Good News! APBD Pekanbaru Surplus Rp200 Miliar Warga Bangga Pada Walikota Riau
Riau
Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Good News! APBD Pekanbaru Surplus Rp200 Miliar Warga Bangga Pada Walikota

Pekanbaru, katakabar.com - Capaian kinerja Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang melejit, ditandai dengan APBD yang surplus mendekati Rp200 miliar, mendapat respon positif dari masyarakat. Tokoh muda kota Pekanbaru yang juga wakil ketua LPM Tenayan Raya, Ismail menyambut gembira, atas prestasi yang membanggakan ini. Apalagi capaian ini menjadi tonggak sejarah setelah hampir 20 puluh tahun APBD Pekanbaru sebelumnya berada dalam kondisi defisit. Menurut Ismail, Selasa (17/2) di bawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho, pembangunan di seantero kota berjalan dengan baik dan membanggakan. "Sebagai warga kami tentu mendukung program-program beliau yang luar biasa, terutama untuk percepatan pembangunan, terkait penempatkan ASN di setiap RW, program 100 juta per RW, serta prospek pembangunan kota Pekanbaru ke depan" dukungnya. "Beliau walikota muda yang luar biasa. Gesit, dan cermat. Serta mengambil keputusan tepat di saat yang tepat. Bravo untuk beliau," tambahnya. Lebih lanjut menurut penggagas gerakan masyarakat Kulim Tenayan Raya (Gemas LimTera) ini, prestasi melenting ini tak lepas dari gaya kepemimpinan beliau yang mengedepankan keteladanan. Profiling beliau yang santun memimpin ibukota provinsi Riau sebagai wajah pembangunan daerah pantas diacungi jempol. Senada, Holly Suryani Sah, ibu rumah tangga warga Jadirejo, Sukajadi memberi hormat kepada walikota. "Sebagai anggota masyarakat biasa, saya bangga. Salut buat pak Wako. Apalagi ada kabar beliau juga akan menaikkan gaji RT RW di seluruh kota Pekanbaru" ujarnya. "Pokoknya salutlah. Harusnya Pak Agung menjadi walikota dari dulu. Semoga prestasi ini bisa dijaga terus. Dan beliau bisa memimpin ke wilayah yang lebih luas, menjadi gubernur nantinya" harapnya. Mirna 32 tahun, warga Senapelan, juga memberikan komentarnya. "Pak Agung menjadi walikota kebanggaan. Kiprahnya nyata dan terasa bagi warga. Masyarakat puas dengan kepemimpinan beliau. Sebab sebagai warga, saya merasakan rumah dinas Walikota sudah menjadi camp bagi aktivitas warga, terutama ibu-ibu wirid dan pengajian. Terus maju pak Walikota. Agung Nugroho, anugerah bagi kita semua," tuturnya. Seperti diketahui, salah satu pencapaian penting pemerintah kota Pekanbaru di era Agung Nugroho adalah keberhasilan mencatat surplus pendapatan daerah. Surplus yang diraih mendekati Rp200 miliar. Ahad (15/2) Agung menegaskan perubahan etos kerja menjadi kunci capaian tersebut. Mulai dari sekda hingga pegawai di level bawah, seluruh jajaran bersinergi demi memastikan pelayanan publik dan pembangunan berjalan optimal.

APBN Riau Catat Defisit, APBD Surplus: Pemerintah Diminta Fokus Dorong Pariwisata Kuansing Riau
Riau
Senin, 29 September 2025 | 17:39 WIB

APBN Riau Catat Defisit, APBD Surplus: Pemerintah Diminta Fokus Dorong Pariwisata Kuansing

Pekanbaru, katakabar.com - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN Regional Riau hingga 31 Agustus 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp5,21 triliun. Meski demikian, APBD Riau justru membukukan surplus Rp1,62 triliun. Kondisi ini mencerminkan tantangan dan peluang yang perlu dikelola dengan tepat agar ekonomi daerah tetap tumbuh positif. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb Riau, Heni Kartikawati, menjelaskan secara keseluruhan pendapatan negara di Riau tumbuh signifikan. “Hingga akhir Agustus 2025, pendapatan negara mencapai Rp15,41 triliun atau tumbuh 33,56 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama ditopang penerimaan Bea Keluar yang melonjak hingga 539,16 persen year-on-year,” ujar Heni. Secara eksternal, kinerja ekspor Riau masih mendominasi. Kanwil DJBC Riau mencatat nilai ekspor mencapai USD 14,10 miliar, didominasi ekspor CPO senilai USD 7,81 miliar, sedangkan nilai impor hanya USD 1,17 miliar. Surplus perdagangan pun membengkak hingga USD 12,93 miliar. Di sisi lain, sektor riil memberikan kontribusi fiskal sebesar Rp37,17 triliun yang hampir seluruhnya (95,75 persen) bersumber dari pengeluaran pemerintah. Tapi, inflasi bulan Agustus tercatat 0,85 persen (mtm) dan 3,58 persen (yoy), dipicu kenaikan harga pangan, khususnya cabai merah dan bawang. Dari sisi penerimaan, bea cukai berhasil melampaui target dengan realisasi Rp5,68 triliun atau tumbuh 450,60 persen. Sedangkan PNBP tercatat Rp940,57 miliar, namun sedikit terkontraksi 3,85 persen dibanding tahun sebelumnya. Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp20,63 triliun atau tumbuh tipis 0,83 persen. Belanja Pemerintah Pusat justru terkontraksi 21,43 persen, meski pos belanja pegawai naik 8,65 persen. Sementara Transfer ke Daerah naik 9,37 persen, terutama ditopang Dana Bagi Hasil (DBH) yang tumbuh 43,69 persen. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp18,76 triliun atau 49,10 persen dari pagu, meski turun 5,67 persen (yoy). Penurunan terutama terjadi pada Pendapatan Transfer dan PAD. Namun, LLPDyS justru tumbuh tinggi, mencapai 84,20 persen. Untuk belanja daerah, realisasi sebesar Rp17,14 triliun atau 43,6 persen dari target, dengan dominasi belanja operasi. Belanja modal mengalami kontraksi cukup tajam, hingga 53,22 persen. Meski begitu, APBD Riau berhasil mencatatkan surplus Rp1,62 triliun, berbanding terbalik dengan rencana awal yang defisit.

Neraca 'Surplus Kuasa' Opini
Opini
Minggu, 29 Desember 2024 | 13:36 WIB

Neraca 'Surplus Kuasa'

Oleh: Agung Marsudi katakabar.com - Saya mendapat kado akhir tahun yang menarik, yaitu disomasi karena tulisan saya yang dimuat di beberapa media online nasional. Tak tanggung-tanggung, saya diberi waktu 5x24 jam, untuk menjawab somasi tersebut. Saya dipaksa situasi, untuk membangun pola komunikasi dengan sahabat-sahabat senior menyikapi somasi tersebut; dengan jawaban yang unik juga, pertama, inilah dampak dari mereka yang sedang "surplus kekuasaan", kedua, mereka sedang memamerkan gaya politik dengan "cara lain". Tak sabar menunggu 5 hari, saya mencoba membaca ulang tulisan saya yang pendek itu. Di bagian mana hingga menimbulkan "ketegangan" hingga saya disomasi?