Indragiri Hulu, katakabar.com - Karutan Kelas IIB Rengat, Indragiri Hulu, Riau, Ridar Firdaus Ginting tepis tuduhan sepihak yang menyebut dalam pemberitaan warga binaan diberi menu makan 'Ikan Asin dan Sayur Kangkung'.

"Suguhan informasi itu terbilang tidak akurat senggol anggaran makan mencapai triliunan rupiah adalah hoaks. Tuduhan tidak benar, termasuk anggaran Rp1,3 triliun itu," tegasnya kepada katakabar.com, Kamis (16/1).

Menurut Ridar, sejauh ini tidak ada persoalan yang terjadi terkait menu makanan warga binaan di Rutan Rengat, sebab sangat baik dan sudah sesuai tata kelola jatah makanan yang ditentukan, seperti kecukupan gizi, kebersihan, dan proses pengolahan.

"Kelayakan dapur telah bersertifikasi higienis dari Dinkes Indragiri Hulu. Selain itu, makanan yang disajikan setiap hari dilengkapi dengan daftar menu harian," jelasnya.

Jadi, terang Ridar, semua proses sudah sesuai SOP. Artinya apa? tiap hari menu makan warga binaan tersebut selalu bertukar, sesuai dengan daftar yang telah ditetapkan. Kalaulah besaran anggaran makan dalam setahun hanya Rp6,5 miliar di mana pemenang tender ditetapkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Dalam pada itu, beberapa warga binaan penghuni Rutan Rengat mengaku menerima dan cukup puas dan dengan menu makan yang disediakan pihak Rutan. Tarmizi 42 tahun misalnya, tahanan kasus ilegal logging bercerita setiap hari menu makan yang diberi pihak Rutan sangat layak dan rasanya enak.

"Setiap hari menu lauk pauk yang kami makan bervariasi, kadang ayam goreng, ikan laut, telor goreng, ikan asin, dan bahkan rendang daging sapi. Tidak hanya nasi, sambal dan lauk, di tempat makan terdapat sayur dan buah, seperti nanas, pisang, dan kates atau pepaya," ucapnya.

Dalam satu hari, ulasnya, Ia bersama warga binaan lain mendapat jatah makan tiga kali dengan beragam menu, yakni bubur kacang hijau, kolak pisang.

Penghuni Rutan lainnya, Pipin 34 tahun dan Desinta 29 tahun terdakwa tindak pidana narkoba aminkan Tarmizi. Mereka menyebut setiap hari menerima menu makan yang layak dan sehat.

"Tidak hanya menu makan, kami di sini mendapatkan menu bubur dan buah. Pembinaan terhadap kami warga binaan yang dilakukan pihak Rutan sangat baik, diantaranya pembinaan rohani seperti salat berjamaah, magrib mengaji, serta yasinan mingguan yang mendatangkan ustadz dan ustadzah dari luar," bebernya.

Begitu pun pembinaan kesehatan jasmani, sambung mereka, warga binaan diperhatikan pihak Rutan. Setiap pagi ada kegiatan senam sehat harian bersama ibu-ibu darma wanita, dan sore harinya kegiatan olahraga lainnya.

"Ada banyak program pembinaan lain yang diberikan pihak Rutan pada kami WBP, seperti tata cara budidaya ikan, ayam kampung, menjahit, pangkas rambut, bengkel, dan pelatihan barista yang nantinya bisa menjadi bekal kami saat bebas kembali kepada keluarga dan masyarakat," imbuhnya.