Kolaborasi Polri dan Masyarakat, Polsek Sungai Batang Dukung Peternakan Sapi di Inhil Hukrim
Hukrim
7 jam yang lalu

Kolaborasi Polri dan Masyarakat, Polsek Sungai Batang Dukung Peternakan Sapi di Inhil

Indragiri Hilir, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Batang melalui Bhabinkamtibmas Desa Benteng Barat menunjukkan komitmen dukung Asta Cita Ketahanan Pangan (Ketapang) Nasional Tahun 2026 melalui sektor peternakan sapi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di Desa Benteng Barat, Kecamatan Sungai Batang, dengan menyambangi kelompok peternak sapi milik warga setempat saat ini kelola tujuh ekor sapi. Kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan memberikan motivasi sekaligus dukungan agar para peternak terus meningkatkan produktivitas usaha ternaknya. Dalam kegiatan itu, Bhabinkamtibmas Desa Benteng Barat, Aipda Dochi Patriosa, bersama Ketua Kelompok Peternak Sapi, Joko, melakukan pendampingan langsung kepada para peternak. Mereka mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan sektor peternakan sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional, khususnya pemenuhan kebutuhan protein hewani. Kapolsek Sungai Batang, Iptu Bambang Sutriyanto, S.H., mengatakan keterlibatan Polri pada sektor peternakan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. “Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi berperan aktif mendukung program pemerintah, salah satunya melalui pendampingan kepada masyarakat di bidang peternakan dan pertanian guna mewujudkan swasembada pangan nasional,” jelas Iptu Bambang Sutriyanto, S.H. Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga aktivitas peternakan, mulai dari distribusi pakan hingga pemasaran hasil ternak, dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Ia menambahkan, swasembada pangan di sektor peternakan menjadi strategi penting guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri. Hal itu dapat diwujudkan melalui peningkatan populasi ternak, kesehatan hewan, produktivitas peternak, serta kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergitas antara Polri dan masyarakat dukung pembangunan sektor peternakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional di Kabupaten Indragiri Hilir.

Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:11 WIB

Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan komitmen menjalankan penugasan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Zona Rokan secara bertanggungjawab, transparan, dan sesuai ketentuan berlaku. Optimis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip bisnis berkelanjutan, PHR menjalankan penugasan yang diberikan regulator berdasarkan Surat SKK Migas Nomor SRT-0406/SKKMA0000/2021/S1 pada 26 Juli 2021 terkait kegiatan pasca operasi dan penanganan TTM di Zona Rokan yang berasal dari operasi kontraktor sebelumnya. Sebanyak 250 lokasi pemulihan tersebar di lima kota dan atau kabupaten di Provinsi Riau dengan estimasi luas area terdampak mencapai sekitar 9,3 juta meter persegi atau sekitar 6 juta meter kubik volume tanah terkontaminasi. Sebagian besar lokasi berada di lahan milik masyarakat dengan total sekitar 3.000 persil lahan. Hingga akhir April 2026, PHR telah menyampaikan 88 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dari jumlah tersebut, 63 lokasi telah memperoleh persetujuan RPFLH dan tengah atau sudah dilakukan pemulihan. Dari 63 lokasi yang telah disetujui, sebanyak 20 lokasi telah selesai dilakukan pemulihan, dan saat ini sedang dalam proses evaluasi keberhasilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, terdapat 162 lokasi lainnya yang saat ini sedang dalam proses persiapan sebelum dapat masuk ke tahap pemulihan. Proses persiapan tersebut antara lain meliputi penyiapan akses lahan, pengumpulan/validasi data, pengadaan, koordinasi dengan para pihak terkait, serta penyusunan dokumen teknis yang dibutuhkan untuk mendukung proses persetujuan dan pelaksanaan pemulihan. Untuk mendukung percepatan, PHR bekerja sama dengan tiga kontraktor pelaksana yang ditunjuk melalui proses pengadaan resmi, dan transparan. Seluruh kegiatan pemulihan juga berada dalam pengawasan aparat penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) hingga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). “Pemulihan TTM proses panjang yang melibatkan persetujuan teknis, akses lahan, validasi data, hingga evaluasi hasil pemulihan oleh KLH. PHR berkomitmen penuh untuk menyelesaikan penugasan ini sesuai arahan regulator, dengan tetap menjaga aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan operasi Zona Rokan,” ujar Aryo Banowo, Pjs VP Remediation & Asset Retirement PHR Regional 1 Sumatra. Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, PHR bersama SKK Migas dan KLH juga telah menyepakati roadmap percepatan pemulihan hingga tahun 2030 ditambah satu tahun periode monitoring yang sangat agresif. Roadmap tersebut menjadi acuan pelaksanaan pemulihan secara bertahap, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. PHR berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis, perizinan, akses lahan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. PHR juga memastikan bahwa seluruh pelaksanaan penugasan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan operasi di Zona Rokan. Tentang PHR Regional 1 Sumatra PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Regional 1 – Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. PHR menghasilkan sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream. Menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional. Integrasi organisasi ini mencakup Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam struktur Regional 1 demi memastikan operasional yang lebih optimal dan berkelanjutan. Restrukturisasi ini membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra, sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan.

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:10 WIB

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Positive Technologies, salah satu pemimpin industri cybersecurity Rusia, terus perkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Di Forum Ekonomi Internasional “Russia–Islamic World: KazanForum”, perusahaan ini menandatangani perjanjian dengan enam universitas terkemuka di Indonesia, meliputi Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma'arif (UDM). Dokumen serupa juga telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah mengembangkan tenaga kerja cybersecurity di negara terbesar di Asia Tenggara tersebut. Nota kesepahaman dan kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman. Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan EdTechLab, platform pelatihan mandiri, di universitas-universitas yang berpartisipasi. “Tenaga kerja yang sangat terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, maupun negara secara keseluruhan. Di Positive Technologies, kami telah membangun salah satu tim cybersecurity terbaik di industri dan mengumpulkan keahlian unik yang ingin kami bagikan. Hal ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karier mereka melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. Bermitra dengan universitas di Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat bersama-sama melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan dunia,” ujar Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia Tenggara di Positive Technologies. Indonesia, bersama negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara lainnya, saat ini berinvestasi besar dalam infrastruktur digital, pengembangan e-government, dan penerapan teknologi modern. Tetapi, digitalisasi yang cepat ini juga memiliki dampak negatif karena memperluas lanskap siber dan permukaan serangan, sehingga membuat negara lebih rentan terhadap serangan siber. Saat ini, kawasan ini menjadi salah satu target utama para penjahat siber. Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh laporan kebocoran data di Asia Tenggara. “Di era transformasi digital yang pesat dan ancaman siber yang semakin kompleks, cybersecurity telah menjadi prioritas strategis bagi setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan. Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta cybersecurity masa depan melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, kolaborasi riset, dan keterlibatan industri. Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman internasional Positive Technologies, yang saat ini telah bermitra dengan beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan cybersecurity dan pengembangan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis di bidang cybersecurity, mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan, serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia,” timpal Arief Kartasasmita, Rektor UNPAD. “Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun salah satu kemitraan pendidikan internasional terbesar di Indonesia dalam bidang cybersecurity, yang melibatkan dua belas universitas terbaik di negara ini. Kami secara bertahap menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang menyerupai situasi nyata yang akan dihadapi mahasiswa dalam karier mereka. Pendekatan ini membantu kami mencetak generasi profesional baru yang mampu mengantisipasi dan mencegah serangan, bukan sekadar bereaksi terhadapnya. Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam Positive Hack Camp kini telah menjadi tradisi yang kuat. Pada tahun 2026, mereka akan mengikuti program tersebut untuk ketiga kalinya, menangani kasus nyata dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,” kata Yuliya Danchina, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies. Pada Mei 2025 lalu, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan terkemuka di Indonesia dalam festival cybersecurity internasional Positive Hack Days. Kerja sama ini berlanjut pada Juni, ketika UGM dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meresmikan kemitraan mereka dengan Positive Technologies. Pada Agustus, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) juga bergabung dalam kolaborasi tersebut. Upacara penandatanganan pada Agustus berlangsung dalam acara Positive Hack Camp, sebuah inisiatif pendidikan global yang diluncurkan oleh Positive Technologies dan Positive Education untuk membantu melatih generasi baru profesional cybersecurity. Dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital Rusia, program ini mempertemukan lebih dari 90 praktisi cybersecurity muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan Nasional
Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:05 WIB

Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan

Surabaya, katakabar.com - FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Angkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat. VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. “Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice. Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya. “Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” kata Zulhendri. Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kelompok Tambak Osowilangun, Kelompok Tambak Sarioso, dan Kelompok Karangkiring. Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya. Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” timpal Eri Cahyadi. Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” tutur Dessy. Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi Abpednas dan Sucofindo Kick Off Pembangunan 70 Sumur Air Bersih Aceh hingga Merauke Nusantara
Nusantara
Selasa, 12 Mei 2026 | 07:00 WIB

Kolaborasi Abpednas dan Sucofindo Kick Off Pembangunan 70 Sumur Air Bersih Aceh hingga Merauke

Banda Aceh, katakabar.com - Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) bersama PT Sucofindo (Persero) resmi melakukan kick off pembangunan sumur air bersih di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi titik awal pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Merauke, sekaligus bagian dari rangkaian menyambut HUT ke 70 PT Sucofindo (Persero) pada 22 Oktober 2026 mendang. Program penyediaan air bersih bagi masyarakat ini implementasi Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto mewujudkan ketahanan dan kedaulatan air nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa”, pembangunan sarana air bersih akan dilakukan di 70 titik wilayah operasional PT Sucofindo (Persero) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Inisiatif ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 masyarakat desa, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih. Ketua Umum Abpednas, sekaligus Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (PWI Jaya), Indra Utama, menyampaikan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat desa sekaligus memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. “Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa. Melalui kolaborasi ini, Abpednas bersama PT Sucofindo (Persero) ingin memastikan pembangunan hadir hingga ke desa yang membutuhkan. Program ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dan pembangunan desa yang lebih merata,” ujarnya. Ia menambahkan inisiatif tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke 6 Clean Water and Sanitation, yang berfokus pada penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat secara berkelanjutan. Ketua Dewan Pengawas Abpednas, Prof. Dr. Reda Manthovani, menekankan pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam program ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan dasar di pedesaan,” kata Prof. Dr. Reda Manthovani. Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, menyampaikan pembangunan sumur air bersih ini bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan kebermanfaatan sosial yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance). “Memasuki usia ke 70 tahun, PT Sucofindo (Persero) ingin terus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kehadiran Sucofindo tidak hanya dirasakan melalui layanan bisnis, tetapi juga melalui dampak sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi wujud dukungan perusahaan terhadap pencapaian SDGs, khususnya akses air bersih dan pembangunan desa berkelanjutan,” beber Sandry. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo (Persero) berperan memastikan aspek kualitas, keselamatan, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap standar pada berbagai sektor pembangunan, termasuk mendukung penyediaan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat. Program pembangunan sumur air bersih ini akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada momentum HUT ke 70 PT Sucofindo (Persero) pada 22 Oktober 2026. “Kami berharap kolaborasi antara PT Sucofindo (Persero) dan Abpednas dapat memperkuat sinergi antara BUMN, organisasi desa, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan,” harap Sandry Pasambuna.

KLTC® dan SIKPA Kolaborasi Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:05 WIB

KLTC® dan SIKPA Kolaborasi Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga

Jakarta, katakabar.com - KLTC® dan SIKPA kerja sama hadirkan program edukasi keluarga berbasis leadership, coaching, dan parenting sebagai upaya membangun kualitas SDM yang dimulai dari lingkungan keluarga dan relasi di dalam rumah. Di tengah semakin kompleksnya tantangan keluarga modern, banyak orang tua merasa dituntut untuk mampu memahami anak, membangun komunikasi yang sehat, sekaligus tetap menjaga kestabilan emosional di dalam rumah. Tetapi di saat yang sama, tidak sedikit keluarga yang menjalani proses pengasuhan hanya berdasarkan pengalaman masa lalu, potongan informasi dari media sosial, atau pola yang diwariskan dari generasi sebelumnya tanpa benar-benar memahami dampaknya terhadap perkembangan anak dan kualitas relasi keluarga. Berangkat dari realitas tersebut, Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) bersama Sekolah Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (SIKPA) resmi jalin kerja sama lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan pendekatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis keluarga. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai program edukasi keluarga yang mengintegrasikan leadership, coaching, parenting, dan character building dalam satu pendekatan yang lebih menyeluruh. Program-program yang akan dikembangkan mencakup pelatihan parenting, family leadership, hingga coaching session untuk orang tua dan pasangan. Tidak hanya berfokus pada pola asuh anak, program ini dirancang untuk membantu individu memahami dirinya sendiri, cara berkomunikasi, serta bagaimana membangun relasi yang sehat di dalam keluarga. Selama ini, KLTC® dikenal melalui berbagai program pengembangan leadership, coaching, dan pelatihan SDM untuk individu maupun organisasi. Melalui kolaborasi ini, KLTC® membawa pendekatan yang berbeda, yaitu menghadirkan leadership ke dalam ruang keluarga. KLTC® melihat bahwa kemampuan memimpin tidak hanya muncul di ruang kerja atau organisasi, tetapi mulai terbentuk dari cara seseorang belajar mendengarkan, memahami emosi, menyelesaikan konflik, dan membangun rasa aman di rumah. Sementara, SIKPA aktif menghadirkan edukasi seputar keluarga dan perkembangan anak kepada masyarakat umum melalui berbagai program pembelajaran yang relevan dengan tantangan keluarga masa kini. Dengan audiens yang luas, SIKPA menjadi ruang belajar bagi orang tua, pasangan, maupun individu yang ingin memahami proses tumbuh kembang manusia secara lebih mendalam. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi. SIKPA menghadirkan perspektif ilmu keluarga dan perkembangan anak, sementara KLTC® membawa pendekatan leadership dan coaching yang selama ini diterapkan dalam pengembangan SDM dan organisasi. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi ingin menghadirkan proses belajar yang tidak hanya membahas bagaimana mendidik anak, tetapi juga bagaimana orang tua bertumbuh bersama proses pengasuhan yang mereka jalani. Saskia Ratry Arsiwie, Founder SIKPA, menyampaikan kolaborasi ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang semakin besar terhadap edukasi keluarga yang lebih reflektif, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Selama ini banyak orang tua belajar parenting dari media sosial atau potongan-potongan informasi yang belum tentu utuh. Padahal, anak tidak tumbuh hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari contoh nyata yang mereka lihat setiap hari di rumah. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang membantu keluarga bukan hanya memahami pola asuh, tetapi juga memahami komunikasi, emosi, dan dinamika hubungan di dalam rumah,” jelas Saskia. Kolaborasi antara KLTC® dan SIKPA juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pengembangan manusia yang lebih terintegrasi. Jika selama ini leadership sering dipahami hanya dalam konteks organisasi atau pekerjaan, kedua institusi melihat bahwa fondasi leadership sebenarnya mulai terbentuk dari kehidupan sehari-hari di rumah. Cara seseorang belajar mendengarkan, menyelesaikan konflik, membangun empati, hingga menghadapi tekanan sering kali pertama kali dipelajari melalui hubungan dengan keluarga. Lantaran itu, keluarga dipandang bukan hanya sebagai tempat tumbuh, tetapi juga ruang pertama yang membentuk karakter, pola pikir, dan kualitas relasi seseorang di masa depan.

Kamis, 23 April 2026 | 17:11 WIB

Kolaborasi Teknologi: Blaize dan Datacomm Eksplorasi Solusi AI Inference se Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Blaize Holdings, Inc (Blaize), perusahaan global di bidang komputasi AI yang programmable dan hemat energi, bersama PT Datacomm Diangraha (Datacomm), salah satu penyedia layanan TI terkemuka di Indonesia, resmi teken Nota Kesepahaman (MoU) untuk aliansi teknologi eksplorasi potensi solusi AI inference di seluruh Indonesia. Seremoni penandatanganan dilakukan di Gitex Asia 2026, Singapura, sebagai langkah awal komitmen kedua perusahaan dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih aplikatif di pasar Indonesia. Indonesia: Pasar AI Kian Strategis Indonesia menjadi salah satu pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik. Masuknya hyperscaler global, pengembangan infrastruktur digital berdaulat, serta ekspansi teknologi enterprise mempercepat adopsi AI di berbagai sektor. Laporan Empowering Indonesia Report 2025 dari Indosat Ooredoo Hutchison dan Twimbit, menyebutkan sovereign AI berpotensi menyumbang hingga USD 140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030, dengan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 6,8 persen. Sementara, sektor AI Indonesia tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 31 persen. Angka tersebut tertinggi di Asia Tenggara (Digital in Asia, 2026). Melihat peluang ini, Blaize dan Datacomm memposisikan aliansi mereka untuk menjawab kebutuhan pasar, dengan fokus pada Physical AI, keamanan publik dan pengawasan, AI industry, dan logistik. Ruang Lingkup Kerja Sama Melalui MoU ini, kedua perusahaan berencana mengeksplorasi sejumlah area, di antaranya: AI Inference as a Service di DCloud Integrasi platform Hybrid AI Blaize dengan DCloud (layanan cloud Datacomm), dan infrastruktur data center Datacomm untuk menghadirkan layanan inference yang scalable bagi pelanggan enterprise. Physical AI, Keamanan Publik, Pengawasan dan Logistik Pengembangan use case AI inference seperti analitik video, smart surveillance, peningkatan keamanan fisik, serta optimalisasi logistik di sektor publik maupun enterprise di Indonesia. AI Industri Pemanfaatan AI inference untuk otomasi industri di Indonesia, termasuk computer vision dan teknologi berbasis sensor. “Asia Pasifik saat ini berada pada titik krusial dalam perkembangan AI inference, dan Indonesia menonjol sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut,” kata Dinakar Munagala, Co-Founder dan Chief Executive Officer Blaize. Menurut Dinakar, Datacomm memiliki fondasi infrastruktur yang kuat serta relasi enterprise yang solid. Mereka punya relasi kuat dengan pelanggan enterprise yang dibutuhkan pasar ini. Jadi, ucap Dinakar, kami bersama-sama eksplorasi bagaimana platform AI Blaize yang dapat diprogram dan hemat energi dapat menghadirkan nilai nyata di dunia nyata, mulai dari keamanan publik, infrastruktur cerdas, physical AI, hingga logistik di seluruh Indonesia. Aliansi ini menjadi fondasi yang kuat, dan kami berkomitmen untuk terus mengembangkannya. Presiden Direktur dan Founder Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan kesiapan perusahaan menyambut era AI. “Di Datacomm, kami telah menghabiskan lebih dari tiga dekade untuk membangun kepercayaan dari berbagai pelanggan enterprise, instansi pemerintah, dan operator infrastruktur kritikal di Indonesia,” ujar Wie Tjin. “Indonesia berada di ambang transformasi AI yang signifikan, dan kebutuhan akan solusi inference yang cerdas, scalable, serta aman terus meningkat di setiap sektor yang kami layani. Aliansi dengan Blaize ini langkah yang natural sekaligus menarik dalam perjalanan kami menuju era AI," imbuhnya. Dijelaskannya, kombinasi antara infrastruktur cloud dan data center Datacomm dengan platform AI inference kelas dunia dari Blaize menempatkan kami pada posisi yang unik untuk menjawab kebutuhan tersebut. Saya menantikan berbagai peluang yang akan dihadirkan aliansi teknologi ini, baik bagi pelanggan kami maupun masa depan digital Indonesia, tuturnya. MoU ini bersifat non-binding dan menjadi kerangka awal kerja sama. Kedua pihak dapat melanjutkan ke proyek konkret melalui perjanjian lanjutan di masa mendatang. Kolaborasi ini akan memprioritaskan pengembangan solusi AI inference yang aman, scalable, dan hemat energi, serta dapat terintegrasi secara mulus dengan lingkungan cloud, data center, maupun infrastruktur fisik yang telah ada di seluruh Indonesia. Tentang Blaize Blaize Holdings, Inc. merupakan perusahaan teknologi global yang mengembangkan platform AI programmable untuk kebutuhan inference di dunia nyata. Dengan arsitektur Hybrid AI, Blaize menggabungkan Graph Streaming Processor (GSP) dengan infrastruktur berbasis GPU untuk mendukung berbagai aplikasi seperti computer vision, smart city, industri, hingga logistik. Kunjungi www.blaize.com atau follow LinkedIn @blaizeinc untuk informasi lebih lanjut. Tentang Datacomm PT Datacomm Diangraha adalah perusahaan layanan Teknologi Informasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Datacomm mengoperasikan platform cloud publik DCloud yang didukung data center bersertifikasi global di wilayah Jabodetabek.

Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 22 April 2026 | 15:09 WIB

Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan

Pekanbaru, katakabar.com - Sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan di sudut Kota Pekanbaru. Komunitas Matahari Bertuah, dulunya hanya sekumpulan pelaku usaha kecil berjalan tanpa arah, kini bertransformasi jadi simbol keberdayaan ekonomi perempuan di tengah hiruk pikuk masyarakat Riau. Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Lahir pada 2022 lalu, Matahari Bertuah sempat melewati masa-masa sulit. Tanpa struktur kelembagaan yang jelas. Minimnya literasi bisnis kala itu, membuat komunitas ini hampir redup. Belum lagi kerumitan urusan legalitas dan administrasi sempat membuat semangat para anggotanya rontok satu per satu. "Jangan ragu untuk memulai, sebab usaha terbaik bukan yang paling sempurna, melainkan benar-benar dijalankan dengan keberanian," ujar Suci Angreini, Ketua Kelompok UMKM Matahari Bertuah, saat itu memotivasi rekan-rekannya.  Tetapi, titik balik itu datang di penghujung tahun 2025 melalui sentuhan Program Pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Bukan sekadar memberikan dukungan, PHR hadir membuka akses dan membenahi fondasi penguatan UMKM dengan memfasilitasi pengurusan legalitas kelompok untuk penguatan kelembagaan agar lebih tertib dan diakui. Para pelaku usaha juga diberikan pelatihan pengelolaan usaha yang meliputai: administrasi, pembukuan, dan penguatan kapasitas serta pendampingan berkelanjutan agar perubahan kebiasaan usaha benar-benar berjalan. “Intervensi yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembenahan fondasi yang meliputi fasilitasi legalitas kelompok, pelatihan tata kelola usaha, hingga pendampingan berkelanjutan,” ulas Suci. Ditengah dukungan PHR, Suci kian semangat, dan terus memotivasi para anggota dalam memulai usaha. Di bawah kepemimpinanya, kelompok ini mulai mempraktikkan disiplin baru: mencatat setiap rupiah yang keluar-masuk, membagi peran produksi secara profesional, hingga menjajaki dunia pemasaran digital. Hasil dari konsistensi ini mulai membuahkan hasil manis di kuartal pertama 2026. Aneka ragam produk yang awalnya muncul dari dapur sederhana kini tampil meramaikan pasar. Sebut saja seperti brownies kopi, brownies kukus ketan hitam, pie brownies dan pie susu diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara.  Matahari Bertuah mencatatkan rata-rata pemasukan mencapai Rp74 juta perbulan. Mereka membuktikan bahwa manajemen usaha yang tertata mampu menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Ini bukan hanya soal angka, dampak emosional pun terasa kuat. Para anggota yang sebelumnya didera kecemasan akan masa depan usaha, kini tampil lebih percaya diri. Keberhasilan ini semakin lengkap saat salah satu anggota mereka, seorang mahasiswi, berhasil menembus jajaran 10 besar finalis Rokan UMK Award 2025, ajang apresiasi UMKM Riau yang digelar PHR. Prestasi ini menegaskan pembinaan yang tepat mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh di masa depan. “UMKM Matahari Bertuah telah membuktikan kaum perempuan mampu menjadi aktor penggerak ekonomi bukan hanya bagi keluarga bahkan bagi daerah. Capaian ini sekaligus menjadi kado indah dalam semangat Hari Kartini. Kisah mereka adalah pengingat bahwa keterbatasan akses bukanlah akhir dari segalanya. Ketika perempuan diberikan ruang, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu mengubah keraguan menjadi kekuatan kolektif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” cerita Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Kini, Matahari Bertuah bukan lagi sekadar nama komunitas tempat berkumpulnya perempuan hebat, melainkan sebuah wadah kelembagaan yang sah dan siap menyongsong masa depan ekonomi yang berkelanjutan.

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 22 April 2026 | 09:10 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus perkuat posisinya bidang pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia melalui langkah strategis dengan menjajaki kolaborasi bersama Circle, perusahaan global di balik stablecoin USDC. Pertemuan antara CEO Tokocrypto Calvin Kizana dan Co-Founder, CEO, sekaligus Chairman Circle Jeremy Allaire di Jakarta10 April 2026 lalu, menjadi bagian dari upaya perluas integrasi Indonesia dalam infrastruktur keuangan digital global. Di pertemuan tersebut, Jeremy menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam perkembangan sistem keuangan digital. “Setelah mengunjungi Jakarta dan bertemu langsung dengan banyak pelaku industri, saya semakin yakin bahwa Indonesia akan memainkan peran yang semakin besar dalam sistem keuangan global. Saat ini pun, Indonesia sudah menunjukkan tingkat adopsi kripto dan stablecoin yang sangat tinggi,” jelasnya. Jeremy menambahkan meski saat ini stablecoin masih didominasi oleh dolar AS, teknologi ini memiliki potensi yang jauh lebih luas, termasuk kemungkinan pengembangan berbasis mata uang lokal di masa depan. Stablecoin Sebagai Infrastruktur Penting Diskusi antara Tokocrypto dan Circle juga membahas peran stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam aset digital, serta peluang integrasi dengan sistem lokal. Selain itu, kedua pihak menyoroti pentingnya kesiapan regulasi dan kolaborasi lintas industri untuk mendukung pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan. Secara global, tren penggunaan stablecoin terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama di negara berkembang. Stablecoin Utility Report 2026 dari BVNK menunjukkan, tingkat kepemilikan stablecoin di negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai 60 persen, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang berada di angka 45 persen. Tidak hanya itu, sebanyak 56 persen pengguna berencana menambah kepemilikan stablecoin dalam 12 bulan ke depan. Penggunaan stablecoin juga semakin meluas dalam aktivitas ekonomi nyata. Sekitar 35 persen pendapatan freelancer dan pelaku ekonomi digital kini diterima dalam bentuk stablecoin, sementara 73 persen pekerja lintas negara mengaku teknologi ini meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja secara global. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai kolaborasi dengan pemain global seperti Circle menjadi langkah penting dalam membangun fondasi ekosistem kripto yang lebih kuat di Indonesia. “Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat infrastruktur keuangan digital di Indonesia. Stablecoin tidak hanya berperan dalam aktivitas trading, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekosistem aset digital dan ekonomi digital,” ucap Calvin. Dengan meningkatnya adopsi global dan dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia dinilai berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini. Kolaborasi antara Tokocrypto dan Circle diharapkan dapat menjadi katalis dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, efisien, dan terintegrasi dengan sistem global.