Medan, Katakabar – Layanan booking antrean online melalui sistem Lapak Asik milik BPJSTK justru menuai keluhan dari peserta di Kota Medan.
Sistem yang seharusnya mempermudah proses klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dinilai belum berjalan optimal.
Sejumlah peserta mengaku mengalami kendala saat mengakses laman Lapak Asik untuk pengajuan klaim JHT pada Mei 2026.
Masalah yang paling sering terjadi adalah loading data yang lambat hingga gagal diproses, sehingga peserta harus berulang kali menginput data.
“Sudah berkali-kali coba, tapi gagal terus. Baru setelah beberapa kali akhirnya berhasil dapat barcode antrean,” ujar salah seorang peserta.
Meski akhirnya berhasil melakukan booking antrean secara online dan menerima barcode melalui email serta WhatsApp, persoalan tidak berhenti di situ.
Setibanya di kantor cabang BPJSTK Medan, peserta yang datang sesuai jadwal justru diminta kembali mengantre dari awal oleh petugas.
Hal ini memicu kekecewaan, karena sistem yang diharapkan mempercepat layanan justru dianggap tidak efektif.
“Saya kecewa karena harus antre lagi sampai lebih dari tiga jam di kantor cabang Medan Utara. Padahal sudah daftar online. Kalau seperti ini, untuk apa ada layanan Lapak Asik?” keluh peserta lainnya.
Padahal, dalam penjelasan resmi BPJSTK, layanan Lapak Asik diklaim mampu memberikan kemudahan, mulai dari pendaftaran online, datang sesuai jadwal, hingga proses yang lebih cepat, praktis, dan efisien.
Namun realita di lapangan dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi peserta.
“Saya kira bisa cepat diproses, ternyata sama saja. Ini tidak profesional,” tambahnya.
Peserta berharap BPJSTK segera melakukan evaluasi terhadap sistem dan mekanisme layanan, agar tidak terjadi penumpukan antrean klaim JHT di kantor cabang.
Perbaikan sistem dinilai penting untuk memastikan layanan digital benar-benar memberikan kemudahan, bukan justru menambah beban bagi peserta.
Peserta Keluhkan Sistem Lapak Asik BPJSTK Error, Sudah Booking Online Tetap Antre Berjam-jam di Medan
Diskusi pembaca untuk berita ini