Home / Sawit / Migor Sawit Merk Saro dari Bontang Gebrak Pasar
Migor Sawit Merk Saro dari Bontang Gebrak Pasar
Foto: Istimewa/katakabar.com.
Bontang, katakabar.com - Minyak Goreng atau Migor merk Saro dari Bontang gebrak pasar. Saro bahasa suku Bugis berarti 'Untung'. Merk itu tertera di kemasan dengan tagline 'Minyak Goreng Sawit'. Packagingnya beda, paling menonjol ukiran khas di bawah warna merah dan hijau, jadi satu kesatuan dengan kuning emas di seluruh bagiannya.
Saro dari Kota Bontang berhasil melakukan lompatan bisnis. Kemasannya Standar Nasional Indonesia atau SNI.
Produk bahan baku berasal dari PT Energi Unggul Persada atau EUP telah berstempel Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, dan bersertifikasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH.
Ekspansinya, tak hanya di Kota Taman. Tapi telah merambah di dua kota besar Kalimantan Timur, Samarinda dan Balikpapan.
"Kami sudah pasarkan Saro di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara," ujar Imam Ahmad Riskon 29 tahu, Direktur CV Saro Jaya Abadi, di Stadion Bessai Berinta Kota Bontang, Jalan Aip II KS Tubun, dilansir dari laman BEKESAH.co, Rabu (10/9).
Jika umumnya minyak goreng pouch 2 liter dibanderol Rp39.000 hingga Rp40.000, Saro hadir dengan harga grosir hanya Rp36.500, dan harga ritel Rp37.500 per pouch ukuran 2 liter. Meski harganya murah tapi Saro bukan Migor sawit murahan dengan varian yang ditawarkan masih berupa pouch 2 liter.
“Soal harga Migor sawit merk Saro pasti lebih murah untuk di daerah Kalimantan Timur. Tapi secara kualitas tetap sama dengan merk-merk premium umumnya,” ujar Imam.
Bulan ini, ulas Imam, harga Saro diskon. Jumlah potongan harga per box bervariasi. Kalau membeli 50 hingga 100 box, harganya Rp221.500 per box. Artinya hemat Rp1500 per box dari harga normal Rp223 ribu. Bila membeli lebih dari 200 box, maka mendapat potongan harga 1,57 persen. Atau hemat Rp3500 per boxnya.
Produksi Migor Sawit Saro
Minyak Goreng atau Migor Sawit merk Saro diproduksi seutuhnya di Kota Bontang. Bahan baku yang berasal dari PT Energi Unggul Persada (EUP), datang dalam bentuk minyak goreng. Prosesnya kemudian disaring sebelum ditampung dalam tangki stainless steel.
"Dalam tangki itu dilakukan penambahan vitamin A yang sudah menjadi standar minyak premium dari peraturan kementerian," cerita Imam Ahmad Riskon, Direktur CV Saro Jaya Abadi.
Proses produksinya, akui Imam, masih bertipe semi manual, yakni dua mesin digunakan, mesin filling dan mesin sealer. Proses kerjanya, mesin filling menyalurkan minyak dari tangki ke kemasan pouch 2 liter. Terus, dikemas secara manual dengan bantuan mesin sealer yang mengompres mulut pouch sehingga kedap udara.
“Kapasitas produksi per hari sekitar 20 ton dengan target penjualan awal sebanyak 100 ton per bulan, mulai dari daerah Kalimantan Timur, dulu," jelas Imam.
Rencananya, ucap Imam, CV Saro Jaya Abadi akan melakukan ekspansi ke wilayah Indonesia timur lainnya, seperti Sulawesi dan Papua.
"Ke depan, saya berharap kepada masyarakat untuk ikut mendukung pengusaha-pengusaha lokal. Soalnya segi kualitas kami juga mampu bersaing," bebernya.
Masih Imam, CV Saro Jaya Abadi dengan produk andalannya minyak goreng sawit berdiri sejak 2023 di Kota Bontang. Dengan brand Saro, mereka tak hanya menjual minyak curah tapi memproduksinya.
Pada 2025, core businessnya memang mengalami lompatan signifikan. Salah satunya dengan merilis minyak goreng kemasan kelas premium. CV Saro Jaya Abadi tidak sendiri. Perusahaan ini menggandeng PT Energi Unggul Persada atau EUP sebagai pemasok primer.
Merekabsudah memiliki distributor-distributor resmi yang tersebar di Kalimantan Timur, di antaranya dua distributor di Kota Samarinda dan satu di Kota Balikpapan di mana marketnya jelas menengah ke bawah.
"Melalui harga yang ditawarkan, kami berharap bisa berkontribusi menekan inflasi harga bahan pangan yang sedang naik," tutur Imam.
“Dengan ada pabrik minyak goreng di Kota Bontang, minimal kita bisa menekan harga-harga bahan pokok yang lagi mahal,” terangnya, seraya berharap.
Memanfaatkan pasokan minyak goreng lokal, harga merk dagang ini ternyata selalu lebih murah daripada minyak goreng premium lainnya. Terutama yang berasal dari luar daerah. Sebut saja seperti Kota Jakarta dan Kota Surabaya. Terlebih saat terjadi fluktuasi harga minyak Crude Palm Oil atau CPO sebagai bahan mentah.
Untuk memperlebar ekspansinya, CV Saro Jaya Abadi berencana membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM di Kota Taman dengan memberi diskon khusus hingga 5 persen dengan pembelian minimal 5 box. "Syaratnya harus menyertakan bukti legalitas," sebut Imam.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Sosok Sederhana Kepala Desa Antar Waktu Pasar Terusan (4)
Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian








Komentar Via Facebook :