Home / Ekonomi / Taufik OH: Gubri Serius Perhatikan Kuota dan Kelangkaan Migor
Cek Kuota Minyak Goreng
Taufik OH: Gubri Serius Perhatikan Kuota dan Kelangkaan Migor
Gubri, Syamsuar saat cek Migor di sejumlah pasar modren. Foto Ist.
Pekanbaru, katakabar.com - Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar sangat serius sikapi kondisi kebutuhan Minyak Goreng (Migor) di daerah Provinsi Riau. Sebagi bentuk keseriusan Orang Nomor 1 di "Bumi Lancang Kuning" itu turun ke lapangan mengumpulkan produsen dan distrubutor untuk mengantisipasi kelangkaan Migor.
"Pak Gubernur Riau sangat serius memperhatikan kuota dan kelangkaan Migor. Bahkan, beliau telah tinjau ke sejumlah ritel modern. Kami Disdagkop UKM pun telah cek dengan mendatangi sejumlah pasar tradisional," kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM), Taufik OH, di Pekanbaru, pada Rabu (16/2).
"Selain itu ujar Taufik, Pak Gubri telah melakukan pertemuan dengan produsen dan distrubutor minyak goreng yang ada di Riau. Hal itu, untuk untuk mengatasi kelangkaan dan mengetahui stok minyak goreng di daerah," ulasnya.
Di rapat tersebut sambungTaufik, Pak Syamsuar menegaskan kepada produsen minyak goreng agar bisa membantu pemerintah dan memberikan perhatian kepada pelaku-pelaku usaha kecil dan masyarakat yang sangat membutuhkan minyak goreng.
"Kami membahas kelangkaan dan jumlah stok minyak goreng di Riau. Pihak produsen dan distrubutor melaporkan kepada Gubernur Riau, tentang jumlah kuota Migor di Riau tidak ada pengurangan. Jumlah kuotanya tetap sama dengan yang dilakukan selama ini. Tidak ada pengurangan. Kelangkaan ini mungkin disebabkan adanya kebutuhan masyarakat yang panic buying," jelasnya.
Masih ada stok kosong di sejumlah ritel dan pasar tradisional. Mski ada pula ritel dan pasar tradisional yang masih sediakan stok Migor.
"Untuk mencermati dan antisipasi kelangkaan itu, kami telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Riau. Kita telah melakukan koordinasi dengan pihak distributor dan Bulog untuk mengevaluasi ketersediaan kuota di pasaran," bebenya.
Masih Taufik, Pemprov Riau telah minta kepada ritel modern melalui asosiasi Aprindo, untuk mensuplay kebutuhan-kebutuhan Migor.
"Memang, setelah migor masuk ke ritel selalu langsung habis. Untuk itu, kami imbau kepada masyarakat jangan sampai panic buying. Produsen dan Distrubutor tetap melakukan pendistribusian seperti biasa. Tapi sekarang yang dirasakan konsumsi sangat tinggi, cepat sekali habisnya, masuk pagi lalu siang langsung habis stoknya," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi kelangkaan Migor, Taufik mengimbau kepada masyarakat jangan menstok minyak goreng secara berlebihan.
"Secara analisa kebetuhan minyak goreng di rumah tangga untuk satu minggu sebanyak 6 liter. Jadi jangan panic buying menstok minyak goreng berlebihan," tandasnya.
Untuk daerah di kabupaten dan kota, Taufik berharap kepada dinas terkait untuk dapat mengawasi implementasinya di lapangan agar pemerataan ketersediaan migor bagi masyarakat dapat terjamin.








Komentar Via Facebook :