Pontianak, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) menyatakan siap mendukung program Sub Holding PalmCo akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, YS Marjitan yang sampaikan djkungan kepada Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa saat pertemuan kedua pihak di Region Office Regional V PTPN IV di Kota Pontianak.

Kata Marjitan, keberadaan perusahaan perkebunan milik negara yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara Group memberikan harapan bagi petani kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat.

"Kehadiran PalmCo memberikan harapan untuk mengatasi ketidakberdayaan petani kelapa sawit selama ini Provinsi Kalimantan Barat," ujarnya lewat keterangan resmi, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (16/12).

Untuk itu, tegas Marjitan, Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat menyatakan siap bekerja sama dengan PalmCo untuk memperkuat petani kelapa sawit lewat program peremajaan sawit tua.

"Kami meyakini, program ini menjadi jawaban ketimpangan produktivitas petani dan perusahaan dan secara tidak langsung akan membantu meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan petani," jelasnya.

Sebelum pimpin PalmCo, Jatmico berpengalaman empat tahun pimpin dan berhasil mengubah PTPN V melalui beragam program transformasi dan sukses mengakselerasi PSR di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau.

Hingga kini, PTPN V atau yang kini dikenal sebagai PalmCo Regional III menjadi perusahaan milik negara dengan program PSR terluas di seluruh Holding Perkebunan Nusantara.

Di pertemuan itu, Jatmiko bawa serta empat program unggulan yang berhasil diterapkan mengakselerasi PSR, yakni pertama kemitraan dengan pola manajemen tunggal atau single management. Pola ini jadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan di berbagai kabupaten di Riau.

Pola manajamen tunggal atau single management  mengusung standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat memiliki perkebunan kelap sawit dengan produktivitas tinggi dan memangkas ketimpangan produktivitas petani dan perusahaan seperti yang selama ini jamak terjadi.

Pendekatan kian lengkap dengan pola off taker atau pendampingan perusahaan kepada petani selama proses peremajaan sawit berlangsung. Salah satu wujud pola tersebut adalah skema cash for works untuk para petani mitra sehingga para petani tetap mendapatkan penghasilan selama peremajaan berlangsung.

"Selanjutnya, kami dari PalmCo menawarkan program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat. Tidak dipungkiri, begitu banyak bibit sawit ilegitim yang menghantui para petani dalam melaksanakan PSR. Padahal bibit sawit memiliki peran penting untuk 25 hingga 30 tahun mendatang," ucapnya.

Selain itu, Jatmiko  menerangkan, PalmCo siap memberikan pelatihan kepada para petani. Pelatihan ini diharapkan jadi solusi untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan.

"Saya sangat bersyukur kehadiran PTPN IV PalmCo diterima dengan baik oleh rekan-rekan Aspekpir di Provinsi Kalimantan Barat," sebutnya.

Insya Allah, sambungnya, secara bertahap kami terus memperkuat petani kelapa sawit di Kalimantan dengan program yang kami miliki, ini menjadi harapan baru bagi kami petani.

Pada ahap awal ini, diprioritaskan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat dan pelatihan untuk para petani untuk segera disinergikan bersama Aspekpir.

"Salah satu fokus utama PalmCo adalah PSR. Insya Allah, kami segera wujudkan bersama dengan teman-teman Aspekpir di Kalimantan," tandasnya.