Perubahan
Sorotan terbaru dari Tag # Perubahan
Antara Perubahan Kepemimpinan Iran dan Dampak Geopolitik Timur Tengah
Jakarta, katakabar.com - Perubahan kepemimpinan di Iran tahun 2026 ini jadi salah satu peristiwa geopolitik paling signifikan di Timur Tengah. Setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, posisi pemimpin tertinggi Iran kini dipegang putranya, Mojtaba Khamenei. Transisi ini tidak hanya berdampak pada politik domestik Iran, tetapi pengaruhi dinamika geopolitik kawasan, termasuk hubungan dengan Amerika Serikat, Israel, serta stabilitas jalur energi global seperti Selat Hormuz. Untuk memahami lebih dalam profil pemimpin baru Iran, Anda dapat membaca profil Mojtaba Khamenei: pemimpin baru Iran. Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran dilakukan oleh Assembly of Experts setelah terjadinya kekosongan kekuasaan akibat konflik besar di kawasan. Sebagai tokoh yang memiliki kedekatan dengan elite militer dan kelompok konservatif, Mojtaba dikenal memiliki pendekatan yang lebih keras dalam kebijakan luar negeri. Hal ini picu kekhawatiran kepemimpinan baru Iran akan melanjutkan atau bahkan memperkuat kebijakan konfrontatif terhadap Barat. Penguatan Peran Militer dan IRGC Salah satu dampak utama dari perubahan kepemimpinan adalah meningkatnya peran militer, khususnya Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dalam kondisi pasca-konflik dan transisi kekuasaan, IRGC menjadi aktor utama dalam menjaga stabilitas internal sekaligus menjalankan strategi geopolitik Iran. Dominasi militer ini juga menunjukkan bahwa kekuatan politik di Iran tidak hanya bergantung pada pemimpin tertinggi, tetapi juga pada struktur kekuasaan yang lebih luas. Perubahan kepemimpinan Iran berpotensi memperpanjang ketegangan di Timur Tengah. Sikap keras dari pemimpin baru menunjukkan peluang deeskalasi konflik dalam jangka pendek cukup terbatas. Iran tetap menjadi aktor penting dalam konflik regional, termasuk di Suriah, Lebanon, dan hubungan dengan Israel. Selain itu, ketegangan dengan Amerika Serikat juga diperkirakan akan terus berlanjut, terutama terkait isu nuklir dan keamanan regional. Pengaruh Pada Pasar Energi Global Iran memiliki peran strategis dalam pasar energi global, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Selat Hormuz, jalur distribusi utama minyak dunia. Ketidakstabilan politik di Iran dapat berdampak langsung pada pasokan energi global. Gangguan di kawasan ini dapat menyebabkan harga minyak melonjak dan meningkatkan volatilitas pasar. Bahkan, ketegangan terbaru telah mendorong kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi yang memengaruhi sekitar 20% perdagangan minyak global. Meskipun Mojtaba Khamenei telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi, terdapat ketidakpastian mengenai perannya dalam praktik pemerintahan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kekuasaan di Iran saat ini lebih tersebar di antara elite politik, militer, dan institusi negara lainnya. Kondisi ini menciptakan dinamika baru di mana keputusan strategis tidak hanya ditentukan oleh satu individu, tetapi oleh koalisi kekuatan dalam negeri. Dampak Pada Strategi Investor dan Trader Perubahan kepemimpinan Iran menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasar global, terutama pada instrumen seperti minyak, emas, dan mata uang. Ketidakpastian geopolitik biasanya meningkatkan volatilitas pasar, yang dapat dimanfaatkan oleh trader sebagai peluang. Melalui broker trading kvb futures, trader dapat mengakses berbagai instrumen seperti forex, emas, indeks saham, dan komoditas untuk memanfaatkan dinamika pasar global. Bagi Anda yang ingin mulai trading, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading di KVB Indonesia Perubahan kepemimpinan Iran menjadi momen penting yang memengaruhi geopolitik Timur Tengah dan pasar global. Kepemimpinan Mojtaba Khamenei membawa potensi perubahan arah kebijakan, terutama dalam hubungan internasional dan konflik regional. Bagi trader dan investor, memahami dinamika ini sangat penting untuk mengantisipasi volatilitas pasar serta memanfaatkan peluang yang muncul dari perubahan geopolitik global.
Bitcoin Rebound ke US$68.000 Selepas Perubahan Sentimen Geopolitik
Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin pulih ke atas US$68.000 setelah sempat tertekan oleh eskalasi geopolitik Timur Tengah, sehingga picu perubahan sentimen dan volatilitas pasar kripto. Harga Bitcoin kembali menguat ke atas level US$68.000 setelah pasar mencerna kabar meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diumumkan menyusul serangan militer bersama oleh Amerika Serikat dan Israel. Aset kripto terbesar di dunia itu sebelumnya sempat tertekan hingga mendekati US$63.000 seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Di awal perdagangan pada Minggu, Bitcoin tercatat melonjak tajam dan menyentuh level sekitar US$68.200, sebelum bergerak stabil di kisaran US$67.350–US$67.700. Kenaikan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang terjadi sehari sebelumnya, ketika sentimen pasar memburuk akibat meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko. Rebound tersebut menunjukkan respons cepat pasar kripto terhadap perubahan sentimen global. Perubahan arah harga dipicu interpretasi sebagian pelaku pasar yang menilai kabar tersebut sebagai potensi penurunan ketegangan geopolitik dalam jangka pendek. Harapan akan stabilisasi situasi mendorong kembalinya minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, setelah sebelumnya investor cenderung mencari aset lindung nilai. Dampaknya, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turut mengalami peningkatan dalam waktu singkat. Tetapi, reli harga ini diiringi volatilitas yang tinggi. Dalam kurun 24 jam terakhir, ratusan ribu trader dilaporkan mengalami likuidasi posisi dengan total nilai mencapai sekitar US$657 juta. Likuidasi tersebut hampir seimbang antara posisi long dan short, mencerminkan kondisi pasar yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian. Situasi ini menegaskan meski harga pulih, risiko jangka pendek tetap tinggi bagi pelaku pasar dengan eksposur leverage. Secara teknikal, pergerakan Bitcoin masih menunjukkan pola kanal harga jangka pendek, menyusul aksi jual besar yang menekan pasar kripto global pada pekan sebelumnya. Analis menilai pemulihan saat ini lebih bersifat reaktif terhadap sentimen berita, sementara arah tren selanjutnya masih akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan data makroekonomi global. Investor pun cenderung bersikap selektif sambil menunggu sinyal yang lebih jelas. Bagi investor Indonesia yang ingin memantau dinamika pasar global secara real-time, pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital dapat kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memudahkan investor mengikuti perubahan harga dan sentimen pasar internasional dalam satu aplikasi yang praktis. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk memulai sekaligus mengeksplor berbagai koin kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman, serta dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi investor pemula, tidak perlu khawatir karena aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Selain itu, Nanovest telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga telah tersedia di Play Store maupun App Store, mendukung kebutuhan investor untuk memantau dan memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar global.
PKC PMII Riau Resepsi Pelantikan IV, Tegaskan Komitmen Menata Marwah dan Gerakkan Perubahan
Pekanbaru, katakabar.com – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau masa khidmat IV resmi gelar resepsi pelantikan sebagai penanda dimulainya kepemimpinan baru. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerak PMII Riau ke depan. Resepsi pelantikan tersebut mengusung tema “Menata Marwah, Menggerakkan Perubahan”, yang dimaknai sebagai upaya menjaga kehormatan dan integritas organisasi, memperkuat nilai dasar perjuangan, serta mendorong peran aktif kader dalam menjawab persoalan sosial, lingkungan, dan kebangsaan. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menegaskan PMII tidak hanya hadir dalam ruang wacana, tetapi juga dalam aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. “Menata marwah berarti menjaga nilai, etika, dan identitas PMII sebagai organisasi kader. Menggerakkan perubahan kami maknai sebagai kerja kolektif, termasuk mengajak seluruh organisasi mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat untuk bersama menjaga alam dan lingkungan hidup,” jelas Ghulam Zaky. Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan gerakan menanam pohon dan mendukung berbagai inisiatif pelestarian alam, termasuk semangat green policing sebagai upaya kolaboratif menjaga keberlanjutan lingkungan. “Menanam pohon bukan hanya soal hari ini, tetapi tentang warisan kehidupan untuk generasi mendatang. Menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama,” ucapnya. Selain isu lingkungan, PKC PMII Riau juga mengajak seluruh elemen untuk turut menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sebagai prasyarat penting terciptanya ruang perubahan yang sehat dan berkeadaban. Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, M. Shofiyulloh Cokro, menegaskan bahwa menjaga marwah organisasi harus sejalan dengan keberpihakan pada nilai kemanusiaan, kelestarian lingkungan, dan ketertiban sosial. “Perubahan yang digerakkan PMII harus berbasis nilai, keilmuan, dan keberpihakan yang jelas. Menjaga alam dan Kamtibmas adalah bagian dari tanggung jawab kebangsaan yang tidak boleh diabaikan,” tegas M. Shofiyulloh Cokro. Resepsi pelantikan ini menjadi ajang penguatan solidaritas dan konsolidasi kader se Riau. Dengan semangat “Menata Marwah, Menggerakkan Perubahan”, PKC PMII Riau berkomitmen untuk terus bergerak secara inklusif, kolaboratif, dan solutif demi terciptanya masyarakat yang adil, aman, serta berkelanjutan.
LKK DPC PKB Kepulauan Meranti Gelar Sekolah Kader Perubahan di Rangsang Barat
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Lembaga Kaderisasi Kabupaten (LKK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Meranti gelar kegiatan Sekolah Kader Perubahan (SKP) yang dipusatkan di Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Sabtu (24/1). Sekolah Kader Perubahan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan merupakan instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB kepada seluruh anggota legislatif PKB, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, untuk memperkuat kualitas dan kapasitas kader partai. Ketua LKK Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhrizal, SE, menegaskan tujuan utama Sekolah Kader Perubahan adalah membangun kesadaran politik kader serta menyiapkan sumber daya manusia PKB yang berintegritas dan berideologi kuat. “Melalui Sekolah Kader Perubahan ini, kami berharap para kader mampu memahami ideologi partai, mendalami visi dan misi PKB, meningkatkan loyalitas sebagai kader, serta menguasai keterampilan politik yang dibutuhkan ke depan,” jelar Muhrizal. Ia menambahkan, kader kunci masa depan partai. Tantangan politik ke depan yang semakin kompleks menuntut kader PKB untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak terjebak pada praktik-praktik politik transaksional. “Bapak dan ibu kader yang saya banggakan, ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Kader PKB disiapkan menjadi pemimpin masa depan, bukan melalui cara-cara transaksional, tetapi melalui proses kaderisasi yang berjenjang dan berkelanjutan,” tegasnya. Muhrizal menyampaikan harapan besar partai ke depan berada di pundak para kader, khususnya kader-kader muda, agar mampu menjaga marwah dan ideologi Partai Kebangkitan Bangsa. Sekolah Kader Perubahan ini dilaksanakan oleh anggota DPRD dari Fraksi PKB sesuai instruksi DPP. Untuk Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan SKP dilaksanakan oleh H Idris, anggota DPRD Fraksi PKB. Selain itu, masih akan dilaksanakan oleh dua anggota DPRD Fraksi PKB lainnya, yakni Ismiatun dan Antoni Sida Harta. Melalui Sekolah Kader Perubahan, LKK DPC PKB Kabupaten Kepulauan Meranti berharap seluruh peserta mampu memahami secara utuh ideologi partai serta mendalami visi dan misi Partai Kebangkitan Bangsa sebagai bekal dalam berkiprah di tengah masyarakat.
'Sia-sia' Petani Sawit Miliki RSPO Susah Jual Kredit, SPKS: Harus Dilakukan Perubahan Sistem Pasar
Jakarta, katakabar.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) prihatin atas kendala yang dialami petani mengakses manfaat ekonomi dari sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Meski petani kelapa sawit mandiri telah berhasil memperoleh sertifikat tersebut, tetapi kesusahan menjual kredit keberlanjutan, percuma! Ketua Umum SPKS, Sabarudin, mengatakan sulitnya penjualan kredit itu dinilai jadi penghambat realisasi insentif bagi petani itu sendiri. Masalah ini isu mendesak perlu perhatian serius dari para pemangku kepentingan RSPO. Contohnya, kata Sabarudin, Koperasi Produsen Perkebunan Persada Engkersik Lestari di Kalimantan Barat anggota SPKS telah bersertifikasi RSPO sejak 2024 lalu, tidak dapat pembeli kredit RSPO. Miris, ini terjadi hingga berakhir masa sertifikatnya. "Petani telah berinvestasi sumber daya dan biaya yang cukup besar untuk mencapai standar keberlanjutan RSPO. Kami merasa kecewa ketika upaya tersebut tidak dapat ditindaklanjuti dengan manfaat ekonomi yang dijanjikan melalui penjualan kredit," tegas Sabarudin, dilansir dari laman elaeis.co, Sabtu (1/11). Kontras ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem kredit. Apalagi selama ini RSPO selalu menekankan bahwa skema kredit ini tidak bermasalah bagi petani. Kami melihat secretariat RSPO sangat lamban dalam menfasilitasi koperasi yang tersertifikasi pembeli-pembeli kredit petani. Dan terkesan hanya memprioritaskan kelompok - kelompok tertentu," jelasnya. Ia menekankan jika situasi ini berlanjut, petani sawit kecil berpotensi kehilangan dorongan untuk berkomitmen pada produksi Minyak Sawit Berkelanjutan melalui Bersertifikat RSPO. Bahkan Ia menilai kondisi saat ini berisiko membuat sistem sertifikasi RSPO terkesan lebih menguntungkan perusahaan besar yang memiliki jalur rantai pasok langsung. "Kendala ini dapat mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya diterima petani kecil atas komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Dalam jangka panjang, ini dapat menghambat upaya kita bersama untuk menciptakan inklusivitas dalam sektor sawit berkelanjutan di Indonesia," ucapnya. Untuk itu, terang Sabarudin, SPKS minta agar Forum RSPO di Kuala Lumpur pada 3 hingga 5 November 2025 nanti dapat memberikan ruang khusus untuk membahas, dan meninjau ulang mekanisme penjualan kredit RSPO bagi petani sawit mandiri. "Kami mengimbau forum RSPO untuk segera meninjau kendala yang dialami petani sawit di lapangan. Kami berharap ada dialog konstruktif dan solusi yang dapat menjamin kredit petani sawit yang telah bersertifikasi dapat terserap secara efektif dan adil oleh pasar global," sebutnya Sabarudin, seraya menyerukan perubahan sistem demi dukungan yang lebih baik bagi petani kecil. RSPO adalah sistem sertifikasi global yang bertujuan menjamin produksi dan pasokan minyak sawit yang berkelanjutan. Sertifikasi ini memastikan praktik perkebunan yang bertanggung jawab, termasuk menghindari deforestasi dan melindungi hak-hak pekerja. Organisasi ini melibatkan produsen, pengolah, pedagang, hingga pengguna akhir minyak sawit.
Tanam 16.000 Bibit Mangrove, PT SPSL Perkuat Ekosistem Blue Carbon Mitigasi Perubahan Iklim
Jakarta, katakabar com - PT Pelindo Solusi Logistik (“SPSL”) sebagai subholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepelabuhan Pelindo mempertegas komitmennya mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem pesisir yang selaras dengan target Net Zero Emission dan penguatan konsep ekosistem blue carbon (karbon biru). Di tahun 2025, PT Pelindo Solusi Logistik kembali menanam harapan baru melalui rehabilitasi mangrove seluas 10 hektare di pesisir Kabupaten Indramayu. Sejumlah 16.000 bibit Rhizophora sp. ditanam dengan pola sylvofishery, melanjutkan langkah yang telah dilakukan setahun sebelumnya di lokasi yang sama. Diketahui, ekosistem mangrove berperan besar dalam karbon biru dan mitigasi perubahan iklim dengan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar di tanah dan biomassa, serta melindungi pesisir dari bencana alam. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional (PMN) Tahun 2024 yang disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, luas ekosistem mangrove Indonesia tercatat mencapai 3.440.464 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,7 juta hektare atau 79,6 persen berada di dalam kawasan hutan, sedangkan 701.326 hektare berada di luar kawasan hutan atau Areal Penggunaan Lain (APL). Hingga saat ini, diketahui ekosistem karbon biru, termasuk di dalamnya ekosistem mangrove, menyerap karbon di udara 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan ekosistem karbon hijau seperti hutan dan vegetasi darat, sehingga penanaman mangrove dinilai sebagai langkah yang tepat dalam memitigasi perubahan iklim. Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPSL, Dewi Fitriyani, menegaskan seluruh inisiatif ini merupakan kelanjutan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan dengan fokus pada pelestarian ekosistem pesisir serta pemberdayaan masyarakat. “Sejalan dengan semangat 'Pelabuhan Hijau, Masyarakat Sejahtera'. Rehabilitasi mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam masa depan bagi ekosistem dan warga pesisir. Dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat, mereka tidak hanya menanam, tetapi juga diberdayakan untuk merawat hingga tumbuh optimal,” ujar Dewi. Ia menekankan rehabilitasi mangrove memberi manfaat berlapis. Selain memperbaiki ekosistem pesisir, mangrove membuka peluang ekonomi baru, seperti pengembangan ekowisata, produk olahan hasil mangrove, hingga diversifikasi usaha kelompok tani lokal. “Pelibatan masyarakat menjadi kunci agar program ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” ulasnya. Langkah ini mendukung tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Penanganan Perubahan Iklim (Tujuan 13) melalui penyerapan karbon dan pengurangan emisi, Pemulihan Ekosistem Daratan (Tujuan 15) melalui pelestarian biodiversitas dan perbaikan ekosistem, serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Tujuan 8) dengan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Ketua TP PKK Rohul Pimpin Rapat Penyusunan RKPD Perubahan Kegiatan Tahun 2025
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Rapat Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD Perubahan Anggaran Kegiatan PKK Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2025 digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati, Rabu (23/7). Ketua TP PKK Rokan Hulu, dr. Yeni Dwi Putri yang pimpin rapat, dan diikuti Kepala BPKAD, Elbizri, Kadis Kesehatan, Drg. Septian Asmarwiyati, M.Kes, Kadis DPMPD, Prasetyo, Kadis Diskoptransnaker UMKM, Zulhendri, Kadis DKPP, Zulfikar, SP dan perwakilan dinas lainnya. Ketua TP PKK Rokan Hulu mengatakan, saat ini beberapa kegiatan TP PKK sudah dijalankan, seperti cek kesehatan dokter spesialis gratis, IVA tes, dan sunat massal yang dilaksanakan di beberapa kecamatan, dan ke.depan akan digelar di seluruh kecamatan di Rokan Hulu tahun 2025. "Pada 2025 ini kegiatan Cek kesehatan dokter Spesialis gratis sudah kita lakukan di kecamatan, tapi saya menginginkan untuk tahun depan bisa dilaksanakan hingga ke tingkat desa," ujarnya. Untuk tahun 2025 ini, sebut Yeni, sudah banyak kegiatan PKK yang teranggarkan di dinas-dinas melalui APBD Murni dan sudah bisa dilaksanakan, seperti kegiatan memberi makanan tambahan olahan ikan untuk balita, kegiatan percepatan penurunan stunting, pemasangan akseptor KB dan pemenuhan gizi serta koperasi merah putih. "Selain itu, masih ada beberapa Kegiatan PKK yang tertuang di dinas terkait yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya, dan dimasukkan ke APBD perubahan agar nantinya bisa di akomodir," jelasnya.
Dirut KAI: Adaptif, Solutif, dan Kolaboratif Jadi Kunci Navigasi Perubahan Bisnis
Jakarta, katalabar.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo menjadi pembicara di forum tahunan Grab Business Forum 2025 angkat tema “Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth” yang digelar Kamis (8/5) di Fairmont Jakarta. Di sesi diskusi panel bersama sejumlah pemimpin industri nasional, Didiek membagikan strategi KAI menyikapi perubahan lingkungan bisnis yang cepat, dan menegaskan KAI terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan transportasi publik yang adaptif, solutif, dan kolaboratif. Menurut Didiek, perubahan kebijakan dan dinamika ekonomi harus direspon dengan ketanggapan institusional yang cepat serta inovasi yang relevan. “KAI tidak hanya beradaptasi, tapi bertransformasi secara menyeluruh. Kami berinovasi secara berkelanjutan, memberikan solusi yang dibutuhkan pelanggan, dan menjalin kolaborasi lintas sektor,” ujar Didiek. Lantas, Ia menyoroti profil pelanggan KAI kini semakin didominasi generasi muda, terutama Gen Z yang menghendaki layanan yang serba cepat, mudah, dan digital. Hal ini mendorong KAI untuk mengembangkan layanan berbasis teknologi terkini, seperti integrasi aplikasi Access by KAI dengan PeduliLindungi pada saat Covid 19 kemarin lalu ada implementasi teknologi face recognition di boarding gate stasiun. “Kini pelanggan cukup memindai wajah, tanpa perlu mencetak tiket atau antre panjang. Prosesnya cepat dan aman karena sesuai standar ISO 27001,” jelas Didiek.
Mahasiswa Diajak Jadi Agen Perubahan Penyebarluasan Informasi Sawit Objektif dan Keberlanjutan
Puwokerto, katakabar.com - Kapasitas mahasiswa penting ditingkatkan guna memahami industri kelapa sawit secara lebih komprehensif, berbasis fakta, dan berorientasi keberlanjutan. Itu diantara pembahasan di acara Palm Oil Camp 2025 di Baturaden, Purwokerto pada 16 hingga 20 Februari 2025 lalu, yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Angkat tema Kampanye Sawit Baik untuk Generasi Muda Pertanian dan Pemilihan Duta UKMK Sawit 2025. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, meliputi Unsoed, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Maarif Nahdlathul Ulama Kebumen, Universitas Pekalongan, Politeknik Banjarnegara, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, dan Universitas Galuh Ciamis. Ketua Panitia Pelaksana, Wakil Dekan 3 Unsoed (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P menjelaskan, rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari ini meliputi workshop, diskusi tematik, pelatihan komunikasi, public speaking, personal branding, demonstrasi pengolahan limbah sawit, serta outbound dan pembinaan karakter. Kegiatan Palm Oil Camp 2025 menghadirkan berbagai materi yang memberikan wawasan mendalam tentang industri kelapa sawit. Acara dimulai dengan sesi klasikal dan diskusi panel yang mengupas mitos dan fakta mengenai sawit dari berbagai perspektif, termasuk ekonomi, sosial, lingkungan, pangan, dan kesehatan. Para peserta mendapat wawasan dari akademisi dan praktisi yang berpengalaman dalam industri ini. “Peserta juga mendapatkan pelatihan komunikasi, public speaking dan personal branding untuk mempersiapkan mereka menjadi agen komunikasi yang efektif mengenai sawit berkelanjutan,” kata Khavid Faozi. Salah satu bagian penting dari kegiatan ini, demonstrasi pengolahan limbah kelapa sawit, bekerja sama dengan UMKM Berkah Kita Desa Rempoah, yang merupakan UMKM sawit binaan Unsoed bersama BPDP. Para mahasiswa diberikan wawasan dan keterampilan dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi. Pemilihan Duta UKMK Sawit 2025 Puncak acara adalah pemilihan Duta UKMK Sawit 2025, tujuannya untuk melahirkan agen perubahan yang dapat menyebarkan informasi berbasis data mengenai industri kelapa sawit di kalangan akademisi dan masyarakat.
Industri Sawit Dorong Perubahan Besar di Kotawaringin Timur
Sampit, katakabar.com - Investasi di sektor perkebunan kelapa sawit telah mendorong perubahan besar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Selain membuka ribuan lapangan kerja, perkebunan sawit telah membuka akses ke wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Kotim, Alang Arianto mengatakan, saat ini tercatat ada 58 perusahaan sawit yang beroperasi di berbagai kecamatan di Kotim. "Keberadaan perusahaan-perusahaan itu lebih banyak memberikan dampak positif bagi pembangunan dan perekonomian daerah jika dibandingkan dengan dampak negatif yang timbul," ujarnya, lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Selasa (28/1). Di sektor transportasi misalnya, kata Arianto, dulu Desa Bukit Santuai atau Antang Kalang hanya bisa dicapai melalui sungai. Sekarang sudah ada akses darat berkat pembangunan infrastruktur oleh perusahaan sawit. “Perkebunan sawit memiliki multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi. Bahkan pada saat pandemi Covid 19 dulu, sawit tidak terpengaruh dan memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap perekonomian nasional,” jelasnya. Menurutnya, dampak negatif dari kehadiran industri sawit tetap ada seperti kerusakan lahan dan pencemaran sungai. “Tapi dampak negatif itu bisa diminimalisir dengan pengawasan yang ketat,” ucapnya.