Duri, katakabar.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) salah satu tugas utamanya mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah khawatir tutup di daerah Duri, saat ini meliputi empat kecamatan, yakni Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau, yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bengkalis beribu kota nun jauh di pulau seberang, yakni Bengkalis, Riau.
Kekhawatiran SPPG tutup beberapa tahun ke depan di daerah Duri berjuluk 'Negeri Emas Hitam' itu bisa terjadi. Jika pasokan bahan baku, seperti sayur mayur, buah-buahan dan lainnya langka. Tidak hanya langka, tetapi bisa jadi bahan baku tersebut tidak ada di pasar-pasar tradisional, serta toko-toko lainya. Kalau puh harga baha baku tersebut selangit akibatnya tidak sesuai anggaran yanh digelontorkak Badan Gizi Nasional (BGN) per porsi.
Menurut, salah seorang warga Duri, Kecamatan Mandau, sekaligus pemerhati sosial, Agus Salim kepada katakabar.com, Rabu (26/11), SPPG yang bertugas mengelola dapur MBG boleh jadi tutup ke depan lantaran bahan baku langka. Kalau pun bahan baku tersebut ada di pasaran harganya selangit tidak sesuai anggaran yang telah ditetapkan BGN.
"SPPG yang bertugas mengelola dapur MBG bisa jadi ke depan. Itu tadi bahan baku langka dan harga selangit, siapa yang sanggup dengan anggaran sudah ditetapkan saat ini," ujar Salim.
Dijelaskannya, bahan baku dapur MBG merupakan program prioritas Presiden RI, H Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabumi berasal dari daerah Sumatera Utara, Sumatera Utara, dan daerah lainnya tetangga Riau.
"Di daerah Duri tidak ada sentra kebun sayur mayur, buah-buahan, dan lain yang menopang bahan baku untuk dapur MBG. Bahan baku itu, semuanya dari luar daerah tetangganya Riau," ucapnya.
Untuk itu, terang Agus, dinas terkait harus pro aktif melahirkam ide atau gagasan dan program-program ketahanan pangan yang mendukung program unggulan Presiden RI ke 8 agar tidak ada kendala di daerah Duri, Kabupaten Bengkalis.
"Dinas terkait jangan tunggu lama-lama mesti bergerak cepat dari sekarang agar SPPG yang mengelola dapur MBG tidak tutup ke depan," harap Agus.
Dinas terkait, sambung Agus, bisa berkolaborasi dengan para petani, dan Keperasi desa dan kelurahan Merah Putih untuk membangun lahan-lahan tidak produktif menjadi lahan produktif dengan membudidayakan berbagai bahan baku untuk dapur MBG, seperti kacang panjang, semangka, dan lainnya.
"Lahan-lahan bekas galian PT PHR cukup luas di daerah Duri tidak produktif. Ini bisa dimanfaatkan untuk berkebun sayur mayur cukup prospek ke depan dengan adanya program unggulan Presiden RI, H Prabowo Subianto," bebernya.
Harga Bahan Baku Melambung
Sementara, dari pengamatan katakabar.com selama sepekan terakhir di pasar tradisional Dewi Sartika Duri, Kecamatan Mandau, harga bahan baku untuk SPPG yang mengelola dapur MBG, seperti Wortel, Kacang Panjang, Buncis dan lainnya melambung tinggi.
Kalau harga Wortel sepekan lalu kisaran Rp10 ribu per kilogram saat ini sudah kisaran Rp15 ribu hinga Rp25 ribu per kilogram, Kacang Panjang sepekan lalu harga kisaran Rp8 ribu per kilogram saat ini harga sudah mencapai kisaran Rp18 ribu, dan harga Buncis paling tinggi naiknya pekan ini sudah dikisaran Rp25 ribu di mana pekan sebelumnya Rp15 ribu.
Untuk keberlanjutan program unggulan Presiden RI, H Prabowo Subianto, yakni MBG di daerah Duri Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis harus menggenjot berbagai budidaya bahan baku dapur MBG khususnya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, jangan sampai masyarakat punya uang barang-baranh harian kebutuhan masyarakat langka dan tidak ada di pasaran.
SPPG Bisa Tutup di Duri Jika Pasokan Bahan Baku Langka, Dinas Terkait Mesti Proaktif
Diskusi pembaca untuk berita ini