Salah satu fokus utamanya adalah penyelenggaraan perdana Asia-Pacific Sustainable Business Summit, bersama Sustainable Trade and Economic Development Summit, yang mempertemukan para pemimpin korporasi dan pakar kebijakan agar selaras langsung dengan tujuan keberlanjutan global.
Dengan menyadari bahwa penyaluran pembiayaan dan kemampuan manusia merupakan dua penggerak utama kemajuan berkelanjutan, acara ini juga menghadirkan platform Unlocking Capital, yang diselenggarakan bersama Eco-Business, untuk memobilisasi pembiayaan hijau di negara-negara berkembang.
Pada saat yang sama, Skills Summit membahas transisi talenta global dengan memetakan jalur pendidikan dan vokasi yang dibutuhkan untuk membangun tenaga kerja yang mampu menjalankan ekonomi net-zero.
Selain rangkaian utama tersebut, kongres ini juga resmi membuka One Health and Well-being Zone 2026. Dengan menempatkan kesejahteraan personal dan ketahanan manusia sebagai prasyarat penting bagi pencapaian SDGs PBB, zona ini menegaskan bahwa kesehatan merupakan bagian mendasar dari strategi pembangunan global.
Area khusus ini dirancang untuk menghubungkan riset kesehatan mutakhir dengan solusi kesejahteraan yang praktis di tengah padatnya agenda tingkat tinggi kongres. Diselenggarakan oleh Hong Kong Baptist University (HKBU), ruang unik ini menghadirkan pijat tradisional Tiongkok serta program Tai Chi, Baduanjin, dan mindfulness Karate, bersama kampanye luar ruang harian “Walk to Live Well” yang dipimpin perwakilan senior universitas. Aktivasi ini menjadi pusat “Mindful Moments Campaign” di kongres ini sekaligus menandai peringatan 70 tahun HKBU.
Menurut Profesor Alexander Ping-Kong WAI, Presiden dan Wakil Rektor Hong Kong Baptist University, keberlanjutan global yang sejati sangat bergantung pada kesehatan, kebugaran, dan ketahanan struktural individu-individu yang mendorong perubahan di lapangan. Saat kami memperingati hari jadi HKBU yang ketujuh puluh, kami dengan bangga meluncurkan One Health and Well-being Zone untuk menunjukkan bahwa kesejahteraan pribadi bukanlah isu sekunder, melainkan prasyarat penting untuk mencapai SDGs PBB.
"Dengan menghadirkan riset kesehatan transdisipliner dan strategi kesejahteraan praktis secara langsung ke dalam ekosistem pertemuan ini, kami ingin membekali para pemimpin global dengan stamina fisik dan mental yang dibutuhkan untuk mengejawantahkan wawasan berbasis data menjadi dampak nyata yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sorotan utama Kongres 2026 meliputi:
Aliansi Empat Sektor: Program interaktif khusus yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, pemimpin pendidikan, dan advokat masyarakat sipil untuk berkolaborasi mencapai target bersama melalui subkonferensi terarah, termasuk Asia-Pacific Sustainable Business Summit, Sustainable Trade and Economic Development Summit, Unlocking Capital bersama Eco-Business, dan Skills Summit.
Jaringan SDGs Terbesar di Dunia: Menampilkan kekuatan kolektif Sustainability Impact Network yang baru dibentuk, yang menyatukan lebih dari 1.600 institusi berpikiran maju.
Pengumuman Sustainability Impact Ratings: Pengungkapan eksklusif data global yang mengukur bagaimana institusi pendidikan tinggi berkontribusi secara aktif terhadap ketujuh belas SDGs PBB.
Kepemimpinan Regional Strategis: Pidato utama dan diskusi panel tingkat tinggi yang menyoroti berbagai kisah sukses global serta mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai ekosistem di seluruh dunia.
Acara ini berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jakarta, dan diselenggarakan melalui kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, BAPPENAS, dan Sinar Mas Land.
Kota Metropolitan Terbesar Dunia Buka Pintu bagi Para Pemimpin Global Hadirkan Solusi Mendesak bagi SDGs
Diskusi pembaca untuk berita ini