Luncurkan Program SPACE, PT REA Dorong Keterlibatan dan Keberlanjutan Petani Sawit di Kukar
Kutai Kartanegara, katakabar.com - PT REA Kaltim Plantations (REA) luncurkan Program Smallholder Partnership Acceleration (SPACE), dan penyerahan sertifikat Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL), di Gedung Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Jumat (10/10) kemarin. Kegiatan itu bukti komitmen keterlibatan atau inklusivitas kepada keberlanjutan, sekaligus memperkuat kemitraan bersama petani swadaya di bawah payung inisiatif Smallholder Inclusion for Ethical Sourcing (SHINES) sektor kelapa sawit. Turut hadir Bupati Kutai Kartanegara, perwakilan Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM, Camat Kembang Janggut dan Tabang, para kepala desa, serta perwakilan koperasi dan kelompok tani di kegiatan itu. Program SPACE hadir sebagai langkah strategis PT REA memperkuat kolaborasi antara petani, koperasi, dan desa. Fokus utamanya, meliputi empat aspek, memperluas inklusi petani, meningkatkan kesejahteraan, mendorong ekonomi desa, serta melindungi kawasan hutan. Di tahap awal, program ini melibatkan Desa Kembang Janggut, Koperasi Merah Putih, dan lebih dari 100 petani. Mereka akan mendapatkan pelatihan praktik budidaya berkelanjutan (Good Agricultural Practices), dukungan peremajaan tanaman, serta mekanisme pembayaran yang lebih cepat. “SPACE bukan sekadar program, melainkan cara baru bekerja bersama petani dan masyarakat,” kata Presiden Direktur REA, Luke Robinow. “Kami ingin petani menjadi mitra sejajar dalam membangun masa depan bersama. Tujuan kami sederhana: petani, masyarakat, lingkungan, dan perusahaan tumbuh bersama," jelasnya, dilansir dari laman sapos.co.id, Sabtu sore. Sebagai bentuk komitmen nyata, peluncuran SPACE ditandai dengan penandatanganan tiga Nota Kesepahaman (MoU) antara REA, pemerintah desa, koperasi, dan petani. MoU tersebut ditandatangani Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah, Ketua Koperasi Merah Putih, Yadi, dan Anwar sebagai perwakilan petani swadaya. Peluncuran SPACE menjadi momentum perayaan keberhasilan Program SHINES yang telah berjalan sejak 2024. Melalui kerja sama dengan lima koperasi binaan, REA membantu petani memperoleh legalitas dan kesiapan sertifikasi keberlanjutan. Dari total 173 petani yang mengajukan STDB, sebanyak 105 e-STDB telah diterbitkan, sementara 59 SPPL berhasil difasilitasi. Selain itu, REA mendukung 103 petani dalam proses sertifikasi RSPO yang mencakup 279,6 hektare dan membantu 256 petani mempersiapkan kepatuhan terhadap regulasi EUDR dengan total area 1.016,94 hektare. Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, di acara peluncuran Program SPACE, disaksikan Camat Kembang Janggut, pejabat Pemkab Kukar, serta pimpinan PT REA Kaltim Plantations. “STDB dan SPPL bukan sekadar dokumen administratif, melainkan tiket menuju pasar global,” tegas Aulia Rahman Basri. “Kolaborasi antara petani, koperasi, pemerintah, dan REA memastikan sawit dari Kutai Kartanegara diakui sebagai produk legal dan berkelanjutan,” ucapnya. Hal senada disampaikan Erwinsyah K, salah seorang petani peserta program aminkan Bupati Kukar. “Dulu kami ragu apakah hasil kami akan diterima pasar. Kini, dengan STDB dan SPPL, kami punya pengakuan dan keyakinan baru bahwa hasil panen kami legal dan berkelanjutan,” timpalnya. Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah, mengutarakan dengan adanya SHINES dan SPACE, petani di desa kami belajar mengelola lahan secara bertanggung jawab sekaligus memperkuat koperasi dan kebanggaan lokal karena sawit kami kini berstandar internasional. Menurut Group Chief Sustainability Officer REA, Dr. Bremen Yong, kedua program ini menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. "SPACE memberikan dukungan praktis seperti mekanisme pembayaran yang cepat dan bantuan peremajaan, sementara SHINES memastikan kepatuhan terhadap aspek legal dan lingkungan,” jelasnya. “Keduanya memberi stabilitas bagi petani dan komunitas untuk menatap masa depan," tambahnya. Program SPACE dan SHINES menjadi bagian dari pilar Empowering Livelihoods (Pemberdayaan Mata Pencaharian) dalam strategi keberlanjutan REA, bersama tiga pilar lainnya: Sustainable Development, Climate Action, dan Forest Conservation. Melalui pendekatan ini, REA menegaskan komitmennya untuk memberdayakan petani dan masyarakat lokal dengan menyediakan pelatihan, akses sumber daya, serta dukungan finansial agar mereka tangguh dan berdaya saing. PT REA anak perusahaan REA Holdings PLC yang terdaftar di London Stock Exchange. Berdiri sejak 1991, perusahaan ini beroperasi di Kalimantan Timur dengan fokus pada produksi minyak sawit berkelanjutan, dan inklusif. REA telah tersertifikasi RSPO sepenuhnya sejak 2023 dan hampir 100 persen tersertifikasi ISPO. Perusahaan juga mengoperasikan dua fasilitas penangkapan gas metana yang menyuplai listrik bagi kegiatan operasional serta desa sekitar. Hingga kini, REA melestarikan sekitar 18.000 hektare kawasan hutan sebagai bagian dari komitmen konservasi dan mitigasi perubahan iklim.