Kolaborasi Pemkab Kepulauan Meranti dan PT ITA, Jalan Akses RoRo Lukit Ditargetkan Rampung 2026 Riau
Riau
7 jam yang lalu

Kolaborasi Pemkab Kepulauan Meranti dan PT ITA, Jalan Akses RoRo Lukit Ditargetkan Rampung 2026

Kepulauan Meranti, katakabar.com -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau, terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung konektivitas wilayah. Salah satu yang menjadi prioritas pembangunan jalan Desa Lukit–Sungai Tengah, Kecamatan Merbau, yang diproyeksikan menjadi akses utama menuju rencana Pelabuhan Roll On-Roll Off (RoRo) Lukit. Jalan sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada 2026. Penyelesaiannya dinilai penting karena menjadi salah satu prasyarat untuk mendorong pembangunan Pelabuhan RoRo Lukit yang direncanakan mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar yang diwakili Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri, S.H., meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus melihat berbagai kebutuhan di lapangan. Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, Pemkab Kepulauan Meranti menggandeng dunia usaha untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui dukungan PT Imbang Tata Alam (ITA) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). PT ITA memberikan dukungan pembiayaan sekitar Rp3,5 miliar untuk pembangunan jalan Desa Lukit–Sungai Tengah. Sekda Kepulauan Meranti, Sudandri, menyampaikan apresiasi kepada PT ITA atas komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan di wilayah operasionalnya. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT ITA atas kontribusinya dalam pembangunan desa di wilayah operasionalnya. Melalui program CSR ini, apa yang diamanatkan oleh undang-undang dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sudandri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat pembangunan, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Pemkab Kepulauan Meranti menargetkan jalan tersebut dapat diselesaikan pada 2026. Setelah akses jalan tuntas, pemerintah daerah akan mendorong tahapan pembangunan fasilitas Pelabuhan RoRo Lukit. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti menjelaskan penyelesaian jalan akses merupakan salah satu persyaratan penting untuk memperoleh dukungan pembangunan pelabuhan dari pemerintah pusat. “Sebagai prasyarat untuk mendapatkan bantuan pembangunan Pelabuhan RoRo Lukit dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jalan akses menuju pelabuhan harus dituntaskan terlebih dahulu,” jelasnya. Rencana pembangunan Pelabuhan RoRo Lukit sendiri diarahkan untuk mendapat pendanaan dari Kementerian Perhubungan RI. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dilakukan Pemkab Kepulauan Meranti dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta. Jika terealisasi, keberadaan Pelabuhan RoRo Lukit diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kepulauan Meranti. Pelabuhan tersebut juga diproyeksikan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta pengangkutan hasil produksi masyarakat. Dalam jangka panjang, peningkatan konektivitas tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Merbau dan wilayah sekitarnya. Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H. Khalid Ali turut mengapresiasi sinergi Pemkab Kepulauan Meranti dan PT ITA dalam pembangunan jalan tersebut. Ia berharap pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat itu dapat diselesaikan sebelum akhir 2026. “Pembangunan jalan ini bukan pekerjaan yang ringan. Namun berkat perjuangan, doa dan dukungan masyarakat setempat, serta sinergi antara Pemkab Meranti dan PT ITA, pembangunan ini dapat terus berjalan,” jelas Khalid Ali. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan dan bersama-sama mendukung pembangunan di Desa Lukit. Dukungan perusahaan terhadap pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT ITA melalui program CSR. Perwakilan PT ITA, Arif, mengatakan pembangunan jalan Desa Lukit–Sungai Tengah telah menjadi salah satu perhatian dan prioritas perusahaan. Namun, menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri sehingga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. “Ini sudah menjadi prioritas kami. Namun kami tidak bisa melakukannya sendiri, untuk itu kami juga memohon dukungan dari semua pihak agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Arif. Sementara itu, Kepala Desa Lukit, Jumilan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kepulauan Meranti dan PT ITA atas dukungan terhadap pembangunan akses jalan tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sekaligus memperlancar mobilitas dan konektivitas antarwilayah. “Mewakili masyarakat dan pemerintah desa, kami berharap pembangunan jalan ini dapat segera diselesaikan agar aksesibilitas masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya. Dengan dukungan CSR sekitar Rp3,5 miliar dari PT ITA, pembangunan jalan Desa Lukit–Sungai Tengah diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan konektivitas sekaligus mendukung rencana pembangunan Pelabuhan RoRo Lukit. Pemkab Kepulauan Meranti memastikan pembangunan jalan tersebut akan terus dikawal hingga selesai. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat agar rencana pembangunan Pelabuhan RoRo Lukit dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Peninjauan pembangunan turut didampingi Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Asisten II Sekretariat Daerah Tengku Arifin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sukri, Camat Merbau Jumiati, Kepala Desa Lukit Jumilan, jajaran PT ITA serta sejumlah pejabat lainnya.

Kolaborasi PHR Nyalakan Desa Wisata Balai Pungut Lewat Festival Pacu Sampan Wisata
Wisata
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Kolaborasi PHR Nyalakan Desa Wisata Balai Pungut Lewat Festival Pacu Sampan

Bengkalis, katakabar.com - Sorak-sorai warga padati tepian Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, iringi riak air Sungai Batang Mandau bergemuruh. Usung tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, puluhan dayung kayu merobek arus sungai dengan gagah pada perhelatan Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau. Kegiatan ini digelar oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kolaborasi Multi-Stakeholder mulai Pemerintah Bengkalis hingga masyarakat setempat, Rabu (19/8) kemarin sempena memperingati Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Desa Balai Pungut bukan sekadar tepian sungai biasa. Secara demografi dan histori, kawasan di Kecamatan Pinggir ini memiliki sejarah  yang menjadi bagian dari jalur kehidupan dan transportasi masyarakat, serta memiliki keterkaitan dengan mobilitas, dan logistik pada masa awal perkembangan kegiatan hulu migas di Blok Rokan. Memadukan kekayaan warisan sejarah dan jejak emas industri migas, Festival Pacu Sampan ini hadir sebagai simpul perekat tradisi dan modernitas. Acara ini rangkaian kegiatan aktivasi program Community Involvement and Development (CID) PHR Zona Rokan yang dilakukan untuk pengembangan pelestarian budaya lokal, memperkuat potensi desa wisata, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat Desa Wisata Balai Pungut, sekaligus momentum memperingati HUT ke 81 Republik Indonesia. Pada 2025 lalu PHR telah melakukan pendampingan dan peningkatan dalam pembentukan Pokdarwis, Perancangan Ripardes, peningkatan kapasitas pokdarwis terkait manajemen pengelolaan wisata serta hospitality hingga sarana dan prasarana penunjang Desa WIsata. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan dukungan perusahaan terhadap pelestarian tradisi lokal merupakan komitmen berkelanjutan PHR untuk tumbuh selaras bersama masyarakat. "Pertamina Hulu Rokan berkomitmen tidak hanya fokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga hadir secara aktif menjaga kearifan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga. Festival Pacu Sampan di Balai Pungut ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pemantik bangkitnya pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Kami berharap momen ini makin memperkuat sinergi yang harmonis antara PHR, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, dan masyarakat demi mendukung keberlanjutan operasi PHR di wilayah Rokan," cerita Eviyanti Rofraida. Hadir langsung membuka perhelatan, Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian PHR terhadap pelestarian warisan budaya Melayu dan pemberdayaan ekonomi di wilayahnya. "Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat menyambut baik dan mengapresiasi komitmen PT Pertamina Hulu Rokan yang terus konsisten mendampingi masyarakat. Balai Pungut adalah daerah bersejarah, baik dari sisi kebudayaan Melayu maupun jejak sejarah migas kita. Melalui Festival Pacu Sampan ini, PHR tidak hanya menghidupkan kembali tradisi kebanggaan warga di Batang Mandau, tetapi juga menggerakkan ekonomi UMKM dan pariwisata daerah,” ucapnya. Kata Kasmarni, kegiatan ini bukan sekedar perayaan untuk mengangkat potensi wisata daerah, melainkan juga ajang untuk merawat beragam kearifan lokal yang kita miliki. Beliau berpesan, “Sampan tidak akan melaju jika pengayuh bergerak sendiri. Namun, dengan kolaborasi, kekompakan, satu semangat, dan satu tujuan, kita bisa melangkah lebih jauh,” ulas Kasmarni. Melalui festival ini, ia mengajak mari jadikan momentum gotong royong untuk bersama-sama membangun desa dan daerah, sekaligus menumbuhkan kesadaran wisata di tengah masyarakat. Erwin, selaku Ketua Pokdarwis Balai Pungut, menjelaskan kawasan ini dulunya memiliki akar budaya yang sangat kental. Berawal dari gagasan Pemerintah Desa beserta para tokoh masyarakat, tercetuslah ide untuk menjadikan Sungai Mandau sebagai destinasi wisata yang indah, bukan sekadar dikenal sebagai tempat berwisata, tetapi juga dikenang sebagai bagian dari sejarah. Objek wisata ini diharapkan mampu mendorong pembangunan serta kemajuan di Balai Pungut. Pembentukan Pokdarwis ini telah dirintis hingga akhirnya pada tahun 2025 kami mendapatkan pembinaan langsung dari PHR (PT Pertamina Hulu Rokan). Bantuan tersebut memberikan banyak ilmu baru, sehingga manajemen pengelolaan menjadi jauh lebih baik dan terkendali sejak tahun 2025. “Tujuan utama kami adalah menjadikan desa ini dikenal sebagai desa wisata yang lahir dari cerita sejarah Balai Pungut. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHR atas ilmu, pelatihan, serta dukungan fasilitas untuk mendukung pariwisata ini. Dalam perkembangannya, berkat pendampingan dari PHR, UMKM setempat juga telah berdiri dan berkembang,” terang Erwin. Selain disaksikan riuh ribuan warga, perhelatan ini turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, jajaran pejabat Pemkab Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, Bumdes serta Masyarakat. Melalui kegiatan kolaboratif multi-stakeholder ini, memberikan semangat, serta memperkuat identitas Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi wisata berbasis Sejarah dan budaya yang memberikan manfaat ekonomi bekelanjutan bagi Masyarakat sekaligus mendukung hubungan harmonis dan keberlanjutan operasi PHR. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education Nasional
Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menerima kunjungan delegasi Duke Corporate Education (Duke CE) dalam rangka company visit yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perkebunan. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan transformasi yang tengah dilakukan PTPN Group melalui RPN, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, digitalisasi, dan praktik bisnis berkelanjutan yang mendukung daya saing industri perkebunan di tingkat global. Delegasi Duke CE disambut oleh jajaran manajemen PT RPN dan mengikuti berbagai sesi, mulai dari pemaparan profil perusahaan, demonstrasi teknologi digital seperti Chat OPA, e-Hara, dan NusaGIS, hingga diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang industri perkebunan masa depan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Unit Bogor Getas serta Kebun Percobaan Kopyor Ciomas untuk melihat secara langsung aktivitas riset dan inovasi yang dikembangkan RPN. SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Dr. Misnawi, menegaskan industri perkebunan menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis seiring dengan pertumbuhan pasar global bisnis sektor perkebunan yang senantiasa berubah. “Perkebunan semakin berkembang dan semakin besar. Tantangan yang kita hadapi pun semakin besar. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Pertemuan antara Duke Corporate Education, PT RPN, dan PTPN Group merupakan kesempatan berharga untuk mempererat kerja sama dalam membangun industri perkebunan yang lebih maju, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring dan dampaknya di tingkat global,” kata Misnawi. Managing Director for Middle East & APAC Duke Corporate Education, Mr. Dennis Foo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari PTPN Group dan PT RPN. “Terima kasih kepada PTPN Group dan seluruh panitia yang telah menerima kami hari ini. Berbagi wawasan mengenai ESG menjadi sangat penting karena keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita membutuhkan ESG hari ini, besok, dan di masa depan sebagai fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dennis. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan institusi pendidikan global. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mempercepat inovasi, dan mendorong transformasi sektor perkebunan menuju industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem perkebunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Perkuat Kolaborasi: Korlantas Polri dan Jasa Marga Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL Nasional
Nasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Perkuat Kolaborasi: Korlantas Polri dan Jasa Marga Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL

Jakarta, katakabar.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Wibowo bersama Pejabat Utama (PJU) Korlantas Polri menerima audiensi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono beserta jajaran Direksi di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Senin (3/8) lalu. Pertemuan tersebut membahas koordinasi tata kelola lalu lintas, persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), penerapan kebijakan Implementasi Over Dimension Over Loading (ODOL), hingga akselerasi integrasi teknologi operasional di lajur tol. Kakorlantas Polri, Irjen Pol Wibowo mengatakan kolaborasi Korlantas Polri dan Jasa Marga perlu terus diperkuat, terutama dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada momentum libur nasional seperti Operasi Lilin atau Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata," ujar Irjen Pol Wibowo. Di pertemuan tersebut, Irjen Pol Wibowo juga meminta pembaruan informasi terkini mengenai progres pembangunan serta kesiapan operasional jalan tol baru, khususnya ruas di wilayah Jawa Tengah hingga Yogyakarta, serta akses pendukung di Jawa Timur. Kehadiran jaringan tol baru tersebut diproyeksikan efektif memecah konsentrasi kepadatan kendaraan, termasuk mempermudah arus distribusi menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Selain kesiapan Nataru, fokus pembahasan juga tertuju pada rencana penerapan kebijakan Zero ODOL yang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun depan. Irjen Pol Wibowo menyampaikan penanganan kendaraan ODOL harus mempertimbangkan keseimbangan ekonomi masyarakat dan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum di hilir. Penyelesaian masalah dari sektor hulu, seperti keterlibatan sisi pengusaha dan transporter juga menjadi kunci agar kebijakan ini memberikan hasil yang efektif dan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif di lapangan. "Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan," terang Irjen Pol Wibowo. Sebagai bagian dari solusi teknis, Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan berat melalui optimalisasi teknologi deteksi dini. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan kendaraan ODOL berisiko terhadap keselamatan dan mempercepat kerusakan struktur jalan tol. Untuk mendukung kebijakan Zero ODOL, Jasa Marga menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari 2 titik menjadi 8 titik. Fasilitas ini terintegrasi dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) untuk mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real-time. Data tersebut kemudian disinkronkan langsung ke sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri. Jasa Marga juga mendorong integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Data RFID ini akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan kelaikan kendaraan angkutan barang. "Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor," ucap Rivan. Komitmen Jasa Marga mendukung agenda pembangunan nasional diwujudkan secara nyata melalui modernisasi layanan operasional dan pengembangan infrastruktur berbasis teknologi. Seluruh inovasi digital ini selaras dengan Asta Cita ketiga Pemerintah, yaitu memperkuat konektivitas nasional dan melanjutkan pembangunan infrastruktur guna memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan efisiensi logistik, serta memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, langkah Jasa Marga dalam mendukung penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) serta menerapkan digitalisasi manajemen lalu lintas di jalan tol sejalan dengan Asta Cita keempat Pemerintah untuk mewujudkan layanan transportasi jalan tol yang aman, selamat, dan berkelanjutan. "Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol," sebut Rivan. Kerja sama ini menegaskan komitmen berkelanjutan Korlantas Polri dan Jasa Marga dalam menghadirkan sistem pelayanan jalan tol nasional yang aman, lancar, modern, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna jalan.

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 Internasional
Internasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

Bali, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, bekerja sama dengan International Rubber Research and Development Board (IRRDB) gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali. Usung tema "Strengthening Economic Resilience and Value Addition in the Global Natural Rubber Supply Chain", seminar ini menjadi forum internasional yang mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas tantangan serta peluang dalam pengembangan industri karet alam global. Seminar ini dihadiri sejumlah tamu yang mewakili pemerintah, asosiasi industri, dan organisasi internasional, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal IRRDB, Dr. Wan Abdul Rahaman, Direktur Hasil Hutan dan Industri Perkebunan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Direktur Sabah Rubber Industry Board (Malaysia), Ketua International Rubber Consortium (IRCo), Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO), dan Ketua Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI). Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara dalam mendorong kemajuan industri karet alam yang berdaya saing dan berkelanjutan. Seminar dibuka dengan sambutan dari Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), Dr. Iman Yani Harahap, yang menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini memengaruhi industri karet, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga meningkatnya biaya produksi. Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak nyata terhadap pasar energi dunia, yang berujung pada kenaikan harga minyak serta meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor. "Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya logistik, transportasi, serta harga pupuk yang semakin membebani sektor perkebunan karet. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan solusi praktis untuk menjawab tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang dalam industri karet global," ujar Dr. Iman Yani Harahap. Seminar ini diikuti lebih dari 80 peserta yang berasal dari negara Jepang, Malaysia, Thailand, India, Singapura, Sri Lanka, Vietnam dan Indonesia. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk lembaga penelitian, perusahaan perkebunan dan industri karet, asosiasi petani, organisasi internasional, lembaga pembangunan, perguruan tinggi, serta instansi pemerintah dan perbankan. Kehadiran beragam institusi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam mendukung pengembangan industri karet alam yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing. Selama tiga hari pelaksanaan seminar, peserta mengikuti pemaparan materi utama, sesi teknis, diskusi ilmiah, dan berbagi pengalaman yang menghadirkan para pakar dari negara-negara anggota IRRDB, organisasi internasional, akademisi, serta pelaku industri karet. Melalui penyelenggaraan seminar ini, IRRDB bersama PT Riset Perkebunan Nusantara berharap dapat memperkuat sinergi internasional dalam merumuskan strategi yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi, keberlanjutan, nilai tambah, serta daya saing industri karet alam di tingkat global.

Cegah Stunting, Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:04 WIB

Cegah Stunting, Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga

Jakarta, katakabar.com - Pendiri BioMom, Swiluva Ma, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Jakarta. Pertemuan itu langkah awal penjajakan kerja sama kelembagaan antara BioMom dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam memperkuat edukasi gizi keluarga, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan pencernaan, serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. Pada audiensi tersebut, Swiluva memaparkan program BioMom, yakni Gerakan Keluarga Probiotik, sebuah inisiatif edukasi berbasis ilmu pengetahuan yang menempatkan ibu dan keluarga sebagai pusat perubahan perilaku hidup sehat. Program ini memperkenalkan hubungan antara kesehatan saluran pencernaan, kualitas asupan makanan, imunitas, pertumbuhan anak, dan kesehatan keluarga secara menyeluruh. “Pencegahan stunting tidak hanya dimulai ketika seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai lebih awal, dari pengetahuan yang dimiliki keluarga, makanan yang tersedia di rumah, serta keputusan-keputusan kecil yang dibuat seorang ibu setiap hari," jelas Swiluva Ma, Pendiri BioMom. Hingga saat ini, kata Swiluva Ma, program BioMom telah memberikan edukasi kepada 2.460 ibu di Kota Serang dan diperkirakan memberikan dampak tidak langsung kepada lebih dari 9.348 anggota keluarga. Pelaksanaan program dilakukan melalui pelatihan, materi komunikasi edukatif, pendampingan komunitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan Sedang, Wakil Menteri Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka,m menyampaikan apresiasi atas inisiatif Swiluva Ma sebagai generasi muda yang menghadirkan pendekatan ilmiah dan berbasis keluarga melalui BioMom. Ia menyambut baik semangat dan kreativitas Swiluva dalam menerjemahkan pengetahuan mengenai gizi, kesehatan pencernaan, dan probiotik menjadi gerakan yang mudah dipahami serta diterapkan masyarakat sebagai kontribusi positif bagi peningkatan kualitas keluarga dan pencegahan stunting di Indonesia. Di kegiatan tersebut, Swiluva juga menyerahkan rekomendasi kebijakan bertajuk “Gerakan Keluarga Probiotik: Membangun Kota Probiotik dari Rumah”. Rekomendasi ini menawarkan tiga pilar utama kolaborasi, yakni Penguatan regulasi dan standardisasi, Edukasi dan perubahan perilaku dan Pengembangan pangan probiotik lokal. Sebagai tindak lanjut konkret dari audiensi ini, BioMom dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga akan mempersiapkan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan kerja sama antarlembaga. MoU tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi penyusunan program bersama yang terukur, berkelanjutan, dan dapat diperluas untuk meningkatkan gizi keluarga serta mendukung percepatan penurunan stunting di berbagai wilayah Indonesia. Audiensi ini menegaskan komitmen BioMom untuk mendukung agenda pembangunan keluarga Indonesia melalui pendekatan edukasi yang ilmiah, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan generasi muda diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan keluarga sehat, anak bertumbuh optimal, dan Indonesia bebas stunting

Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp2,2 Miliar Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 05 Juli 2026 | 19:05 WIB

Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp2,2 Miliar

Yogyakarta, katakabar.com - Langkah nyata mendorong pengusaha usaha mikro naik kelas terus digelorakan. Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM, Selasa (30/6), di Kampus Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang dihadiri antara lain PP Aisyiyah, Majelis Pengembangan Masyarakat PP Muhammadiyah, Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah. Point pentingnya sukses mempertemukan produk-produk lokal terbaik dengan raksasa ritel dan agregator nasional, serta diproyeksikan mampu mencetak potensi nilai transaksi hingga Rp2,2 miliar. Kegiatan ini merupakan puncak dari program pendampingan intensif yang diinisiasi sejak 15 Juni 2026. Dari total 60 UMKM binaan LP UMKM Muhammadiyah asal wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta yang mendaftar, sebanyak 48 UMKM berhasil lolos kurasi menuju tahap pitching, dan 25 UMKM terpilih melaju ke tahap negosiasi langsung, one-on-one business matching dengan para buyer utama. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku UMKM langsung berhadapan dengan agregator pasar dan korporasi jaringan nasional, antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Krisna Oleh-Oleh Bali, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dan PT Indomarco Primatama (Indomaret). Kementerian UMKM diwakili Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro - Deputi Bidang Usaha Mikro, Pristiyanto, menyampaikan agenda ini implementasi nyata dari komitmen Pemerintah dalam mengorkestrasi ekosistem kemitraan usaha mikro agar masuk ke dalam rantai pasok industri nasional. "Penguatan rantai pasok adalah kunci agar UMKM kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Lewat sinergi bersama LP UMKM Muhammadiyah, kita membangun agregasi produk yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan. Korporasi mendapatkan kepastian pasokan bahan baku lokal bermutu, sementara UMKM mendapatkan kepastian pasar (offtaker). Ini adalah model ideal dari gotong royong ekonomi nasional," ungkapnya. Melalui skema kemitraan ini, potensi transaksi sebesar Rp2,2 miliar tersebut ditargetkan dapat segera terealisasi secara bertahap. Dalam jangka panjang, program kolaboratif ini tidak hanya diproyeksikan untuk memperluas skala usaha dan kapasitas produksi pelaku mikro, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis umat dan kerakyatan," ujarnya. Di sisi lain, Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembang dan Pelatihan, Bambang Sutrisno, menegaskan Business Matching ini menjadi jembatan konkret (concrete bridge) untuk memecah tantangan akses pasar yang sering dihadapi pelaku usaha mikro. "Keberhasilan pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada seremonial pelatihan, melainkan harus bermuara pada akses pasar yang berkelanjutan. Potensi transaksi sebesar Rp2,2 miliar ini membuktikan produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki daya saing tinggi. Kami akan mengawal proses lanjutan dari Letter of Intent (LoI) hingga terwujudnya sales contract sehingga terciptanya kemitraan jangka panjang yang inklusif," jelasnya.

Kolaborasi Mulia: Baznas dan BEM UPP Gelar Khitanan Massal di Rokan IV Koto Riau
Riau
Kamis, 02 Juli 2026 | 21:50 WIB

Kolaborasi Mulia: Baznas dan BEM UPP Gelar Khitanan Massal di Rokan IV Koto

Pasir Pengaraian, katakabar.com -  Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial ditunjukkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu. Lihat, Kamis (2/7), suasana haru dan bahagia selimuti lingkungan Puskesmas Rokan IV Koto II, Desa Cipang Kiri Hilir (Cipang Raya). Di tempat iru berlangsung kegiatan bakti sosial khitanan massal berkat hasil sinergi sangat apik antara BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasir Pengaraian (UPP), serta didukung penuh oleh pihak Puskesmas setempat. Kegiatan ini bukan sekadar layanan medis, melainkan wujud nyata dari kepedulian sosial yang mengusung misi kemanusiaan dan keagamaan untuk meringankan beban masyarakat serta menanamkan nilai-nilai syariat Islam sejak dini. Apresiasi Penuh dari BEM UPP Dodi Raihan Siregar, Presiden Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya acara mulia ini. "Kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu. Jazakumullahu Khairan Katsiran, semoga Allah membalas kebaikan ini. BAZNAS telah menjadi motor utama yang menggerakkan kegiatan ini hingga bisa terlaksana dengan baik," ujar Dodi semangat. Tak lupa, ucapnya, apresiasi juga ditujukan kepada Kepala Puskesmas Rokan IV Koto II beserta seluruh jajaran medisnya. Dukungan berupa penyediaan tempat yang layak serta tenaga kesehatan yang profesional menjadi kunci kelancaran acara ini. "Terima kasih kepada Kepala Puskesmas dan seluruh staf medis yang telah bekerja keras. Tanpa dukungan tempat dan tenaga ahli, kegiatan ini tidak akan berjalan semulus ini," tuturnya. Dodi berpesan penuh harapan kepada anak-anak yang menjadi penerima manfaat. "Kami berdoa semoga adik-adik semua setelah di khitanan, tumbuh menjadi anak yang sholeh, sehat, cerdas, dan kelak menjadi kebanggaan orang tua, agama, serta negara," jelasnya. Wujud Manusia yang Bermanfaat Perwakilan panitia juga menekankan filosofi di balik kegiatan ini. "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama. Semoga kegiatan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Cipang Raya yang membutuhkan, dan menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi kita semua," ulasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi keluarga, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar lebih sehat, percaya diri, dan siap menjalankan syariat Islam dengan baik. Pesan Bijak dari BAZNAS Hadir mewakili Ketua BAZNAS Rokan Hulu yang berhalangan, Dr. Novrizal, LC., MA., selaku Wakil Ketua Bidang, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BEM Universitas Pasir Pengaraian dan Puskesmas Rokan IV Koto II atas dedikasi dan semangat gotong royongnya. Semoga kebersamaan ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk peduli sesama,"kata Dr. Novrizal. Ia menegaskan kegiatan ini adalah wujud nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mendoakan para muzaki dan munfik yang telah menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki, serta membalas setiap kebaikan tersebut dengan pahala yang berlipat ganda," sebutnya. Kegiatan khitanan massal ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah, lembaga agama, dan dunia kampus terus terjalin erat, demi terciptanya masyarakat Rokan Hulu yang sehat, sejahtera, dan berakhlak mulia.

BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi Nasional
Nasional
Minggu, 28 Juni 2026 | 21:10 WIB

BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pergelaran Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026 yang dihelat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran kebijakan fiskal guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Angkat tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 pertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Kegiatan di Gedung Jusuf Anwar, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, tersebut dibuka Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Forum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. Partisipasi BPDP dalam forum ini bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program, antara lain pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan. "JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," bebernya. Melalui partisipasi dalam JFF 2026, BPDP perkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan dalam mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.  Ke depan, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Janji Jiwa dan RACH Kolaborasi! Musisi Muda Kreatif dan Multitalenta Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 22 Juni 2026 | 08:07 WIB

Janji Jiwa dan RACH Kolaborasi! Musisi Muda Kreatif dan Multitalenta

Jakarta, katakabar.com - Di antara  lifestyle coffee chain lokal yang populer di Indonesia, Janji Jiwa terus menghadirkan berbagai inovasi, dan kolaborasi kreatif untuk menjaga relevansinya dengan perkembangan tren, minat, dan gaya hidup penikmatnya. Kali ini, Janji Jiwa kolaborasi dengan Rachel Cia atau lebih dikenal dengan nama panggung RACH?, sosok multitalenta yang dikenal sebagai musisi, gamer, sekaligus female racer yang aktif mewarnai berbagai ruang kreatif anak muda Indonesia. Kolaborasi usung tema Janji Jiwa X RACH? Summer Series ini menjadi wujud komitmen Janji Jiwa dalam mendukung gaya hidup kreatif dan aktif generasi muda. Dengan persona RACH? yang ekspresif, autentik, dan inspiratif, Janji Jiwa menghadirkan pengalaman dan produk yang menghidupkan persona tersebut. Marketing Director JIWA Group, Grace Surya,  mengatakan Janji Jiwa selalu percaya kopi dan minuman bukan hanya sebuah produk yang dikonsumsi, namun juga menjadi representasi gaya hidup dari identitas dan pengalaman yang menyenangkan. Lantaran itu, kami terus berinovasi untuk tetap relevan dengan generasi muda, salah satunya melalui kolaborasi bersama figur-figur kreatif yang mampu menginspirasi dan merepresentasikan semangat mereka, seperti RACH? Dikenal sebagai salah satu talenta muda yang tengah naik daun, Rachel Cia memiliki perjalanan karier yang unik di berbagai bidang kreatif. Selain aktif bermusik dan berkarya di industri hiburan, Rachel juga dikenal di dunia otomotif sebagai peraih juara Women’s Drift Challenge 2023 dan dijadwalkan menjalani debut sebagai pebalap pada musim balap 2026 mendatang. Karakter Rachel yang dinamis, berani mencoba hal baru, dan dekat dengan komunitas anak muda menjadi alasan utama Janji Jiwa memilihnya sebagai kolaborator dalam kampanye ini. “Senang sekali bisa berkolaborasi dalam Janji Jiwa X RACH? Summer Series ini. Bagiku, Janji Jiwa punya semangat yang dekat dengan gaya hidupku, sama seperti musik yang bisa menemani berbagai mood dan momen. Aku berharap kolaborasi ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan dekat dengan teman-teman yang selama ini mengikuti perjalananku,” ujar Rachel Cia (RACH?). Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Janji Jiwa X RACH? turut menghadirkan inovasi produk terbaru bertajuk Summer Series yang dikembangkan dengan inspirasi dari karakter RACH? yang segar, ekspresif, dan penuh energi positif. Produk ini menerjemahkan karakter tersebut ke dalam dua varian minuman dengan profil rasa yang refreshing, fruity, smooth, dan easy to enjoy. Varian pertama, Berry Brew, menghadirkan kombinasi rasa stroberi dan sentuhan mangga yang dipadukan dengan air kelapa serta light americano. Perpaduan ini menghasilkan rasa yang ringan, segar, dan menyenangkan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, Creamy Berry Pop menawarkan pengalaman summer refresher yang lebih creamy melalui kombinasi stroberi, mangga, air kelapa, oat milk, dan fresh milk yang menghasilkan rasa milky, ringan, dan berbeda. Kedua varian Summer Series tersedia di seluruh outlet Janji Jiwa. Konsumen juga dapat menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai preferensi melalui opsi sugar level yang tersedia. Kampanye ini diawali melalui peluncuran resmi yang digelar pada 17 Juni 2026 di Janji Jiwa Culture, Pejaten. Selain menghadirkan sesi product tasting, acara ini turut dimeriahkan dengan special acoustic performance dari RACH?. Tidak berhenti di sana, Janji Jiwa juga telah menyiapkan berbagai aktivitas komunitas bersama RACH?, mulai dari karaoke bersama hingga intimate live session yang akan berlangsung hingga pertengahan Agustus mendatang. Grace menambahkan, melalui Summer Series, kami ingin menghadirkan pilihan minuman yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mampu merepresentasikan semangat generasi muda yang aktif, kreatif, dan penuh ekspresi. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan pengalaman yang lebih personal, relevan, dan penuh good vibes bagi konsumen. Ke depannya, Janji Jiwa akan terus menghadirkan berbagai inovasi mulai dari produk, kolaborasi kreatif, maupun pengalaman baru yang dekat dengan kehidupan generasi muda Indonesia. Sebagai lifestyle coffee chain lokal populer, Janji Jiwa berkomitmen untuk terus menjadi ruang yang relevan dalam mengekspresikan diri dan berkarya.