Menurut Wali Kota, kreativitas di bidang modifikasi dapat menjadi alternatif kegiatan yang lebih produktif dibandingkan perilaku berisiko di jalanan.
“Kita ingin anak-anak muda sekarang berkumpul di bengkel seperti zaman dulu, adu kreativitas modifikasi motor dan mobil, bukan berkumpul untuk balap liar, tawuran, atau narkoba,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sibolga ingin mendukung ruang berkarya bagi anak muda.
Bengkel, menurut Akhmad Penarik, bukan sekadar tempat memperbaiki kendaraan, melainkan juga dapat menjadi ruang belajar, bereksperimen, dan menghasilkan karya.
Namun, kreativitas modifikasi tetap perlu berjalan beriringan dengan keselamatan.
Kendaraan yang digunakan di jalan umum harus memenuhi ketentuan teknis dan laik jalan, sedangkan atraksi berisiko semestinya dilakukan di lokasi serta dalam kondisi yang aman.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing menyoroti potensi ekonomi dari kegiatan tersebut.
Ia menilai aktivitas modifikasi dapat menggerakkan usaha bengkel, toko aksesori, pengecatan, dan jasa lain yang berkaitan dengan otomotif.
“Selain menyalurkan hobi, modifikasi ini kan menghidupkan UMKM bengkel, toko variasi, pengecatan. Ini ekonomi kreatif yang harus kita dukung,” katanya.
Selain kompetisi, pengunjung disuguhi atraksi freestyle motor yang menampilkan teknik wheelie dan stoppie, serta pertunjukan BMX dan skateboard.
Penampilan tersebut menarik perhatian masyarakat hingga sore hari.
Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan hari terakhir kegiatan.
Penyelenggaraan kontes ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pamer kendaraan, tetapi juga mendorong kreativitas, keterampilan, dan peluang usaha bagi pelaku otomotif lokal.*
Kontes Modifikasi Sibolga 2026, Kreativitas Anak Muda hingga Peluang Ekonomi Kreatif
Diskusi pembaca untuk berita ini