Home / Hukrim / Komisi II DPRD Riau Cek Lahan, Warga: Ada Apa Alat Berat 'Pejabat' Tak Diamankan
Sengkarut Lahan di HPT Rangau
Komisi II DPRD Riau Cek Lahan, Warga: Ada Apa Alat Berat 'Pejabat' Tak Diamankan
Komisi II DPRD Riau saat tinjau lahan sengketa di HPT Rangau Desa Petani. Foto Sah.
Duri, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, perwakilan Gakkumdu, KPH Rokan, TNI dan Polri, Pemerintah Desa Petani dan Kelompok Tani Hutan Tunas Baru Lubuk Linong tinjau lokasi lahan bersengketan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Rangau, pada Selasa (7/2) lalu.
Sebelum turun kelokasi lahan tersebut lebih dulu digelar pertemuan di aula Kantor Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Jalan Rangau kilometer 10 di hari yang sama.
Komisi II DPRD Riau bersama pihak terkait, Pemerintah Desa Petani, dan Kelompok Tani Hutan Tunas Baru Lubuk Linong meninjau lokasi lahan bersengketa di kawasan HPT Rangau tersebut diketahui dari video berdurasi 1,28 menit yang diterima katakabar.com pada Minggu (12/2) lalu.
Di dalam video itu warga menceritakan kepada Komisi II DPRD Riau tentang kronologi terjadinya sengketa lahan yang menyebabkan seorang warga dilaporkan ke pihak berwajib.
Kelompok Tani Hutan Tunas Baru Lubuk Linong menggarap lahan menyewa alat berat, tiba-tiba pihak berwajib mengamankan alat berat sedang beraktivitas. Sementara, ada alat berat orang lain, yakni oknum pejabat sama-sama beraktivitas menggarap lahan posisinya tidak jauh dari lokasi tak diamankan pihak berwajib.
Ada apa! Kenapa cuma alat berat yang disewa Kelompok Tani Hutan Tunas Baru yang diamankan?
Kalau ada yang melapor makanya alat berat diamankan pihak berwajib. Kami hingga saat ini tidak tahu siapa yang melaporkan, tegas seorang warga di video.
Masalah penjualan lahan ujar warga, masyarakat diberi surat dan disuruh tanda tangan terus dikasih uang. Sedang, masyarakat yang tanda tangan surat dan dikasih uang hingga saat ini tidak tahu di mana lokasi lahan tersebut.
Diketahui, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau kunjungan kerja ke Desa Petani Kecamatan Mandau, pada Selasa (7/2) lalu.
Kunker sekaligus pertemuan tersebut terkait pengaduan Kelompok Tani Hutan Tunas Baru Lubuk Linong soal sengkarut lahan di kawasan HPT Rangau ke Komis II DPRD Provinsi Riau.
Perwakilan Gakkumdu, KPH Rokan, TNI dan Polri, serta pihak berwenang lainnya turut hadir di pertemuan digelar di aula kantor Desa Petani Jalan Rangau kilometer 10.
"Kita mau pastikan apakah lahan benar ada atau tidak, dan bagaimana mekanisme cara pengelolaan HPT. Apakah masyarakat boleh atau tidak mengelola. Ini terkait adanya korban warga sudah menjadi tahanan pihak kepolisian disebabkan persoalan ini. Sementara ada pihak-pihak lain yang berada di dalam kawasan HPT. Mereka harus diminta pertanggungjawabannya oleh pihak kepolisian, tidak cuma masyarakat Kelompok Tani Hutan saja," Wakil Ketua Komisi II Provinsi Riau, Zulfi Mursal kepada wartawan selepas pertemuan.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Sikat Pelaku TP Perdagangan Orang
Kapolres Bengkalis: Modusnya Bujuk dan Janjikan Pekerjaan Pakai Paspor Wisata








Komentar Via Facebook :