https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Mitos dan Fakta / Minyak Sawit Penyebab Kolesterol dan Berbahaya Bagi Kesehatan, Ah Masa Iya!

Minyak Sawit Penyebab Kolesterol dan Berbahaya Bagi Kesehatan, Ah Masa Iya!


Kamis, 27 Februari 2025 | 20:13 WIB  

Editor : Sahdan
Minyak Sawit Penyebab Kolesterol dan Berbahaya Bagi Kesehatan, Ah Masa Iya!

Foto Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 37544 | Artikel Judul: Minyak Sawit Penyebab Kolesterol dan Berbahaya Bagi Kesehatan, Ah Masa Iya! | Tanggal: Kamis, 27 Februari 2025 - 20:13

katakabar.com - Selama ini berkembang persepsi konsumsi minyak sawit dapat sebabkan kolesterol dan berbahaya bagi tubuh manusia. Padahal, asumsi ini hanyalah mitos belaka dan tidak berdasar pada fakta yang objektif.

Kandungan dan nilai gizi dari minyak sawit ini memang seringkali dijadikan sebagai salah satu atribut kampanye negatif dalam persaingan bisnis minyak sawit global oleh pihak antisawit.

Menurut survei literatur yang dilakukan PASPI (2017) dalam laporan berjudul Minyak Sawit Perbaiki Kolesterol dan Gula Darah? diketahui bahwa persepsi yang demikian berawal dari kampanye negatif yang dilakukan oleh American Soybean Association (ASA) pada tahun 1980.

Untuk memojokkan minyak nabati tropis khususnya minyak sawit yang mulai mengancam pasar minyak kedelai di seluruh dunia, ASA melancarkan propaganda yang menuduh minyak sawit mengandung kolesterol dan bahkan meminta pemerintah Amerika Serikat untuk melarang minyak nabati tropis masuk ke AS. Tapi, tuduhan tersebut tidak pernah terbukti oleh riset-riset ahli gizi dan kesehatan di berbagai negara. 

Minyak Sawit Tidak Mengandung Kolesterol

Kolesterol suatu lemak yang sebetulnya sangat penting untuk kesehatan tubuh, jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak seimbang maka menjadikan hal tersebut tidak sehat. Terdapat tiga fraksi lemak yang menentukan sehat atau tidaknya kadar kolesterol dalam tubuh, yakni kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein), kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein), dan asam lemak (trigliserida).

Umumnya, LDL dan trigliserida yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, HDL yang meningkat justru diinginkan dan baik untuk kesehatan (Muhilal, 1998; Hariyadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan, 2016) berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh PASPI pada tahun 2017. 

Lantas, bagaimana dengan konsumsi minyak goreng sawit apakah menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh? Sejauh ini tak satupun ahli gizi di dunia yang pernah mengatakan bahwa minyak goreng dari nabati seperti minyak goreng sawit mengandung kolesterol.

Kolesterol hanya dihasilkan oleh hewan dan manusia, sedangkan tanaman tidak memiliki kemampuan menghasilkan kolesterol (Calloway and Kurtz, 1956; USDA, 1979; Life Science Research Office, 1985; Cottrell, 1991; Muhchtadi, 1998; Muhilal, 1998; Haryadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan 2016) yang dirangkum dalam survei literatur yang dilakukan oleh PASPI.

PASPI dalam studi yang sama temukan sudah banyak pembuktian atas mitos minyak sawit oleh para ahli gizi dan kesehatan. Ratusan hasil penelitian di dalam dan di luar negeri yang telah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional seperti American Journal of Clinic Nutrition dan Journal Nutrition Biochemistry telah menguji apakah konsumsi minyak goreng sawit meningkatkan kolesterol dalam tubuh.

Hasil penelitian di Indonesia, Mien, dkk (1989) yang dimuat dalam Jurnal Gizi Indonesia yang berjudul Sifat Hipokholesteremik Minyak Sawit, Minyak Kedele, dan Tempe telah membuktikan hal yang menarik. Konsumsi minyak sawit ternyata menurunkan LDL sebesar 21 persen dan menurunkan trigliserida 14 persen serta menaikkan HDL sebanyak 24 persen. Artinya, mengonsumsi minyak sawit justru menurunkan kolesterol jahat dan sekaligus meningkatkan kolesterol baik sehingga bagus bagi kesehatan tubuh.

Komposisi Asam Lemak Minyak Sawit Mirip ASI

Minyak sawit mengandung proporsi asam lemak jenuh (saturated fatty acid) dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) yang seimbang. Komposisi asam lemak minyak sawit terdiri atas asam lemak jenuh (sebanyak 44 persen asam lemak palmitic, 5 persen asam lemak stearic); asam lemak tak jenuh ikatan rangkap tunggal/monounsaturated fatty acid (sebanyak 40 persen asam lemak oleic); dan asam lemak tak jenuh ikatan rangkap jamak/poly unsaturated fatty acid (sebanyak 10 persen asam lemak linoleic dan 0,4 persen asam lemak alpha linolenic).

Secara keseluruhan minyak sawit sesungguhnya memiliki karakteristik perilaku seperti monounsaturated oils (United States Department of Agriculture, 1979; Cottrell, 1991; Small, 1991; Choudhury et al., 1995; Kritchevsky et al., 2000; Ong and Goh, 2002; FAO, 2010; Haryadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan, 2016) yang dirangkum dalam survei literatur yang dilakukan oleh PASPI pada 2017.

Dari segi ilmu gizi, tiga asam lemak yang esensial (harus tersedia dalam tubuh) adalah oleat (C18:1), linoleat (C18:2), dan linolenat (C18:3). Terkait hal ini, Muhilal (1991) dalam prosiding seminar berjudul Minyak Sawit, Suatu Produk Nabati untuk Penanggulangan Atherosclerosis & Penundaan Proses Penuaan menemukan bahwa komposisi asam lemak minyak sawit mengandung asam lemak esensial yang cukup dan seimbang.

Jika Air Susu Ibu (ASI) sebagai pembanding nilai biologis yang terbaik, ternyata komposisi asam lemak esensial antara minyak sawit dengan ASI sangat mirip. Minyak sawit mengandung asam lemak esensial oleat sebesar 36,3 persen, sementara ASI juga mengandung asam lemak esensial oleat sebesar 36,5 persen.
Asam lemak esensial linoleat minyak sawit sebesar 8,3 persen, dan sedikit lebih rendah dari kandungan asam lemak esensial linoleat ASI yang sebesar 9,5 persen. Demikian juga asam lemak linolenat minyak sawit sebesar 0,5 persen dan kandungan asam lemak linolenat ASI sebesar 1,4 persen.

Hal ini didukung oleh penelitian Marangoni et.al (2000) berjudul Polyunsaturated Fatty Acid Concentrations in Human Milk Hindmilk are Stable Throughout 12-Months of Lactation and Provide a Sustained Intake to the Infant during Exclusive Breastfeeding: and Italian Study mengungkapkan bahwa dalam ASI mengandung 25 persen asam lemak palmitic yang sangat diperlukan dalam perkembangan bayi.

Jadi, sangat jelas minyak sawit mengandung asam lemak esensial yang cukup dan seimbang bahkan mirip dengan komposisi asam lemak esensial ASI. 

www.katakabar.com | Artikel ID: 37544 | Artikel Judul: Minyak Sawit Penyebab Kolesterol dan Berbahaya Bagi Kesehatan, Ah Masa Iya! | Tanggal: Kamis, 27 Februari 2025 - 20:13

TOPIK TERKAIT

# Minyak Sawit# Kolestrol# Kesehatan# Berbahaya# Penyebab
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Mitos dan Fakta

    Hakikat Biodiesel Bidang Kesehatan Lingkungan Global

    Sabtu, 22 Feb 2025 | 20:12 WIB
  • Kesehatan
    AOFOG Campus 2025 Resmi Dibuka

    Sinergi Global dan Kebanggaan Indonesia Bidang Kesehatan Perempuan

    Kamis, 20 Feb 2025 | 19:33 WIB
  • Sawit

    Stok Minyak Sawit Indonesia Meningkat Tapi Konsumsi Dalam Negeri dan Ekspor Turun

    Senin, 27 Jan 2025 | 19:59 WIB
  • Kesehatan
    Celebrating the Future of Wellness"

    inHarmony Clinic Luncurkan Ragam Layanan Kesehatan Preventif Terbaik "

    Senin, 06 Jan 2025 | 12:27 WIB
  • Sawit

    Sawah Beralih Jadi Sawit di Bengkulu, Ini Penyebabnya

    Kamis, 02 Jan 2025 | 22:12 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :