https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Kabar Khusus / Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian 

Sosok Sederhana Kepala Desa Antar Waktu Pasar Terusan (4)

Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian 


Kamis, 04 September 2025 | 21:41 WIB  

Penulis : Ardian
Editor : Ardian Faisal
Usai Pelantikan Dapat

Emak-emak Desa Pasar Terusan kompak memanen padi hasil tanam awal tahun 2025. Foto: (istimewa/katakabar.com)

www.katakabar.com | Artikel ID: 40854 | Artikel Judul: Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian  | Tanggal: Kamis, 04 September 2025 - 21:41

BAK mimpi di siang bolong. Usai pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Pasar Terusan, Senin (28/7/2025) di Serambi Rumah Dinas Bupati, Hidayatullah mengaku dapat 'wasiat' dari Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief.

"Kau harus membawa perubahan, terutama sektor ketahanan pangan. Kerjakan sesuai dengan potensi yang ada di desa, jangan sampai potensi desa A, tapi yang dikerjakan B," kata lelaki karib disapa Dayat menirukan ucapan Bupati.

www.katakabar.com | Artikel ID: 40854 | Artikel Judul: Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian  | Tanggal: Kamis, 04 September 2025 - 21:41

Ia menjawab dengan lugas siap melaksanakan 'wasiat' Fadhil Arief. Baru saja menghela nafas, sang kepala daerah menantang Dayat merubah mindset masyarakat, khususnya petani padi.

"Bupati bahkan menantang saya, bagaimana petani Desa Pasar Terusan harus tanam padi dua kali setahun. Ini pesan spesifik beliau, tak ada tawar-menawar," kenangnya.

Alumni Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta 2010 ini berujar, tantangan Bupati soal Indeks Pertanaman (IP) 2,0 kepadanya bukan tanpa alasan. Hal itu lantaran wilayah Desa Terusan dan Desa Pasar Terusan merupakan kampung halamannya.

"Kebetulan Bupati berasal dari sini juga, sanak saudaranya disinii juga, beliau pun paham betul tentang potensi yang ada di Pasar Terusan ini," tegasnya.

Dalam hal mengubah mindset petani, Dayat mengaku gampang-gampang susah. Apalagi ketika dihadapkan dengan adat kebiasaan turun menurun Desa Pasar Terusan.

"Enam bulan ternak di kandang, enam bulan ternak di lepas. Biasanya ketika petani selesai panen padi pertama, masyarakat pemilik ternak langsung melepas ternaknya. Ketika kita mau tanam kedua, kita sudah berhadapan dengan ternak masyarakat tadi," ujarnya.

Dayat sama sekali tak putus asa menghadapi fenomena semester antara petani padi dan peternak. Ia coba berkomunikasi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Desa, guna menyikapi kondisi itu. 

"Alhamdulillah dibantu Pak Bupati memberikan pengarahan kepada Tokoh Masyarakat Desa Pasar Terusan. Tradisi itu harus dirubah, karena dari segi jumlah, ternak dan sawah itu jauh perbandingannya," katanya.

"Artinya yang banyak inilah diprioritaskan. Kalau bicara konsep berpikir petani padi dan peternak, pada dasarnya sama, mereka masih untuk konsumsi pribadi," imbuhnya.

Masyarakat pemilik ternak menjadikan ternak sebagai aset, jika ada keperluan mendesak bisa di jual. Akibatnya, mereka beternak bukan sebagai penunjang perekonomian, melainkan alakadar saja. 

"Saya buka ruang komunikasi secara kekeluargaan dari pihak peternak. Alhamdulillah tak ada yang menolak, peternak tak keberatan, karena rata-rata peternak punya sawah," gelak Dayat.

Pengalaman menyelesaikan fenomena semester peternak dan petani padi berujung ide cemerlang. Dalam tahun ini dia berencana mengintegrasikan peternakan dan pertanian. Pengelolaan secara efektif akan menghemat biaya pakan ternak. 

"Saya berpikir peternakan dan pertanian bisa di integrasi kalau memang dikelola secara baik. Sebab ketika ternak sudah dikelola secara baik, sumber pakan ternak bisa didapatkan dari pertanian, seperti jerami padi," rincinya.

Luas areal persawahan mencapai 300 hektar, kata Dayat, mampu menghasilkan jerami puluhan ton sebagai sumber pakan seluruh ternak masyarakat. Tinggal lagi pemerintahan desa memikirkan mesin pengolahan pakan berteknologi tinggi.

"Pola pengelolaan lahan yang memadukan kegiatan pertanian tanaman dengan peternakan untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, mendaur ulang sumber daya, dan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani," tuturnya.

Target Panen Raya Padi Tahun Depan

Masa jabatan Dayat sebagai Kepala Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, berakhir 2029. Pemilik jargon 'Pasar Terusan Berbenah' ini menargetkan tahun depan bakal menggelar panen raya padi.

"Tahun depan sudah berani mengajukan diri ke Pak Bupati untuk panen raya padi di Desa Pasar Terusan," ucapnya.

Semangat juang Dayat menjadikan desa pimpinannya sebagai lumbung pangan patut diacungi jempol. Tahun ini dia mulai menggerakkan petani padi menanam benih IP 2,0. 

"Beberapa spot yang memenuhi syarat untuk uji coba tanam padi IP 2,0 sudah ditentukan seluas dua hektar. Kita akan lihat dimana kekurangannya, apa yang menjadi kendalanya, mungkin tahun depan barulah kita perluas ketika masalah-masalah itu bisa kita atasi," katanya.

Buah hati pasangan Husin Muhammad dan Saulatia ini akan melibatkan peran aktif dua kelompok Brigade Pangan Pasar Terusan. Kelompok Brigade Pangan akan menggarap masing-masing satu hektar lahan dengan benih padi IP 2,0. 

"Insya Allah hasil panen tanaman padi dua kelompok Brigade memuaskan. Karena tantangan terbesar saya mengubah kebiasaan ikut-ikutan masyarakat. Jika ada orang berhasil memulai duluan, menurut dia berhasil dan menguntungkan, dia akan ikut," ujarnya.

Desa Pasar Terusan punya tradisi kearifan lokal masyarakat yakni dalam satu tahun, enam bulan masyarakat menanam padi, enam bulan berikutnya masyarakat berkebun. Biasanya fokus ke tanaman darat, seperti kebun kelapa sawit dan kebun karet.

"Faktor alam mempengaruhi keberlanjutan tanaman padi karena setiap tahun lahan persawahan terendam banjir. Kondisi banjir ini membentuk secara alamiah masyarakat beraktivitas lainnya selama enam bulan berikutnya," terangnya.

Optimalisasi Kelompok Tani 

Setiap tahun musim tanam padi, Desa Pasar Terusan tak pernah absen menerima bantuan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, berupa benih unggul tiga bulan panen.

Tak semua petani berkenan menerima bantuan benih padi tersebut. Dayat bilang ada juga beberapa petani memilih beli benih pakai uang pribadi sendiri benih bantuan itu bukan benih yang diharapkan.

"Sebagian petani lainnya masih ada juga menggunakan bibit lokal (bibit turunan), hasil panen tahun ini dijadikan benih untuk tanam tahun depan," bebernya.

Tak hanya benih padi unggul, bantuan berupa irigasi, pompanisasi, alsintan dan obat-obatan hama, sudah banyak diterima petani melalui kelompok tani. Tata kelola bantuan tingkat petani belum maksimal menyebabkan sejumlah bantuan tersebut belum begitu berdampak.

"Karena saya lihat, pola pertanian Pasar Terusan ini masih individual, padahal ada kelompok tani sebenernya lebih terarah. Ke depan saya intervensi mengoptimalkan peran kelompok tani," tegasnya.

Ia berharap masing-masing kelompok tani punya tata kelola sendiri sesuai karakter anggotanya dan lahannya. Kalau tanpa kelompok, penanganan permasalahan tanaman padi jadi tak efektif dan efisien.

"Biaya yang dikeluarkan petani secara pribadi pasti lebih tinggi ketimbang menggarap lahan pertanian secara kelompok. Dari Tujuh Dusun, Lima Dusun antusias masyarakat bertani sangat tinggi," katanya.

Bersambung...


TOPIK TERKAIT

# Kades Antar Waktu Pasar Terusan# Hidayatullah# Bupati Batang Hari# Mhd Fadhil Arief# Integrasi# Lumbung Pangan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Kabar Khusus
    Ekslusif! Kisah Inspiratif Kepala Desa Pematang Gadung (2)

    Angka Favorit Presiden Prabowo Penentu Kemenangan 'Duel' Melawan Mantan Sekdes

    Senin, 01 Sep 2025 | 21:54 WIB
  • Kabar Khusus
    Ekslusif! Kisah Inspiratif Kepala Desa Pematang Gadung (1)

    Niat Nyalon Ditentang Ayah Mertua, 13 Tahun LDR dengan Istri

    Minggu, 31 Agu 2025 | 04:50 WIB
  • Advertorial
    Pelantikan 1742 PPPK Tahap II Diakhiri Pesta Kembang Api 

    Sang Kepala Daerah Ukir Sejarah Jumat Berkah 

    Senin, 25 Agu 2025 | 00:34 WIB
  • Kabar Khusus
    Sosok Sederhana Kepala Desa Antar Waktu Pasar Terusan (3)

    Fokus Benahi Tata Kelola Pemerintahan dan Potensi Pengembangan Desa Berbasis Pertanian 

    Sabtu, 23 Agu 2025 | 21:02 WIB
  • Advertorial
    Semarak Pawai Pembangunan Kabupaten Batang Hari 2025

    Bupati Fadhil Arief Takjub 'Lautan Manusia' Padati Wisata Aek Meliuk 

    Rabu, 20 Agu 2025 | 01:39 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :