Ketuk Pintu Langit, Ratusan Orang Doakan TRP

Kuala IKatakabar.com

Mentari mulai beranjak ke ujung ufuk. Kami masih melanjutkan perjalanan ke Raja Tengah, Kuala, Langkat. Di sana, ratusan warga akan menggelar pengajian. Mereka mengetuk pintu langit, berharap agar Allah memberikan Rahmat.

Tepat di halaman sebuah warung, kami memarkirkan kendaraan. "Kita tunggu di sini aja. Mungkin acaranya sebentar lagi dimulai," ketus Dedi, salah seorang awak media ini, sembari melangkah turun dari mobil.

Di tempat itu, beberapa warga sedang asik membicarakan tentang Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana PA (TRP) yang tengah dirundung berbagai fitnah.

Mereka, memberi kesaksian, lokasi pembinaan korban narkoba milik TRP bukanlah tempat penyiksaan. Justru, dari tempat itu, banyak warga yang sembuh dari ketergantungan psikotropika.

Sesaat kemudian, warga yang datang dari berbagai daerah, masuk melalui pagar ke kediaman TRP, persis di depan warung yang kami singgahi. Warga yang didominasi kaum pria itu, melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah di sana.

Usai melaksanakan shalat fardhu, jamaah pun menggelar pengajian. Ayat-ayat suci Al-Qur'an pun dilantunkan dengan penuh tawadhu'. Mereka memohon, agar Allah Azza Wa Jalla mengabulkan harapan yang mereka ungkapkan.

Hati orang-orang yang pernah diumrohkan TRP itu merasa hancur. Mereka tak terima sang dermawan dihujam berbagai fitnah. Perasaan penuh haru menyelimuti suasana pengajian itu.

"Ya Allah, berilah beliau (TRP) kekuatan dalam menghadapi cobaan ini Ya Allah. Berilah hidayah kepada orang yang mendzaliminya Ya Allah," harap Ustadz Panjang Harahap, diamini jamaah yang hadir, sembari menangis haru.

Mereka, sang pelantun ayat-ayat suci itu adalah bagian dari ratusan orang yang pernah diberangkatkan Umroh, oleh sang dermawan berdarah Karo yang dikenal rendah hati. Mulai dari penggali kubur, bilal mayit, nazir masjid dan berbagai elemen masyarakat lainnya kompak memohon keselamatan untuk TRP.

Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Langkat Amir P Sunda menyampaikan, semua orang yang sudah diumrohkan sudah menjadi bagian dari keluarga besar TRP.

“Apa yang dah dilakukan beliau (TRP) untuk membahagiakan warganya, semoga menjadi amal kebaikan baginya,” kata Sekjen Amir.

Pria paruh baya itu berharap, agar keluarga besar TRP diberikan keukuatan dalam menghadapi segala cobaan.

Dia yakin, TRP dapat menjalani semua persoalan yang dihadapinya dengan bijaksana. “Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” tendas pria ramah itu.

Pastinya, bagi penggali kubur, bilal mayit dan nazir masjid, TRP merupakan sosok yang sosok yang teramat istimewa. Dia dapat mewujudkan impian warganya ke tanah suci Mekkah, meskipun hal itu tak pernah sama sekali mereka impikan. 

Niat untuk memberangkatkan 1.000 warganya Umroh, mau tak mau harus tertunda, karena TRP sedang mendapat ujian dari Allah. Semoga, lahir kembali orang seperti tokoh itu di Negeri Bertuah ini. Sosok yang selalu dijadikan dambaan bagi dhuafa yang merindukan Baitullah Al Mukaromah. Insya Allah.

Editor : Dedi
Doa

Berita Terkait