Nusantara
Rabu, 07 Mei 2025 | 06:21 WIB
Tanggamus, katakabar.com - PT Prestige Indonesia atau PI bersama Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara atau Kometa sukses gelar acara 'Gebyar Petani' di Desa Sudimoro, Kelurahan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Acara ini menjadi bagian dari roadshow nasional Kometa yang menyasar berbagai daerah agraris di Indonesia untuk mempercepat adopsi pertanian cerdas dan berkelanjutan. Dihadiri oleh lebih dari 500 petani, kegiatan ini menghadirkan edukasi langsung tentang pemanfaatan pupuk organik berbasis teknologi, serta penggunaan Internet of Things atau IoT untuk analisis tanah secara digital. IoT Gratis untuk Petani Kometa sebagai bentuk nyata dukungan terhadap transformasi pertanian. Kometa memberikan fasilitas perangkat IoT untuk petani kometa wilayah tanggamus.
Teknologi ini memungkinkan petani memantau pH, kelembaban, dan kandungan unsur hara tanah secara real-time mendorong efisiensi pemupukan, irigasi, dan meningkatkan produktivitas.
Ketua Kometa, Roy Faizal Prasetyanugraha, menyampaikan pentingnya pertanian yang tidak hanya mengejar hasil, tapi menjaga warisan tanah untuk generasi mendatang.
“Tanah adalah aset kehidupan. Kita harus merawatnya, bukan mengeksploitasinya. Kometa hadir tidak hanya sebagai koperasi, tapi sebagai gerakan untuk memastikan petani punya akses teknologi, pengetahuan, dan pasar yang adil,” ujarnya.
Lonjakan Produksi Panen dan Perbaikan Tanah Dalam sesi edukasi pertanian, Muhammad Nendi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Prestige Indonesia menjelaskan, pupuk organik Prestige telah berhasil meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 ton menjadi 9 ton per hektar.
Pupuk ini terbukti memperbaiki struktur dan kesehatan tanah, menjadikannya solusi jangka panjang bagi pertanian berkelanjutan.
“Kami merayakan keberhasilan teknologi pupuk ini yang sudah terbukti di berbagai daerah. Kini, saatnya lebih banyak petani merasakan dampaknya,” ulas.Nendi.