Home / Riau / Jaksa Siak Meski Tuntaskan Dugaan Permainan Dana BOS di SDN 06 Belutu Kandis, Jangan Sengap!
Jaksa Siak Meski Tuntaskan Dugaan Permainan Dana BOS di SDN 06 Belutu Kandis, Jangan Sengap!
Siak, katakabar.com - Hasil audit Inspektorat Kabupaten Siak menemukan adanya praktik pelanggaran serius dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Belutu, Jambai Makmur, Kecamatan Kandis.
Dari penelusuran katakabar.com, dugaan pengadaan barang fiktif bersumber dari dana operasional sekolah telah terjadi di SDN 06 Belutu. Pristiwa ini terjadi pada 2017-2021.
Gara-gara dugaan pelanggaran itu, dari hasil audit inspektorat yang diperoleh katakabar.com, negara mengalami kerugian sebesar Rp600 juta.
"Awalnya sebelum dilakukan audit kerugian diperkirakan Rp800 juta. Setelah diaudit Rp600 juta. Berkasnya kalau tak salah saya sudah di meja bupati. Berkas hasil audit dugaan pelanggaran dana BOS SDN 06 Belutu," kata salah satu tim audit yang enggan dituliskan namanya, belum lama ini.
Dari data yang didapat katakabar.com, kasus ini menyeret mantan kepala SDN 06 Belutu Tarmizi dan bendahara sekolah Rusmiani.
Tarmizi tidak menampik bahwa adanya temuan itu. Namun Ia binggung lantaran kejadian itu sudah lama. Bahkan Tarmizi mengaku saat ini tidak lagi menjabat kepala SDN 06 Belutu.
"Saya sudah pindah. Itu terkait kasus mobiler. Seperti meja kepala sekolah, meja guru dan meja-bangku murid," ujarnya dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu sore.
Anehnya, Tarmizi mengaku sudah banyak yang meninggal dunia pihak-pihak yang mengetahui pengadaan mobiler tersebut. Seperti bendahara sekolah hingga pemilik toko barang yang membikin meja-bangku tersebut.
"Udah banyak yang meninggal. Jadi cemana. Kejadiannya juga sudah lama. Memang ada lah kita makan dikit, tapi cemana karena kasus sudah lama," terangnya.
Kasus ini awalnya didiamkan begitu saja. Namun, kata Tarmizi, terkuak ke publik karena ada unsur sakit hati dari pihak-pihak yang tidak diakomodirnya di wilayah Kecamatan Kandis.
"Ada LSM di sini (Kandis) minta kegiatan ke sekolah. Karena tidak diberikan, dilaporkannya kejadian 2017-2021. Padahal sudah lama kejadiannya itu. Ini murni karena sakit hati," jelasnya.








Komentar Via Facebook :