Dalam rapat tersebut, pemerintah merencanakan pengembangan bawang putih di 11 kabupaten di Sumatera Utara pada 2027 dengan total target 3.460 hektare.

Samosir memperoleh alokasi 1.180 hektare, terbesar di antara kabupaten yang disebut dalam program tersebut. Sebagai perbandingan, pada 2026 Sumatera Utara memiliki target pengembangan 564 hektare, dengan alokasi 265 hektare untuk Samosir.

Meski mendapat alokasi terbesar, pemerintah kabupaten menilai pengembangan lebih luas membutuhkan kesiapan sarana pendukung.

 Ketersediaan alsintan diperlukan untuk membantu pengolahan lahan, sedangkan irigasi menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan air bagi tanaman.

“Tahun depan kami siap, sesuai data 1.180 hektare. Bahkan lahan existing sampai 2.000 hektare kami siap. Namun, kami butuh dukungan alsintan dan irigasi untuk pengairan,” kata Vandiko.

Menurut Vandiko, perluasan lahan tersebut merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap agenda ketahanan pangan nasional.

Jika didukung sarana yang memadai dan dikelola secara berkelanjutan, pengembangan bawang putih diharapkan membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memperkuat pendapatan petani.