Stabil
Sorotan terbaru dari Tag # Stabil
Cara Mengatur Keuangan Selepas Terima THR Agar Tetap Stabil
Jakarta, katakabar.com - Tunjangan Hari Raya (THR) jadi salah satu momen yang paling dinantikan menjelang Idul Fitri. Banyak orang memanfaatkan THR untuk berbagai kebutuhan, seperti mudik, belanja kebutuhan Lebaran, hingga memberikan hadiah kepada keluarga. Tetapi, tanpa perencanaan yang tepat, THR sering kali habis waktu singkat setelah hari raya berlalu. Untuk itu, penting untuk mengatur keuangan dengan bijak agar kondisi finansial tetap stabil bahkan setelah Lebaran selesai. Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek tetapi dapat dimanfaatkan untuk tabungan atau investasi. Setelah menerima THR, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat perencanaan keuangan. Hal ini bertujuan agar pengeluaran tetap terkendali dan tidak melebihi jumlah dana yang tersedia. Banyak orang cenderung meningkatkan pengeluaran menjelang Lebaran karena berbagai kebutuhan tambahan. Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini dapat membuat keuangan menjadi tidak stabil setelah hari raya. Membuat daftar prioritas pengeluaran dapat membantu menghindari pemborosan dan memastikan bahwa dana digunakan secara efektif. Untuk memahami cara mengatur pengeluaran dengan lebih baik menjelang hari raya, Anda dapat membaca panduan cara kelola keuangan menjelang Idul Fitri agar tetap stabil. Membagi THR ke Beberapa Pos Keuangan Salah satu cara efektif untuk mengelola THR adalah dengan membaginya ke dalam beberapa kategori keuangan. Metode ini dapat membantu mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa dana tidak habis dalam waktu singkat. Beberapa pos keuangan yang dapat dipertimbangkan antara lain kebutuhan Lebaran, tabungan, investasi, serta dana darurat. Dengan pembagian yang jelas, Anda dapat tetap menikmati momen hari raya tanpa mengorbankan stabilitas keuangan setelahnya. Hindari Pengeluaran Impulsif Momen Lebaran sering kali memicu pengeluaran impulsif, terutama ketika melihat berbagai promo atau diskon. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat THR cepat habis. Sebelum melakukan pembelian, penting untuk mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya sekadar keinginan sesaat. Dengan mengontrol pengeluaran impulsif, Anda dapat memastikan bahwa dana yang dimiliki tetap cukup untuk kebutuhan setelah hari raya. Selain digunakan untuk kebutuhan hari raya, sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Langkah ini dapat membantu menjaga kestabilan keuangan dalam jangka panjang. Menabung sebagian THR juga dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Jika Anda ingin mengetahui strategi yang lebih lengkap mengenai pengelolaan THR, Anda dapat membaca artikel tips kelola uang THR agar tidak habis setelah Lebaran . Selain menabung, sebagian dana THR juga dapat digunakan untuk mulai berinvestasi. Investasi dapat membantu mengembangkan nilai uang dalam jangka panjang serta memberikan peluang keuntungan tambahan. Saat ini tersedia berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat risiko masing-masing. Melalui broker trading kvb futures, investor dapat mengakses berbagai instrumen seperti forex, emas, indeks saham, dan komoditas dalam satu platform trading yang terintegrasi. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai berinvestasi atau trading, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading.
Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penguatan emas masih cukup solid dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. XAU/USD tercatat diperdagangkan di sekitar level $5.187 per troy ounce, meningkat lebih dari 0,50 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pelemahan Dolar AS yang terjadi setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tipis. Pergerakan harga minyak diketahui memiliki korelasi tertentu dengan nilai tukar dolar AS. Ketika harga minyak melemah, tekanan terhadap dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi aset safe haven seperti emas. Selain faktor mata uang dan komoditas energi, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan pengaruh terhadap dinamika pergerakan pasar emas. Data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) di AS menunjukkan pemulihan pada bulan Februari setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam pada Januari. Penjualan rumah tercatat meningkat sebesar 1,7 persen, membaik dari penurunan sebelumnya yang mencapai -5,9 persen. Perbaikan ini mengindikasikan sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi meskipun kondisi ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian. Sementara, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Data rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat minggu terakhir tercatat meningkat menjadi 15,5 ribu, lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya sebesar 12,8 ribu. Peningkatan ini memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan, meskipun tekanan ekonomi global tetap menjadi perhatian bagi para pelaku pasar. Memasuki perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, harga emas terlihat relatif stabil di sekitar level $5.190. Stabilitas ini terjadi setelah pasar sempat mengalami volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas global, termasuk emas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyampaikan operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada kepastian mengenai waktu penghentian operasi tersebut. Pernyataan ini sempat memicu penurunan harga minyak karena pasar menilai potensi de-eskalasi konflik. Penurunan harga minyak tersebut juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, yang pada akhirnya memberikan dukungan bagi harga emas. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah drastis dengan memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ancaman ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jika jalur vital tersebut terganggu, ketegangan geopolitik berpotensi meningkat dan memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Rabu. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Februari diperkirakan naik sebesar 2,4 persen secara tahunan, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat hingga 2,5 persen. Jika angka inflasi tersebut dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal ini berpotensi memperkuat Dolar AS. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan bagi harga komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Dari sisi teknikal, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa struktur tren emas masih didominasi oleh sentimen positif. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati area resistance di sekitar level $5.231. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila momentum kenaikan mulai melemah. Dalam skenario tersebut, level support terdekat yang dapat menjadi area penopang harga berada di kisaran $5.126. Dengan kombinasi sentimen teknikal yang masih bullish, pelemahan dolar AS, serta faktor geopolitik global yang belum sepenuhnya mereda, harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas.
Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan
Jember, katakabar.com - Memasuki periode awal Ramadhan 1447 Hijriah, aktivitas mobilisasi masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren yang fluktuatif tetapi tetap stabil. Data pantauan volume penumpang menunjukkan, arus keberangkatan dan kedatangan sempat menyentuh angka tertinggi pada pekan sebelum puasa dan diprediksi kembali melonjak pada akhir pekan ini. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan pergerakan penumpang pada awal puasa Ramadhan masih cukup stabil jika dibandingkan dengan periode minggu sebelumnya. Memasuki hari pertama puasa pada 18 Februari 2026, volume penumpang masih berada di angka yang stabil. Sebanyak 9.142 orang melakukan keberangkatan dan 8.905 orang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 9. Tetapi, pada 19 Februari, terjadi penurunan jumlah penumpang. “Pada 19 Februari, angka keberangkatan berada di posisi 8.550 penumpang dan kedatangan 8.575. Ini merupakan siklus wajar di mana masyarakat cenderung membatasi perjalanan pada hari-hari pertama ibadah puasa,” rinci Cahyo. Meski data real-time menunjukkan angka tersebut, KAI Daop 9 proyeksikan adanya lonjakan yang stabil berdasarkan sisa ketersediaan tiket dan pemesanan yang terus berjalan. “Rata-rata penumpang untuk akhir pekan ini sangat stabil, dimana harian keberangkatan penumpang mencapai 9ribu penumpang dengan dominasi penumpang parsial. Khusus pada akhir pekan besok hari Minggu, kami memproyeksikan volume keberangkatan penumpang bisa mencapai 11.145 orang,” cerita Cahyo. Guna memastikan kelancaran perjalanan dan kenyamanan bersama di stasiun maupun di dalam kereta, KAI Daop 9 Jember menghimbau kepada calon pelanggan untuk datang Lebih Awal menghindari keterlambatan proses boarding. Pelanggan juga diingatkan untuk membawa barang bawaan sesuai aturan yang berlaku (berat maksimal 20 kilogram dan volume maksimal 100 dm³). Barang yang melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan atau harus menggunakan jasa ekspedisi. Selain itu, sambungnya, penumpang yang menjalankan ibadah puasa dihimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan prima agar perjalanan pelanggan tetap nyaman dan khidmat selama bulan suci Ramadan. Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi KAI Access dan tetap mengutamakan keselamatan selama di area stasiun,” sebutnya
Harga Emas Stabil di $4.993, Pasar Tunggu Sinyal The Fed Memasuki Pekan Kedua Februari 2026
Jakarta, katakabar.com - Harga emas menunjukkan fase konsolidasi menjelang rilis data penting dan perkembangan geopolitik. Trader disarankan tetap memperhatikan dinamika dolar AS, kebijakan moneter, serta sentimen global sebelum mengambil keputusan transaksi. Harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan Senin (16/2) tercatat bergerak stabil di kisaran $4.993 per ons pada sesi Asia. Pergerakan ini terjadi setelah emas sempat melonjak lebih dari $150 pada akhir pekan lalu, sebelum kembali terkoreksi dan bertahan di bawah level psikologis $5.000. Analis Market HSB Investasi menyampaikan pergerakan emas saat ini dipengaruhi oleh kombinasi penguatan dolar AS serta meningkatnya minat risiko (risk appetite) pelaku pasar. Tetapi, tekanan terhadap logam mulia dinilai masih terbatas. “Penguatan dolar memang membatasi ruang kenaikan emas dalam jangka pendek. Namun, faktor ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter membuat potensi penurunan emas relatif terbatas,” ujar Analis Market HSB Investasi. Penguatan Dolar AS Tekan Emas Kenaikan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Secara historis, emas dan dolar memiliki korelasi terbalik. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Tetapi, penguatan dolar diperkirakan tidak berlangsung lama. Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi mulai memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Juni mendatang. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset non-yielding seperti logam mulia. Ketegangan Geopolitik Batasi Penurunan Selain faktor moneter, sentimen geopolitik turut membatasi tekanan terhadap emas. Pasar saat ini mencermati kelanjutan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah laporan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan yang memicu respons keras dari Iran. Dalam kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, emas tetap dipandang sebagai aset safe haven. Permintaan terhadap aset lindung nilai cenderung meningkat ketika risiko geopolitik membesar. Pasar Menanti Notulensi FOMC Pergerakan emas juga berlangsung dalam volume transaksi yang relatif tipis seiring libur Presidents Day di Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sembari menunggu katalis berikutnya. Fokus utama investor saat ini tertuju pada rilis notulensi rapat FOMC (FOMC Minutes) yang dijadwalkan pada Rabu (18/2/2026). Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Secara teknikal, emas masih menghadapi tekanan jangka pendek setelah gagal mempertahankan posisi di atas level resistensi $5.028. Selama belum mampu kembali menembus area tersebut, potensi koreksi tetap perlu diwaspadai. Namun dalam jangka menengah, prospek emas dinilai tetap positif sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika global yang berkembang.
Pasar Spot Ethereum Mulai Dilirik Investor Institusional Seiring Stabilnya Aktivitas On Chain
Jakarta, katakabar.com - Pasar spot Ethereum mulai menarik minat investor institusional seiring stabilnya aktivitas on-chain yang mencerminkan kekuatan fundamental jaringan. Konsistensi penggunaan Ethereum mendorong institusi melihat aset ini sebagai infrastruktur blockchain, bukan sekadar instrumen spekulatif. Perdagangan spot dinilai lebih selaras dengan manajemen risiko karena memungkinkan kepemilikan aset langsung tanpa leverage. Di Indonesia, kematangan pasar dan kejelasan regulasi memperkuat daya tarik Ethereum sebagai aset strategis. Dalam konteks ini, Bybit diposisikan sebagai exchange kripto tepercaya yang menyediakan akses perdagangan spot Ethereum dengan likuiditas dan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor institusional. Minat investor institusional terhadap aset kripto mulai menunjukkan pergeseran yang signifikan. Jika sebelumnya perhatian banyak tertuju pada pergerakan harga jangka pendek, kini fokus perlahan beralih ke indikator fundamental yang lebih stabil. Salah satu yang paling menonjol adalah Ethereum, khususnya melalui pasar spot, seiring konsistennya aktivitas on-chain dalam beberapa bulan terakhir. Bagi investor institusional, stabilitas ini menjadi sinyal penting di tengah pasar kripto yang masih dikenal volatil. Data on-chain global menunjukkan bahwa jaringan Ethereum mempertahankan tingkat aktivitas yang relatif konsisten, baik dari sisi jumlah transaksi, penggunaan smart contract, hingga nilai aset yang terkunci di berbagai protokol. Aktivitas ini mencerminkan bahwa Ethereum tetap digunakan secara aktif sebagai infrastruktur blockchain, bukan sekadar aset spekulatif. Dalam perspektif institusional, utilitas yang berkelanjutan sering kali dipandang sebagai fondasi yang lebih kuat dibanding lonjakan harga jangka pendek. Stabilnya aktivitas on-chain ini juga berdampak pada cara investor besar menilai risiko. Investor institusional umumnya menghindari eksposur berlebihan terhadap volatilitas ekstrem, terutama melalui instrumen derivatif yang melibatkan leverage. Perdagangan spot Ethereum menawarkan pendekatan yang lebih terkendali, sebab kepemilikan aset dilakukan secara langsung tanpa risiko likuidasi. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, struktur seperti ini memberikan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar terhadap portofolio. Ethereum sendiri memiliki karakteristik yang membedakannya dari aset kripto lain. Selain berfungsi sebagai aset digital, Ethereum berperan sebagai fondasi bagi berbagai aplikasi terdesentralisasi, mulai dari DeFi, NFT, hingga tokenisasi aset. Aktivitas on-chain yang stabil menunjukkan ekosistem ini tetap berjalan dan berkembang, bahkan ketika sentimen pasar global mengalami tekanan. Bagi investor institusional, hal ini memperkuat narasi Ethereum sebagai aset berbasis infrastruktur dengan potensi jangka menengah hingga panjang. Di Indonesia, minat terhadap Ethereum juga mulai mengalami pendalaman. Pasar kripto lokal menunjukkan tingkat kematangan yang semakin baik, ditandai dengan meningkatnya pemahaman terhadap risiko dan pentingnya fundamental. Investor dengan modal besar cenderung lebih selektif, tidak hanya dalam memilih aset, tetapi juga instrumen perdagangan yang digunakan. Ethereum spot market mulai dipandang sebagai alternatif yang relevan untuk membangun eksposur kripto yang lebih terukur. Faktor lain yang turut mendorong ketertarikan institusional adalah lingkungan regulasi yang semakin jelas. Kepastian aturan membantu menciptakan rasa aman dalam bertransaksi aset digital, terutama melalui instrumen spot yang lebih transparan. Di tengah upaya regulator untuk menata industri kripto, perdagangan spot sering kali dianggap lebih sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan perlindungan investor. Pada konteks perdagangan, pemilihan exchange menjadi aspek yang tidak kalah penting. Investor institusional membutuhkan platform dengan likuiditas tinggi, sistem yang andal, serta standar keamanan yang memadai. Pasar spot Ethereum memerlukan infrastruktur yang mampu menangani volume besar tanpa mengorbankan efisiensi eksekusi. Keandalan teknis dan transparansi operasional menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan. Bybit, sebagai exchange kripto global, melihat tren meningkatnya minat institusional terhadap Ethereum sebagai bagian dari evolusi pasar kripto yang lebih matang. Melalui layanan perdagangan spot Ethereum, Bybit menyediakan akses yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dengan pendekatan yang menekankan likuiditas, stabilitas, dan transparansi. Bagi pasar Indonesia, kehadiran exchange dengan standar global membantu memperkuat kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan. Pendekatan institusional terhadap Ethereum juga mencerminkan perubahan narasi pasar. Jika pada siklus sebelumnya harga sering kali menjadi fokus utama, kini data on-chain dan penggunaan nyata jaringan mulai mendapat perhatian lebih besar. Investor institusional cenderung melihat Ethereum sebagai representasi pertumbuhan teknologi blockchain, bukan hanya sebagai aset untuk diperdagangkan. Perspektif ini mendorong strategi investasi yang lebih terukur dan berorientasi jangka panjang. Masuknya investor institusional ke pasar spot Ethereum berpotensi membawa dampak positif bagi likuiditas dan stabilitas pasar. Partisipasi investor dengan horizon investasi yang lebih panjang dapat membantu meredam fluktuasi jangka pendek, sekaligus meningkatkan kredibilitas Ethereum sebagai aset kripto yang layak dipertimbangkan dalam portofolio institusional. Bagi ekosistem kripto Indonesia, tren ini menjadi sinyal integrasi yang semakin erat dengan dinamika pasar global. Ke depan, pasar spot Ethereum diperkirakan akan terus menarik perhatian seiring berkembangnya ekosistem dan stabilnya aktivitas on-chain. Selama jaringan Ethereum mampu mempertahankan utilitas dan relevansinya, minat institusional berpotensi terus meningkat. Dalam lanskap yang semakin kompetitif, peran exchange seperti Bybit menjadi krusial sebagai penghubung antara inovasi blockchain dan kebutuhan investor yang semakin kompleks. Tren ini menandai fase baru bagi pasar kripto Indonesia, di mana pendekatan berbasis fundamental dan manajemen risiko mulai membentuk arah investasi. Ethereum, melalui pasar spot, muncul sebagai salah satu aset yang mencerminkan kedewasaan pasar tersebut.
Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS
akarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) dunia kembali mencatatkan penguatan di pertengahan pekan, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar merespons dinamika ekonomi Amerika Serikat dan eskalasi risiko geopolitik global. Lihat, pada perdagangan Rabu (17/12) lalu, emas tercatat naik sekitar 0,87 persen, dan bergerak di area $4.338, meski sempat menyentuh puncak harian di $4.349. Kenaikan ini terjadi setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang tidak sepenuhnya solid, serta pernyataan pejabat bank sentral AS yang menegaskan pendekatan kebijakan yang tetap berhati-hati. Menurut analisis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan emas saat ini masih menunjukkan penguatan tren bullish. Indikator teknikal, khususnya kombinasi candlestick dan Moving Average, mencerminkan dominasi minat beli yang masih terjaga. Fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini dinilai sebagai fase penyesuaian wajar setelah reli, bukan sinyal pembalikan tren. Andy Nugraha menjelaskan secara teknikal terdapat dua skenario utama yang patut dicermati investor. Apabila sentimen positif berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $4.378, yang menjadi target terdekat dalam jangka pendek. "Area tersebut dipandang sebagai level penting yang akan menguji kekuatan tren naik saat ini. Sebaliknya, jika tekanan jual muncul dan harga terkoreksi, maka level $4.294 diproyeksikan menjadi support awal yang dapat menahan pelemahan lebih lanjut," urainya. Dari sisi fundamental, data Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang mulai kehilangan momentum. Pada Oktober, jumlah angkatan kerja tercatat menyusut sekitar 105.000 orang, sementara pada November hanya tercipta 64.000 lapangan kerja baru. Dampaknya, tingkat pengangguran meningkat dari 4,4 persen menjadi 4,6 persen, melampaui proyeksi bank sentral. Meski demikian, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas, dengan probabilitas penurunan suku bunga pada Januari diperkirakan sekitar 24 persen. Komentar dari pejabat The Fed turut menjadi perhatian pasar. Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap sektor tenaga kerja. Tetapi, ia juga menegaskan bank sentral tidak terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga, seraya menyebutkan bahwa tekanan inflasi diperkirakan tidak akan kembali meningkat. Pernyataan ini membuat pasar berada dalam posisi menunggu arah kebijakan yang lebih jelas. Di sisi lain, faktor geopolitik menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela dan menetapkan rezim negara tersebut sebagai organisasi teroris asing. Kebijakan ini meningkatkan ketegangan internasional dan mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang pada akhirnya turut mengangkat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Secara keseluruhan, Andy memandang prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global belum mereda, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset. "Meski volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi, tren utama emas dinilai masih memiliki peluang berlanjut ke arah yang lebih tinggi," sebutnya.
Harga Emas Masih Stabil Lepas Cetak Rekor, Tren Kenaikan Berlanjut
Jakarta, katakabar.com - Emas stabil di $3.863 setelah cetak rekor $3.895, tren bullish berlanjut didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Harga emas (XAU/USD) tetap stabil setelah sempat menembus rekor baru di level $3.895 pada perdagangan Rabu (1/10). Meski mengalami sedikit koreksi, logam mulia ini masih mencatatkan kenaikan lebih dari 0,30 persen dan pada Kamis (2/10) bergerak di sekitar $3.863 per troy ounce. Menurut analisis Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia, tren bullish emas masih terjaga, dipicu oleh pelemahan data tenaga kerja AS dan meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga. Data perekrutan sektor swasta AS berdasarkan laporan ADP bulan September turun tajam, jauh di bawah perkiraan. Kondisi ini memperlihatkan tanda perlambatan ekonomi sekaligus memperbesar kemungkinan The Fed memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan 29 Oktober mendatang. Alat CME FedWatch bahkan memperkirakan 98% peluang pemangkasan 25 basis poin, sementara hanya 4% yang menilai suku bunga akan tetap. Ekspektasi pelonggaran moneter inilah yang menjadi pendorong utama pergerakan emas. Dari sisi teknikal, emas juga menunjukkan sinyal penguatan. Andy Nugraha menyebutkan bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average masih mengonfirmasi tren bullish pada XAUUSD. “Jika dorongan beli terus berlanjut, emas berpotensi menembus level psikologis $3.900. Namun, jika gagal, support terdekat berada di kisaran $3.837,” ungkapnya dalam analisis harian. Sentimen positif tetap terjaga meski pemerintah AS resmi mengalami penutupan (government shutdown) akibat kebuntuan anggaran di Kongres. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tertundanya rilis data ekonomi penting seperti Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan Jumat. Dengan keterlambatan tersebut, arah kebijakan moneter The Fed menjadi fokus utama investor dalam menentukan arah emas.
Lima Faktor Bisa Gerakkan Harga Emas Meski Terlihat Stabil
Jakarta, katakabar.com - Harga emas memang cenderung stabil beberapa waktu terakhir. Tapi, kondisi pasar yang masih memandang emas sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah gejolak ekonomi global, dan ketidakpastian suku bunga. Kondisi ini mungkin membuat sebagian orang ragu untuk mulai investasi emas sekarang. Justru di sinilah pentingnya memahami karakteristik emas sebagai instrumen jangka panjang. Meski saat ini harga terlihat mahal, emas memiliki kecenderungan meningkat dalam jangka panjang dan bisa menjadi alat perlindungan nilai yang efektif. Terutama bila kamu punya strategi yang konsisten dan tidak terpaku pada fluktuasi harian. Kini, investasi emas semakin mudah dilakukan berkat kehadiran emas digital yang bisa dibeli dan dijual secara online, bahkan mulai dari nominal yang sangat kecil. Kemudahan ini tentu membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi, tanpa harus menunggu memiliki uang puluhan juta rupiah untuk membeli emas batangan secara fisik. Tapi, penting untuk diingat bahwa harga emas tetap mengalami fluktuasi. Artinya, nilai emas bisa naik dan turun dalam jangka pendek, meski cenderung stabil dalam jangka panjang. Fluktuasi inilah yang justru bisa memberikan peluang keuntungan bagi investor yang cermat. Prinsip sederhananya: beli saat harga rendah, simpan, dan jual saat harga naik.
Rakor Pengendalian Inflasi, Wabup Bengkalis: IPH Bengkalis Masih Diangka Stabil
Bengkalis, katakabar.com - Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso pantau dan ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Mendagri, Tito Karnavian secara zoom zeeting, dari ruang rapat Hang Jebat Kantor Bupati Bengkalis, Senin (24/3) kemarin. Rakor tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai inflasi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wini menjabarkan, ada beberapa kota yang inflasinya relatif tinggi salah satunya yaitu kota Medan yang mengalami inflasi sebesar 0.73 persen dengan penyumbang utamanya ayam ras dan cabe padang. Untuk penyumbang utama Indeks Perkembangan Harga (IPH) menurut wilayah, kata Wini, di Pulau Sumatera yaitu ayam ras dan bawang merah sedangkan di Pulau Jawa yaitu cabe rawit dan bawang merah, sedang wilayah di luar Sumatera dan Jawa yakni cabe rawit dan telor ayam ras yang mengalami kenaikan inflasi sebesar 10.56 persen. Lalu, paparan Kementerian Pertanian menyampaikan ada 60 Kabupaten dengan luas panen padi tertinggi di bulan Maret dan April 2025 yang tempat penyimpanannya sudah overload. Menteri Pertanian menjelaskan, menjelang Idul Fitri diharapkan kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan sidak pada beberapa bahan kebutuhan pokok, terutama pada takaran atau ukuran minyak goreng harus diperhatikan, sehingga tidak ada lagi minyak goreng yang oplosan. Begitu pula, untuk kadaluarsa (expired) harus diperhatikan. Sementara data Tim Andil Inflasi Kabupaten Bengkalis menunjukkan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Minggu ketiga Maret 2025 masih sama dengan Minggu pertama Maret 2025, ini artinya masih diangka stabil.
Rakor Bersama Mendagri, Pemkab Langkat Dorong Pengendalian Inflasi dan Sertifikasi Halal Ser
angkat, Katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Langkat terus berkomitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, melalui Wak...