Jakarta, katakabar.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) Yudhistira M.I.Kom menuturkan, Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama Divisi Humas Polri berkomitmen perangi dan mencegah hoaks, dan bertekad mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) damai pada tahun 2024 mendatang.

"Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama Divisi Humas Polri berkomitmen perangi dan mencegah hoaks, dan bertekad mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) damai pada tahun 2024 mendatang," kata Yudhistira, audiensi dan bersilaturahmi dengan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dr Shandi Nugroho, SH, M.Hum beserta jajaran Karo dan Kabag Divisi Humas Polri, di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, pada Selasa (12/12).

Perangi dan mencegah hoaks, ujar Ketum PP IWO ini, IWO tak bisa sendiri. Makanya, IWO mengajak stakeholder, terkhusus Divisi Humas Polri untuk bekerjasama demi menciptakan Pemilu damai di perhelatan pemilu 2024 ini.

"Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kondusifitas, sehingga bangsa Indonesia tidak terpecah, baik di antara keluarga, lingkungan, hingga masyakarat luas, hanya karena informasi palsu atau hoax, terlebih di masa pesta demokrasi," jelasnya.

Selain itu, Ketum PP IWO, Yudhistira menceritakan organisasi yang sudah berusia 12 tahun, dari awal  memiliki konsep bagaimana mencegah dan memerangi hoaks, seperti lirik di mars organisasi yang kerap dinyanyikan.

Menurut pria disapa akrab Yudis ini, berbagai upaya yang dilakukan pihaknya antara lain melakukan riset untuk mengumpulkan data tentang fenomena gejala sosial di era digital dalam menggunakan media sosial dan memberikan solusi serta cara yang baik untuk menggunakan media sosial, agar tak menebar hoaks.

“kita terus berupaya menyampaikan bagaimana cara menerima informasi yang valid dan akurat. Hal ini agar masyarakat luas tak langsung percaya, melainkan melakukan filterisasi dalam menerima informasi dari media sosial,” bebernya.

IWO, lanjutnya, ingin mengajak Divisi Humas Polri bekerja sama dalam melakukan bimbingan teknis ke pelajar Indonesia dalam melakukan filterisasi informasi dari media sosial, agar ruang hoaks semakin menyempit.

Ke depan, sebut Yudis, berharap agar IWO bersama Divisi Humas Polri bisa terus berkolaborasi menciptakan negeri ini bebas dari hoax agar target Indonesia Emas 2045 bisa terealisasi.

“Dengan kolaborasi ini, kita menyadari dan kita selaku generasi muda begitu mencintai Indonesia. Jadi, kita tak menginginkan hoaks itu menghancurkan negeri ini. Apalagi hari ini, saatnya generasi muda menciptakan kedamaian dan kretivitas untuk menciptakan Indonesia Emas 2045,” harapnya.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan, kolaborasi bersama IWO menjadi sangat penting di tengah tugas Polri menghadapi tahapan Pemilu 2024.

Tak dipungkiri, tahun ini adalah pemilu yang spektakuler karena digelar secaea serentak antar pilpres, pileg dan disusul dengan pilkada di tahun yang sama.

“Terima masih atas kedatangan serta dukungan IWO kepada Divisi Humas Polri dalam pelaksanaan tugas Divisi Humas Polri secara khusus dan Polri secara umum dalam memberikan informasi yang obyektif kepada masyarakat,” ucap Kadiv Humas Polri ini.

Kadiv Humas Polri, kata Irjen Sandi, kolaborasi harus terus digaungkan agar literasi digital dapat dilakukan secara merata. Bahkan, ruang digital dengan konten-konten yang menyejukkan perlu terus dimasifkan demi menciptakan pemilu yang aman, damai, sejuk serta bermartabat.

Pelajaran pada Pemilu 2019 lalu menjadi acuan untuk terus mengevaluasi dan menyusun berbagai upaya pencegahan kerawanan. Salah satu yang menjadi konsentrasi Polri adalah kekerasan terhadap jurnalis.

“Sebagai upayanya beberapa waktu yang lalu Polri telah mengundang Para Pemred Media,” terangnya.

Kegiatan audiensi ini, tambahnya, hendaknya dapat menguatkan komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di dunia nyata maupun di dunia maya.