Pendapatan
Sorotan terbaru dari Tag # Pendapatan
KAI Logistik Tingkatkan Kapasitas Bisnis 2026, Bidik Rp2,47 Triliun Pendapatan
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik tetapkan tahun 2026 sebagai fase akselerasi transformasi bisnis dengan target pertumbuhan kinerja yang signifikan, baik dari sisi keuangan maupun volume angkutan. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi titik balik peningkatan kapasitas bisnis perusahaan seiring penguatan peran KAI Logistik dalam mendukung rantai pasok nasional. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan perusahaan menargetkan pendapatan sebesar RP 2,47 Triliun atau tumbuh 119 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp1,1 Triliun, dengan laba ditargetkan sebesar Rp176 miliar. Target tersebut ditopang oleh perluasan skala bisnis. “Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi KAI Logistik untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis secara berkelanjutan. Target ditetapkan mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan,” kata Yuskal. Dari sisi operasional, ujarnya, KAI Logistik menargetkan pertumbuhan volume angkutan yang signifikan di sebagian besar lini layanan. Pada segmen angkutan ritel, volume ditargetkan mencapai 165 ribu ton, atau meningkat 152 persen dibandingkan capaian tahun 2025. Sedang, sambungnya, pertumbuhan paling signifikan terjadi pada angkutan multikomoditas, khususnya angkutan peti kemas, semen, dan komoditas non-batu bara, dengan target volume lebih dari 9 juta ton, atau meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan realisasi sebelumnya. Yuskal melanjutkan lonjakan volume tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas bisnis perusahaan, terutama melalui pengalihan dan pengelolaan penuh angkutan non-batu bara di wilayah Jawa, yang sebelumnya masih dikelola sebagian oleh induk usaha. “Pengalihan pengelolaan angkutan non-batu bara di Jawa memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi KAI Logistik, sekaligus memperkuat fokus kami pada pengembangan angkutan multikomoditas,” jelasnya. Pada segmen angkutan batu bara, KAI Logistik menargetkan volume 23 juta ton, atau meningkat 19 persen dibandingkan kinerja tahun 2025. Target tersebut ditetapkan untuk menjaga kesinambungan kinerja komoditas utama, di tengah strategi diversifikasi bisnis yang terus diperkuat. Selain penguatan kapasitas angkutan, KAI Logistik juga menetapkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain perluasan bisnis ke segmen e-commerce serta peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan infrastruktur, termasuk rencana perluasan Terminal Ronggowarsito dan penjajakan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. “Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada penguatan ekosistem layanan dan infrastruktur agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” imbuh Yuskal. Dengan kombinasi ekspansi kapasitas, diversifikasi layanan, dan penguatan infrastruktur, KAI Logistik menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kontribusi sebagai penyedia jasa logistik berbasis kereta api dan multimoda dalam mendukung konektivitas serta distribusi logistik nasional.
Wedbush Optimistis Netflix Dapat Gandakan Pendapatan Iklan di 2026 Meski Saham Masih Tertekan
Jakarta, katakabar.com - Netflix baru-baru ini merilis laporan keuangan untuk kuartal keempat 2025 yang menunjukkan hasil operasional yang lebih kuat dari ekspektasi pasar. Perusahaan mencatat pendapatan total sekitar $12,05 miliar, melampaui prediksi analis, dengan peningkatan laba bersih dan pertumbuhan penonton global yang signifikan. Namun demikian, reaksi pasar terhadap prospek pertumbuhan 2026 membuat saham Netflix tetap tertekan, meskipun data dasar fundamentalnya tetap solid. Hal yang menarik perhatian analis adalah perubahan strategi Netflix dari fokus utama pada pertumbuhan pelanggan menjadi pengembangan pendapatan iklan sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang. Menurut laporan riset Wedbush Securities, segment iklan Netflix menunjukkan potensi besar untuk berkembang di tahun mendatang, bahkan diproyeksikan bisa menggandakan pendapatan iklan menjadi sekitar $3 miliar di 2026, naik dari sekitar $1,5 miliar di 2025. Strategi ini tidak lepas dari ekspansi pesat ad-supported tier yang kini memiliki puluhan juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Riset independen juga menunjukkan penghasilan dari iklan telah mulai menjadi bagian penting dari pendapatan total Netflix, dengan adopsi luas terhadap model berlangganan yang mendukung iklan dan perbaikan teknologi iklan internal. Saham NFLX dan Reaksi Pasar Meskipun Netflix berhasil melampaui ekspektasi pendapatan kuartal dan menunjukkan pertumbuhan laba bersih, saham NFLX tetap mengalami tekanan jual di pasar saham. Banyak investor yang bereaksi terhadap pandangan hati-hati perusahaan mengenai outlook pertumbuhan di awal 2026, terutama dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya lebih agresif. Sebagai konsekuensinya, harga saham Netflix turun beberapa persen dalam perdagangan setelah jam bursa, mencerminkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan yang melambat dan risiko dari strategi bisnis baru. Wedbush sendiri tetap mempertahankan rekomendasi “Outperform” terhadap saham NFLX dengan target harga yang menunjukkan potensi apresiasi jangka panjang. Analis di Wedbush menganggap penurunan saham yang terjadi saat ini disebabkan lebih oleh ekspektasi yang terlalu tinggi di pasar dibandingkan dengan perubahan fundamental yang negatif dalam bisnis Netflix. Transformasi Model Bisnis dan Tantangan Faktor utama di balik strategi pendapatan iklan ini adalah kenyataan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan Netflix mulai mendekati plateau setelah bertahun-tahun momentum ekspansi global yang kuat. Kini, model bisnis mulai bergeser ke monetisasi yang lebih efisien melalui iklan, agar Netflix bisa terus tumbuh tanpa harus bergantung terus-menerus pada penambahan pelanggan baru. Tetapi, pergeseran ini tidak sepenuhnya bebas risiko. Beberapa investor mencatat bahwa pendapatan iklan dapat memiliki margin yang berbeda dan eksposur terhadap siklus ekonomi yang lebih luas dibandingkan pendapatan pelanggan berbayar. Selain itu, persaingan dari platform streaming lain dan perubahan perilaku konsumen tetap menjadi ancaman jangka panjang. Meski demikian, proyeksi pertumbuhan pendapatan iklan tetap menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang yang melihat value di transformasi bisnis ini. Wedbush menilai jika Netflix berhasil mengeksekusi rencananya secara efektif, segment iklan dapat menjadi engine pertumbuhan yang utama dalam beberapa tahun mendatang. Pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sawit Ungkit Penerimaan Bea Keluar Oktober 2025 Pendapatan Negara Melambung
Jakarta, katakabar.com - Sawit Ungkit penerimaan Bea Keluar pada Oktober 2025 bikin pendapatan negera melambung. Hal ini menunjukkan tren positif jelang akhir tahun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp249,3 triliun per Oktober 2025, atau 82,7 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Angka ini tumbuh 7,6% year on year (yoy), salah satunya berkat ledakan penerimaan bea keluar dari ekspor sawit. “Kepabeanan dan cukai sudah terkumpul Rp249,3 triliun, tumbuh 7,6 persen di atas tahun lalu dan sudah mencapai 80,3 persen dari target,” ucap Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta. Dari seluruh komponen penerimaan kepabeanan, bea keluar menjadi bintang utama. Penerimaan bea keluar tercatat Rp24,0 triliun, atau fantastis 537,4 persen dari target APBN. Secara tahunan, angkanya melonjak 69,2% yoy. Suahasil menjelaskan, dorongan terbesar datang dari kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO), naiknya volume ekspor sawit, serta tingginya ekspor konsentrat. “Kenaikan harga CPO dan ekspor sawit memang memberi dampak signifikan. Bea keluar bergerak seiring naik-turunnya pasar komoditas,” ulasnya. Di sisi lain, penerimaan bea masuk justru mengalami kontraksi tipis. Realisasinya mencapai Rp41,0 triliun, atau 77,5 persen dari target APBN, turun 4,6% yoy. Penurunan ini dipicu relaksasi tarif impor sejumlah komoditas pangan dan semakin masifnya pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang menurunkan biaya masuk barang tertentu. Meski penerimaan bea masuk menyusut, lonjakan bea keluar, terutama dari sektor sawit mampu menjadi penopang kuat pendapatan negara. Tak heran, pemerintah menyebut sawit masih menjadi komoditas strategis yang “menghidupkan” kas negara di tengah gejolak ekonomi global. Sebagai gambaran, nilai ekspor sawit Indonesia pada 2024 tercatat mencapai Rp440 triliun atau sekitar USD27,76 miliar. Meski turun dari tahun sebelumnya akibat penurunan volume ekspor dari 32,2 juta ton (2023) menjadi 29,5 juta ton (2024), sektor ini tetap memberi kontribusi terbesar terhadap devisa hasil ekspor nonmigas. Tak hanya berdampak di pusat, kinerja sawit juga menyentuh daerah lewat mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Sepanjang 2024, daerah menerima Rp276,03 miliar dalam dua tahap penyaluran, yakni Mei dan Oktober 2025. Angka ini bagian dari alokasi Rp3,39 triliun, meski beberapa daerah melaporkan turunnya penerimaan sehingga perlu rekonsiliasi data untuk memastikan penyaluran sesuai regulasi. Dengan tren kenaikan bea keluar yang impresif ini, pemerintah optimistis pendapatan negara hingga akhir 2025 akan tetap terjaga. Sawit kembali membuktikan diri sebagai penopang kuat fiskal nasional, terutama saat sektor lain belum menunjukkan kinerja maksimal. Jika harga CPO dan ekspor sawit terus stabil, maka gelombang positif penerimaan negara diperkirakan berlanjut hingga kuartal pertama 2026.
DBH Sawit Sumber Vital Perkuat Pendapatan Daerah di Penajam Paser Utara
Jakarta, katakabar.com - Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit di antara sumber vital perkuat pendapatan daerah di Kabupaten Penajam Pasir Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Lantaran itu, Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mendorong optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perkebunan kelapa sawit. Langkah ini disampaikannya saat menghadiri audiensi bersama sejumlah kepala daerah yang tergabung Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI). Auidiensi digelar dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, di Jakarta, Rabu (1/10) kemarin. Kegiatan ini bagian dari upaya AKPSI mengoptimalkan pendapatan daerah dari DBH sawit, dengan dukungan regulasi lintas kementerian dan lembaga,” kata Mudyat Noor, dilansir dari laman kaltimpost.id, Kamis sore. Perkebunan kelapa sawit, ucap Noor, tidak sekadar menopang ekonomi. Tetapi sektor inimenjadi pilar penting perkuat fiskal daerah. Optimalisasi DBH sawit dianggap sangat mendesak, terangnta, terutama untuk menopang pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. “Optimalisasi sektor ini sangat penting, khususnya mendukung perbaikan infrastruktur di daerah penghasil sawit. Banyak jalan umum masyarakat yang terdampak mobilisasi aktivitas perkebunan, dan perlu segera diperbaiki,” tegasnya. Ia lantas menekankan, keberadaan AKPSI menjadi wadah kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pusat. Sinergi ini, tambah Noor, mampu memperkuat kemandirian fiskal melalui pengelolaan sektor perkebunan. Dirjen OTDA Kemendagri, Akmal Malik, mengapresiasi langkah kepala daerah penghasil kelapa sawit. Ia menilai, penguatan regulasi DBH harus diiringi kerja sama lintas pihak. “Pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bersinergi untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perkebunan,” terang Akmal. Ia mengingatkan, tantangan sektor sawit tidak berhenti di regulasi. Persoalan lain seperti kelembagaan petani, keterbatasan infrastruktur, hingga tuntutan global soal keberlanjutan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Itu sebabnya, Akmal menjelaskan pentingnya regulasi berbasis data sebagai acuan sinkronisasi program. Jadi, pengelolaan sawit bisa lebih terarah dan memberi manfaat luas bagi daerah penghasil.
Pendapatan Mikro: Ketika Waktu Luang Bertemu Peluang Cuan
e. Melabeli data untuk pelatihan AI. f. Menguji Situs Web/Aplikasi (User Testing) Beberapa platform akan membayarmu jika kamu mencoba dan memberikan feedback tentang pengalaman menggunakan situs web atau aplikasi baru. Bayarannya bisa lebih tinggi (misalnya $10-$20 per tes), namun jumlah tesnya terbatas. Kamu bisa coba beberapa website seperti TryMyUI, Testbirds, dan Userlytics.
KAI Properti Catat Pertumbuhan Pendapatan 30,79 Persen dan Laba Usaha 45,05 Persen
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia atau KAI Properti, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I tahun 2025. Total pendapatan usaha yang berhasil dibukukan hingga Juni 2025 tercatat sebesar Rp738,7 miliar, tumbuh 30,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp564,8 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh kekuatan core business KAI Properti, yakni optimalisasi aset milik KAI, layanan konstruksi, dan pengelolaan properti yang adaptif terhadap kebutuhan gaya hidup masyarakat perkotaan. Proyek-proyek strategis yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari pengembangan kawasan stasiun, pembangunan hunian dinas, hotel, hingga fasilitas komersial terus dikembangkan secara progresif. Dari sisi profitabilitas, KAI Properti juga mencatatkan kinerja menggembirakan. Laba usaha yang dibukukan hingga akhir Juni 2025 mencapai Rp22,9 miliar, naik signifikan sebesar 45,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,9 miliar. Plt Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, menyatakan capaian ini mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan yang mulai mengarah ke pemulihan dan pertumbuhan jangka panjang. “Kinerja semester ini menjadi indikator positif bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Dengan tetap berpegang pada core business kami, serta memperkuat kolaborasi lintas entitas KAI Group dan mitra strategis, kami yakin mampu mencapai kinerja yang lebih baik pada semester berikutnya,” ujarnya. Kinerja ini sejalan dengan visi KAI Properti sebagai perusahaan yang unggul dalam pemenuhan gaya hidup berkelanjutan. Lantaran itu, seluruh pengembangan properti tidak hanya diarahkan untuk menambah nilai komersial, tetapi juga menciptakan ruang hidup dan fasilitas yang nyaman, adaptif, dan selaras dengan lingkungan serta dinamika sosial masyarakat.
WSBP Catatkan Pendapatan Usaha di TW I 2025 Capai Rp394,71 Miliar
Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatatkan kinerja positif di triwulan atau TW I per tahun 2025 dengan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp394,71 miliar. Angka ini mencerminkan penguatan kinerja operasional yang didorong oleh kontribusi dari sejumlah proyek strategis. Kinerja WSBP di periode ini mencatat Laba Kotor sebesar Rp77,11 miliar, menghasilkan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 19,5 persen. Capaian ini ditopang oleh porsi Pendapatan Usaha segmen Beton Precast yang mendominasi atau sebesar 51,2 persen diikuti oleh Beton Readymix sebesar 25,2 persen, serta Jasa Konstruksi sebesar 23,6 persen. WSBP terus dipercaya menyuplai produk-produk Beton Precast dan Beton Readymixnya pada beragam proyek strategis, di antaranya Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi Seksi 2B, Proyek Tzu Chi School-Extension PIK 2, Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai, serta Proyek Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3B. “Kami tetap konsisten menjaga efisiensi di setiap lini bisnis Perusahaan. Upaya efisiensi ini bukan hanya strategi jangka pendek, tapi bagian dari transformasi menyeluruh dalam menjaga kesehatan Perusahaan sehingga dapat terus kompetitif,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP. Efisiensi terlihat nyata pada penurunan Beban Penjualan sebesar 29,7 persen secara tahunan (YoY) serta Beban Umum dan Administrasi (BUA) yang turun 10 persen YoY. Langkah-langkah efisiensi tersebut turut berkontribusi positif terhadap perbaikan Laba Bersih Perusahaan. “Peningkatan ini menjadi bukti konsistensi manajemen dalam menjaga performa positif pada setiap lini operasional. Kondisi keuangan yang lebih sehat diharapkan dapat memperkuat posisi WSBP dalam meraih kepercayaan pasar dan memenangkan proyek-proyek baru, khususnya yang strategis di sektor infrastruktur nasional,” jelasnya. Diketahui, pada periode ini WSBP juga mencatatkan Total Aset sebesar Rp3,42 triliun, dengan Liabilitas sebesar Rp5,02 triliun, dan Defisiensi Modal sebesar Rp1,61 triliun.
Pendapatan Naik, WSBP Keluarkan Rp2,02 Triliun Bayar Supplier dan Vendor Pada 2024
Divisi Corporate Secretary. Sebagai komitmen pembayaran kepada supplier dan vendor, WSBP juga secara konsisten memenuhi kewajiban dalam skema Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) sesuai Perjanjian Perdamaian yang telah disepakati. Masih sepanjang tahun 2024, perusahaan telah membayarkan CFADS tahap 3 dan 4 dengan total sebesar Rp169,31 miliar. Terbaru, pada 25 Maret 2025, WSBP juga telah merealisasikan pembayaran CFADS tahap 5 sebesar Rp106,36 miliar.
Program 'Tampan' Dongkrak Pendapatan Petani Sawit
Jakarta, katakabar.com - Program Tanam Padi Perkebunan Nusantara (Tampan) yang diinisiasi Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, menunjukkan perkembangan memuaskan, di penghujung 2024 lalu. Bersama Riset Perkebunan Nusantara, Institut Pertanian Bogor (IPB), serta didukung penuh Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian BUMN, hamparan padi di tengah tanaman sawit muda itu tumbuh subur dan diproyeksikan segera panen. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa mengatakan, hingga kini, tim pengembangan budidaya padi gogo di sela-sela areal hamparan sawit muda terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam pilot project tersebut. Hasilnya, tanaman padi gogo yang identik di lahan kering itu tumbuh subur dan berpotensi memproduksi gabah secara optimal. "Alhamdulillah, teman-teman di lapangan terus memantau perkembangan tanaman padi gogo di sela-sela sawit muda masyarakat di Kabupaten Siak. Hasilnya sangat baik sekali dan sesuai dengan proyeksi kita semua. Insya Allah dalam waktu dekat akan segera panen," jelasnya lewat keterangan tertulis, dilansir dari laman EMG, Rabu (22/1). Kick Off Program 'Tampan' bagian kontribusi nyata perusahaan mendukung Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto ini dilaksanakan di lahan petani peserta program peremajaan sawit rakyat (PSR) PTPN IV PalmCo di akhir November 2024. Dari luas 60 hektar sawit milik petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Karya Maju tersebut, seluas 20 hektar areal sela berhasil dimaksimalkan menjadi hamparan padi melalui skema intercropping atau tumpang sari. Menurut Jatmiko, berdasarkan pertumbuhan padi yang sangat baik ini, diproyeksi 50 ton gabah kering segera dipanen pada April mendatang. Dengan begitu, petani memperoleh tambahan pendapatan mencapai Rp250 juta untuk satu siklus panen, atau setengah miliar rupiah untuk satu tahun menjelang sawit mereka mulai menghasilkan tandan buah segar (TBS).
Lampaui Target, Pendapatan Negara di Riau Tembus Rp28,75 Triliun
Pekanbaru, katakabar.com - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Heni Kartikawati paparkan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Riau hingga 31 Desember 2024. Pendapatan negara di Riau mencatat hasil positif, namun belanja negara menunjukkan adanya defisit. Menurut Heni, pendapatan negara di Riau mencapai Rp28,75 triliun atau setara 104,38 persen dari target. “Capaian ini meningkat sebesar 4,10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023,” ujarnya. Pendapatan tersebut, rincinya, meliputi penerimaan perpajakan sebesar Rp27,014 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,735 triliun. "Penerimaan perpajakan di Riau mengalami kenaikan 4,90 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi dari semua jenis penerimaan perpajakan kecuali Pajak Penghasilan (PPh) yang justru mengalami kontraksi sebesar 9,92 persen," bebernya. Sementara itu, ulas Heni, penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp3,595 triliun atau 108,25 persen dari target, meningkat tajam hingga 52,43 persen dibandingkan 2023. Di sisi belanja, Heni menyebutkan belanja negara di Riau telah mencapai Rp32,769 triliun atau 96,75 persen dari pagu. Meski demikian, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.