Home / Sawit / Bedah Menu Panganan Berbahan Sawit Akhir Workshop EMG Kolaborasi BPDP
Bedah Menu Panganan Berbahan Sawit Akhir Workshop EMG Kolaborasi BPDP
Diakhir workshop EMG kolaborasi BPDP peserta dapat bingkisan dan sertifikat. Foto: Ist/katakabar.com.
Yogyakarta, katakabar.com - Bedah menu panganan berbahan kelapa sawit akhir dari workshop Elaeis Media Group atau EMG kolaborasi Badan Pengelolaan Dana Perkebunan atau BPDP.
Pengolahan penganan berbahan dasar sawit masih antusias diikuti peserta. Penutup kegiatan itu usung tema "Membumikan Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit Sebagai Peluang Usaha Baru UKMK" hadirkan diskusi interaktif dengan membedah menu sejumlah penganan berbahan dasar kelapa sawit.
Pelopor bolu berbahan kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Muaro Bungo, Jambi, Iin Arlina didaulat jadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia paparkan sejumlah menu yang diharapkan dapat menjadi produk makanan menghasilkan bagi para peserta.
"Kita berikan resep, dan cara pengolahannya. Hitung- hitung menu ini sebagai kenang-kenangan bagi teman-teman peserta yang mayoritas adalah pelaku UKMK di Yogyakarta," tuturnya di tengah kegiatan yang berlangsung di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, Kamis (26/6).
Menurut Iin, banyak menu yang dapat dibuat menggunakan produk turunan kelapa sawit. Bahkan harganya lebih ekonomis jika untuk diperjual belikan kembali.
"Kita senang, lantaran peserta sangat antusias dengan kegiatan ini. Mudah - mudahan kita dapat membantu menambah wawasan, terutama tentang produk yang dihasilkan dari kelapa sawit dan dapat dimanfaatkan untuk produk UKMK," jelasnya.
Seorang peserta, Nuniek Endang S mengaku senang terpilih menjadi peserta kegiatan tersebut, workshop ini sangat bermanfaat baginya.
Ia merasa mendapatkan ilmu baru mengenai produk turunan kelapa sawit yang bisa digunakan untuk bahan dasar pembuatan makanan.
"Ini ajang kita menambah ilmu, tambah wawasan dan ada peluang usaha, sangat bagus," ujar perempuan yang memiliki usaha pembuatan kerupuk tersebut.
Kata Nuniek, pihaknya memang membutuhkan ilmu baru untuk mengembangkan usahanya. Disamping itu, keluarga Nuniek gemar dengan pengaman bolu yang justru menjadi salah satu menu dalam kegiatan ini.
"Syukur ada praktik pembuatan bolu, keluarga memang suka dengan bolu. Ini jadi motivasi bagi saya untuk menambah produk yang bisa kita tawarkan ke masyarakat," cerita perempuan 61 tahun ini.
Worshop berjalan selama dua hari, mulau Rabu (25/6) kemarin, ditutup dengan pemberian bingkisan kepada kelompok peserta yang menghasilkan karya terbaik, dan penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta.








Komentar Via Facebook :