh akses pendanaan resmi untuk pertama kalinya. Meningkatkan proses budidaya pada lebih dari 13.000 hektar lahan pertanian padi. Meningkatkan rata-rata hasil panen sebesar 29% dan pendapatan petani hingga 25% pada tahun 2024. Memproduksi lebih dari 112.000 ton beras dan gabah, memperkuat ketahanan pangan nasional. “Di Eratani, kami membuktikan bahwa dampak ekonomi dan sosial dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Andrew Soeherman, Co-founder dan CEO Eratani. “Fokus kami bukan pada ekspansi yang serba cepat, melainkan pada pembangunan fondasi yang kokoh agar kami dapat tumbuh secara strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi para petani dan ekosistem pertanian, serta mendukung upaya ketahanan pangan Indonesia," ulasnya.

Buka Akses Pendanaan Startup dan UMKM Indigo Roadshow Meet The Investor#2 di Yogyakarta Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 08 Maret 2025 | 19:58 WIB

Buka Akses Pendanaan Startup dan UMKM Indigo Roadshow Meet The Investor#2 di Yogyakarta

Yogyakarta, katakabar.com - Indigo bersama Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya dan Innovative Academy Universitas Gajah Mada fasilitasi koneksi antara startup, investor, dan pelaku bisnis dalam satu acara. Indigo, inkubator dan akselerator startup digital milik Telkom Indonesia, kembali menegaskan komitmennya mendukung perkembangan ekosistem startup Tanah Air. Bersama Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya dan Innovative Academy Universitas Gajah Mada, Indigo sukses menyelenggarakan acara Roadshow Meet The Investor#2 - Get Your First Funding di Social Village, Yogyakarta, Kamis (21/2) lalu, Kegiatan ini dihadiri lebih dari 60 pelaku startup, UMKM, dan mahasiswa yang antusias mempelajari strategi meraih pendanaan pertama. Platform Kolaborasi Lintas Sektor Acara Meet The Investor#2 dirancang sebagai platform kolaborasi lintas sektor untuk menghubungkan pelaku bisnis dengan investor potensial. Ketua Panitia, Rizky Pratama, menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemaparan teori, tapi memberikan ruang bagi peserta untuk terlibat langsung dalam diskusi interaktif. “Selain sesi presentasi dari narasumber, kami juga menyediakan sesi tanya jawab dan networking . Peserta diberi kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli tentang tantangan yang mereka hadapi dalam mencari pendanaan,” ujarnya.

ITS Raih Pendanaan GRS Rp10 Miliar Tingkatkan Inovasi Kelapa Sawit Sawit
Sawit
Senin, 02 Desember 2024 | 13:46 WIB

ITS Raih Pendanaan GRS Rp10 Miliar Tingkatkan Inovasi Kelapa Sawit

Surabaya, katakabar.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berpartisipasi di bidang riset kelapa sawit. ITS berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp10 miliar pada Grant Riset Sawit (GRS) 2024. Di mana total enam judul penelitian nantinya berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional. Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat atau DRPM ITS, Fadlilatul Taufany PhD menyebutkan, GRS program penelitian dan pengembangan sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Nasional (BPDPKS).

Kerja Sama Bank Kalteng dan Usaid Segar Kembangkan Pendanaan Hijau Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
Sabtu, 28 September 2024 | 19:33 WIB

Kerja Sama Bank Kalteng dan Usaid Segar Kembangkan Pendanaan Hijau Sawit Berkelanjutan

Palangka Raya, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Bank Kalteng dan USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Kalteng, Maslipansyah yang membuka acara tersebut.

Arches Raih Pendanaan 3 Juta Dolar AS Demokratisasi Keahlian di Pasar Global Internasional
Internasional
Jumat, 21 Juni 2024 | 14:02 WIB

Arches Raih Pendanaan 3 Juta Dolar AS Demokratisasi Keahlian di Pasar Global

katakabar.com - Arches, platform expert knowledge-sharing terkemuka, telah mendapatkan 3 juta dolar AS dalam putaran pendanaan yang dipimpin KUSABI, dengan partisipasi dari Visional Inc., SMBC Venture Capital, dan angel investor dari perusahaan investasi terkemuka. Ini membawa total pendanaan perusahaan menjadi 5 juta dolar AS. Jembatani Kesenjangan Pengetahuan Arches dengan cepat memantapkan dirinya sebagai jembatan tepercaya antara pembuat keputusan global dan keahlian mendetail yang dibutuhkan untuk menavigasi pasar dinamis di Asia. Layanan unggulan perusahaan " Pencocokan Ahli (Expert Matching)" telah menghubungkan lebih dari 300 klien di 20+ negara dengan jaringan lebih dari 100,000 ahli terverifikasi. Tapi Arches tidak berhenti di situ saja. Bank Pengetahuan Ahli Perubahan Paradigma Putaran pendanaan baru ini percepat pengembangan "Bank Pengetahuan Ahli (Expert Knowledge Bank)", platform revolusioner yang mengubah wawancara ahli menjadi database yang dapat dicari dari wawasan yang dapat diambil tindakan. Klien mendapatkan akses ke ahli dengan imbalan berkontribusi pada pengetahuan yang terus berkembang ini, mendemokratisasikan akses ke informasi khusus yang sebelumnya hanya menjadi domain eksklusif beberapa orang terpilih. "Bank Pengetahuan Ahli lebih dari sekadar database; ini adalah masa depan berbagi pengetahuan," kata Hiroki Kato, CEO dan Co-founder Arches. "Kami sedang membangun platform di mana siapa pun, di mana pun, dapat memanfaatkan kebijaksanaan kolektif dari pikiran-pikiran cemerlang Asia," terangnya. Visi Ekspansi Global Visi Arches melampaui Asia. Perusahaan berencana untuk memperluas jaringan ahlinya ke Eropa dan Amerika Serikat, memperkuat posisinya sebagai platform berbagi pengetahuan yang benar-benar global. Selain itu, Arches akan berinvestasi dalam strategi pemasaran baru untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk korporasi dan lembaga keuangan yang mencari keunggulan kompetitif di dunia yang semakin kompleks. Kepercayaan Investor Investor antusias dengan potensi Arches untuk mendefinisikan kembali lanskap industry berbagi pengetahuan. Yuki Watanabe, Partner Perwakilan di KUSABI, mencatat, Arches tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, mereka menciptakan kategori baru. 'Kami bersemangat untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka saat mereka berkembang secara global," ucap Yuki. Dengan putaran pendanaan terbaru ini, Arches siap membuka era baru berbagi pengetahuan, di mana keahlian bukanlah hak istimewa tetapi sumber daya yang kuat yang dapat diakses oleh semua. Dengan konsep one-stop solution, Arches menawarkan wawancara ahli, penelitian, konsultasi, dan penempatan bakat. Arches siap untuk menjadi tujuan utama bagi organisasi yang ingin memanfaatkan kekuatan pengetahuan untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi. Kontak: Arches Corporation press@arches-global.com 028 2200 3260

RESINERGI Raih Pendanaan Tahap Early-Stage dari Nauli Energi Ventura Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 30 April 2024 | 14:59 WIB

RESINERGI Raih Pendanaan Tahap Early-Stage dari Nauli Energi Ventura

katakabar.com - Resinergi adalah perusahaan dengan inovasi fokus pada pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, telah berhasil meraih pendanaan tahap early stage untuk memulai kegiatan operasional di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa lokasi proyek. Adalah Nauli Energi Ventura (NEV) investor utama yang turut berpartisipasi di pendanaan itu. Mewakili CEO Nauli Energi Ventua, Karmia Tandjung menyatakan, sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Resinergi upaya untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah menjadi lebih berkelanjutan. "Melalui investasi ini, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan dan pengembangan Resinergi sebagai pionir dalam industri pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Kami yakin dengan visi dan komitmen yang kuat, Resinergi bakal jadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang," ujar Karmia, lewat rilis resmi diterima katakabar.com, pada Senin kemarin. Menyambut kesuksesan ini, co-founder dan CEO Resinergi, Glory Harimas Sihombing menuturkan, dengan pendanaan ini, kami bermaksud untuk membangun dan mengembangkan di Ponorogo dan Bangkalan. "Langkah ini inisiatif yang sangat positif karena memiliki TPST yang terintegrasi dan efisien sangat penting dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Selain itu, kami sedang menyiapkan rencana bisnis untuk melakukan ekspansi dengan membangun mega site senilai US$10 million," terangnya. Resinergi, ulas Glory, telah menetapkan rencana strategis untuk implementasi proyek-proyek pengolahan sampah ini. Perusahaan telah membangun infrastruktur fisik seperti bangunan area dalam luar, bangunan edukasi, jalan akses, dan instalasi mesin, yang merupakan langkah penting dalam memastikan TPST Ponorogo dapat beroperasi dengan baik. "Resinergi juga telah membuka 50 lowongan pekerjaan untuk TPST Ponorogo. Targetnya, pertengahan Juni 2024 ini melakukan commisioning test dan peresmian oleh Bupati Kabupaten Ponorogo. Bahkan Resinergi sudah merekrut puluhan pegawai lokal untuk beroperasi di TPST Ponorogo, yang diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi setempat dan keterlibatan komunitas dalam pengelolaan sampah," ucapnya. Resinergi sudah pula melakukan peningkatan daya dan instalasi listrik, tutur Glory, penyelesaian detail engineering design Bangunan dan penganggaran kegiatan TPST Bangkalan 2024. Ditargetkan operasional pada pertengahan Juli 2024 dan diresmikan oleh Bupati pada 17 Agustus 2024 mendatang. Dengan memiliki visi yang sejalan untuk mendorong implementasi dari circular economy di bidang persampahan, pada pertengahan tahun 2023, Glory Harimas Sihombing, Bhima Aries Diyanto, I Dewa Made Agung, Aditha Setyawan, Mesianti Tobing, dan Beny Handoyo, bersama-sama berkomitmen untuk memberikan solusi terpadu dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan mendirikan Resinergi. Melalui infrastruktur yang dikembangkan bertujuan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dari penumpukan sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan dukungan pendanaan tahap early-stage yang diperoleh, Resinergi yakin dapat mempercepat proses pembangunan dan pengembangan TPST di Ponorogo dan Bangkalan. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar, tapi membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja serta pembinaan komunitas lokal dalam pengelolaan sampah. Dengan semangat inovasi dan komitmen yang tinggi, Resinergi siap menjadi pelopor dalam transformasi untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat. Kontak: Untuk informasi lebih lanjut tentang bisnis Resinergi dan pertanyaan terkait lainnya, jangan ragu untuk menghubungi petugas humas kami, Erika Oktaviani, di +62 812-1217-5724.