Home / Nusantara / Harapan TKBM Tanjung Buton ke Pemkab Siak
Harapan TKBM Tanjung Buton ke Pemkab Siak
Siak, katakabar.com - Riang gembira ekspresi dari puluhan buruh bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau, terlihat pada Senin (21/9) sore itu.
Pasalnya, sebanyak 70 orang yang saban hari mengais rezeki di pelabuhan yang terletak di Kecamatan Sungai Apit itu, resmi tergabung dalam koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Buton.
Apalagi, koperasi ini langsung bekerjasama dengan BUP PT Samudra Siak, anak perusahaan PT SPS dan SPE, BUMD Kabupaten Siak, yang ditunjuk mengelola pelabuhan tersebut.
"Tentu kita bahagia. Apalagi tadi diresmikan langsung oleh Bupati Siak Alfedri," kata Ketua Koperasi TKBM Tanjung Buton, Ramli kepada wartawan.
Ramli mengaku tidak menutup kemungkinan anggota yang tergabung dalam koperasi itu bertambah nantinya. Itupun, jika prospek bongkar muat di Kawas Industri Tanjung Buton (KITB) itu makin membaik.
"Kalau kapal banyak bongkar muat, tentu pekerjaan juga bertambah. Tidak seperti saat ini," ujarnya.
Ramli mengumpamakan, TKBM di Pelabuhan Tanjung Buton saat ini seperti kerja musiman. Sebab, tidak setiap hari ada aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut.
"Belum permanen. Seperti kerja musiman. Kalau ada kapal, bekerja. Kalau tak ada, tentu tidak ada yang mau dikerjakan," kata dia.
Sebab kata Ramli tidak setiap hari kapal bersandar di pelabuhan itu. Bahkan, dalam satu bulan, bisa tak ada aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut.
"Kadang, sebulan sekali. Bisa juga dalam satu bulan, tak ada kapal bersandar di sini. Artinya tak tentu lah," kata dia.
Jika hal itu terjadi, maka, yang biasanya dibagi dua shift, bisa menjadi satu shift alias semuanya TKBM bekerja. "Kan semua pengen cari makan. Kapal cuman satu yang bersandar, tentu semuanya harus diikutkan, biar adil," kata dia.
Seringnya fenomena itu, Ramli pun berharap agar Pemkab Siak bisa getol mengundang investor masuk ke kawasan industri tersebut.
"Kalau bisa ada investor yang mau bangun pabrik di sini. Kalau ada kan tiap hari kawan-kawan bekerja. Walau tak setiap hari ada kerjaan, TKBM tetap bekerja sesuai standar. Artinya, mulai dari upah sesuai standar dan SOP seperti TKBM internasional," kata dia.
Terpisah, Direktur PT Samudera Siak, Bob Nofitriansyah mengingatkan agar TKBM tetap konsisten setelah terbentuknya koperasi tersebut.
"Kita tetap berupaya agar banyak investor berinvestasi ke sini. Supaya ekonomi kawan-kawan yang tergabung di koperasi ini bisa terbantu," kata dia.
Calon investor yang akan berinvestasi di KITB dalam waktu dekat ini dari Jakarta. Bob mengatakan, investor tersebut kemungkinan akan membangun pergudangan di kawasan tersebut.
"Ada juga dari Singapura. Yang dari Malaysia tunda. Penyebab tak lain karena Covid-19," ujarnya.








Komentar Via Facebook :